Yehezkiel 8-10 tentang "Hukuman Allah dilaksanakan, Ia meninggalkan bait-Nya" Seri Nabi Besar

04 Januari 2026

Image by Freepik.com

Yehezkiel 8-10 tentang "Hukuman Allah dilaksanakan, Ia meninggalkan bait-Nya" Seri Nabi Besar 

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Allah melaksanakan hukumannya atas Israel dan Yehuda. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

Saya ajak kita semua mengediakan waktu Khusus untuk membaca ketiga pasal berikut ini, sebelum bersama-sama kita akan merenungkannya: 

Yehezkiel 8:1-10-22 <-- Klik untuk membaca keseluruhan ayat

Dalam ayat bacaan yang terdiri dari 3 pasal yaitu pasal 8, 9 dan 10, Nabi Yehezkiel mengisahkan penglihatannya Mengenai Allah yang melaksanakan hukuman yang telah disampaikan kepada kaum Israel dan Yehuda di dalam waktu-waktu sebelumnya. 

Bangsa Israel sebagian besar telah melupakan TUHAN, Allah mereka dan melakukan perbuatan yang keji dan menjijikkan di mata-Nya. Juga peringatan-peringatan akan hukuman Allah tidak diindahkan mereka.

Allah mengutus malaikat-Nya untuk memberi tanda bagi sebagian umat-Nya yang menangis melihat kejahatan bangsa Israel, yang menandakan mereka masih membenci kejahatan dan menjaga hidupnya sesuai dengan perintah Allah. Sementara perintah-Nya untuk memusnahkan orang-orang selain yang diberi tanda tersebut. Tragis sekali keadaan bangsa Israel. 

Puncak dari bacaan di atas, adalah di saat Allah dan kemuliaan-Nya meninggalkan rumah-Nya di Yerusalem dan kembali ke Surga. Inilah kesedihan yang sesungguhnya. Apa yang menjadi kengerian bagi umat manusia adalah di kala Ia tidak lagi dapat bersatu dengan umat-Nya, seperti ayat berikut:

Yehezkiel 8:6

Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat, yaitu perbuatan-perbuatan kekejian yang besar-besar, yang dilakukan oleh kaum Israel di sini, sehingga Aku harus menjauhkan diri dari tempat kudus-Ku? Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi.

Manusia di bumi ini sesungguhnya adalah mangsa yang empuk bagi kuasa kegelapan. Namun, karena kemuliaan Allah dan pagar yang diberikan-Nya, maka ia dapat terhindar dari segala serangan-serangan itu. Dari Yehezkiel 8:6 di atas, segala perbuatan bangsa Israel sudah keterlaluan, sehingga Allah Maha Kudus, tidak lagi dapat bersatu lagi dengan mereka.

Kalau kita ingat kisah Ayub, di mana Iblis tidak bisa menyakiti Ayub karena Allah membuat pagar sekelilingnya. Itu karena Allah berdiam dekat dengan Ayub yang berkenan bagi-Nya.

Sejenak kita mengenang kejadian Tuhan Yesus di kayu salib yang berteriak memanggil Bapa-Nya di Surga:

Matius 27:46

Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku

Kepedihan yang sangat dalam diucapkan Tuhan Yesus di kayu salib, di kala Allah Bapa dengan berat hati terpaksa meninggalkan Anak-Nya yang tunggal karena memikul dosa seluruh umat manusia karena Allah adalah Kudus adanya. 

Jadi jika kita pelajari inti dari firman Tuhan di atas secara keseluruhan adalah:

1. Hal yang terutama dalam hidup adalah menyediakan Bait Kudus tempat TUHAN, Allah kita berkenan berdiam di dalamnya. Tubuh kita adalah Bait Roh Kudus Allah yang harus dijaga kesuciannya setiap saat.

2. Jaga kekudusan dan ibadah penyembahan senantiasa di dalam Bait-Nya.

3. Waspada segala distraksi atau pengalihan perhatian kita dari Allah, yang dilakukan oleh kuasa-kuasa kegelapan yang memancing kedagingan kita.

4. Layanilah Allah dengan sukacita dan ketulusan yang murni, sehingga Allah dapat dimuliakan oleh semua orang.

5. Jadilah surat-surat Kristus yang dapat dibaca oleh semua orang, yaitu memberitakan perbuatan Kristus di dalam kehidupan kita, sehingga orang lain dapat dimenangkan bagi Kristus.

6. Nantikan kedatangan Sang Mempelai Agung kita, Anak Domba Allah yang akan datang menjemput kita. Senantiasa berjaga-jaga dengan memakai pakaian pesta yang layak untuk masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba Allah.

Demikianlah firman Tuhan hari ini, kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.

Yeremia 24:7

Amin.

Komentar