Yehezkiel 4:1-7:27 tentang "Allah Maha Adil dan penuh Kasih Sayang" Seri Nabi Besar by Febrian
03 Januari 2026
Yehezkiel 4:1-7:27 tentang "Allah Maha Adil dan penuh Kasih Sayang" Seri Nabi Besar
Yehezkiel 4:1-7:27 <-- Klik di sini untuk membaca seluruh ayat
Ayat bacaan di atas adalah nubuat-nubuat yang diberikan Tuhan kepada Nabi Yehezkiel, yang melambangkan penghakiman dan kehancuran yang akan menimpa Yerusalem dan seluruh Israel.
1. Lambang Pengepungan Kota Yerusalem (Yehezkiel 4)
Yehezkiel diperintahkan untuk melakukan beberapa tindakan simbolis untuk menggambarkan pengepungan dan penderitaan Yerusalem:
- Melukis kota Yerusalem di atas batu bata dan melambangkan pengepungan.
- Berbaring di sisi kiri selama 390 hari untuk menanggung hukuman kaum Israel. (Satu hari melambangkan satu tahun).
- Berbaring di sisi kanan selama 40 hari untuk menanggung hukuman kaum Yehuda.
- Memasak roti dengan jatah terbatas dari berbagai jenis biji-bijian, yang melambangkan kelangkaan makanan selama pengepungan. Awalnya diperintahkan menggunakan kotoran manusia kering sebagai bahan bakar, tetapi kemudian diizinkan menggunakan kotoran lembu. Hal ini menunjukkan bahwa orang Israel akan makan roti yang najis di tengah-tengah bangsa-bangsa lain saat pembuangan.
2. Lambang Nasib Penduduk Yerusalem (Yehezkiel 5)
Yehezkiel mencukur rambut dan janggutnya dan membaginya menjadi tiga bagian untuk melambangkan nasib penduduk kota:
- Sepertiga dibakar di tengah kota: Melambangkan mereka yang mati karena sampar dan kelaparan.
- Sepertiga ditetak dengan pedang di sekeliling kota: Melambangkan mereka yang tewas dimakan pedang.
- Sepertiga dihamburkan ke dalam angin: Melambangkan mereka yang dihamburkan ke semua penjuru angin, dan pedang akan menghunus di belakang mereka.
3. Nubuat Melawan Gunung-gunung Israel (Yehezkiel 6)
Tuhan menubuatkan kehancuran tempat-tempat ibadah berhala di gunung-gunung dan bukit-bukit:
- Bukit-bukit pengorbanan akan dibinasakan dan mezbah-mezbah dihancurkan.
- Mayat-mayat akan dicampakkan di hadapan berhala-berhala mereka.
4. Kesudahan Yerusalem Tiba (Yehezkiel 7)
Pasal ini berfokus pada pernyataan bahwa kesudahan Israel sudah tiba dan murka Tuhan akan dicurahkan:
- Tuhan akan menghakimi dan membalaskan kepada mereka selaras dengan tingkah laku mereka yang keji, tanpa belas kasihan.
- Malapetaka akan datang. Pedang ada di luar kota, dan sampar serta kelaparan ada di dalam.
- Emas dan perak yang mereka sombongkan dan gunakan untuk membuat patung dewa-dewa tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari kemurkaan TUHAN; bahkan dianggap cemar.
- Akan terjadi kegentaran di antara raja, pemimpin, dan penduduk negeri.
Secara keseluruhan, inilah pesan Tuhan yang disampaikan melalui nubuat Yehezkiel pasal 4 sampai 7. Tuhan menyingkapkan keadilan-Nya yang tegas terhadap pemberontakan umat-Nya, Israel dan Yehuda. Melalui perintah-perintah yang tidak lazim dan sangat berat, Tuhan memakai hidup Nabi Yehezkiel sendiri sebagai tanda peringatan yang hidup, agar umat memahami betapa seriusnya dosa yang telah mereka kumpulkan selama bertahun-tahun.
Tuhan menetapkan Yehezkiel untuk menanggung penderitaan simbolis selama 390 hari bagi Israel dan 40 hari bagi Yehuda, dengan prinsip satu hari mewakili satu tahun kesalahan mereka. Ia harus berbaring dalam keadaan terikat, bergerak sangat terbatas, dan hidup dari makanan yang ditakar dengan ketat serta dimasak dengan cara yang najis. Semua ini menggambarkan penderitaan panjang, kelaparan, tekanan batin, dan kenajisan yang akan dialami bangsa itu ketika mereka hidup dalam pembuangan di tengah bangsa-bangsa lain.
Gambaran ini berbicara kuat bagi kehidupan masa kini. Dosa yang dibiarkan dan diulang-ulang tidak pernah berakhir tanpa akibat. Seseorang yang terikat oleh dosa sering kali perlahan kehilangan kebebasan batin, relasi menjadi sempit, dan hidup dipenuhi hasil keputusan yang pahit. Ia “memakan” konsekuensi dari pilihannya sendiri, sedikit demi sedikit, hingga merusak seluruh arah hidupnya.
Tindakan simbolis berikutnya adalah ketika Yehezkiel mencukur rambut dan janggutnya, lalu membaginya menjadi tiga bagian. Ini melukiskan nasib penduduk Yerusalem: sepertiga akan mati oleh sampar dan kelaparan di dalam kota, sepertiga akan tewas oleh pedang, dan sepertiga lagi akan tercerai-berai ke segala penjuru. Hukuman ini dijatuhkan karena Yerusalem, sebagai umat yang telah mengenal Tuhan, justru hidup lebih jahat daripada bangsa-bangsa di sekelilingnya. Di sini tampak prinsip yang serius: semakin besar terang yang diterima, semakin besar pula tanggung jawab moralnya. Tuhan tidak menutup mata terhadap umat-Nya sendiri. Penghakiman-Nya dimulai dari rumah-Nya.
Nubuat kemudian diarahkan kepada gunung-gunung Israel, yang melambangkan bukit-bukit pengorbanan tempat penyembahan berhala berlangsung. Tuhan menyatakan bahwa mezbah-mezbah itu akan dihancurkan dan berhala-berhala dipermalukan. Dalam konteks zaman ini, berhala tidak selalu berbentuk patung. Apa pun yang mengambil tempat Tuhan di hati manusia—uang, karier, kekuasaan, atau rasa aman palsu—dapat menjadi berhala. Tidak jarang Tuhan mengizinkan krisis, kehilangan, atau kegoncangan hidup sebagai cara-Nya meruntuhkan berhala-berhala itu, supaya mereka yang luput dari kehancuran akhirnya kembali mengingat Tuhan dan bertobat.
Akhirnya, Tuhan menyatakan dengan tegas bahwa kesudahan Israel telah tiba. Kelaliman dan keangkuhan mereka mencapai batasnya. Penekanan yang kuat diberikan pada kegagalan harta kekayaan. Emas dan perak yang mereka banggakan, bahkan yang digunakan untuk membuat berhala-berhala yang menjijikkan, sama sekali tidak mampu menyelamatkan mereka pada hari murka TUHAN. Kekayaan itu tidak memberi kepuasan sejati dan tidak sanggup melindungi mereka. Pesan ini tetap relevan sampai hari ini: pada saat krisis besar, saat kematian, atau pada hari kedatangan Kristus, semua ukuran keamanan dan keberhasilan duniawi akan kehilangan nilainya. Yang tersisa hanyalah hubungan manusia dengan Tuhan yang hidup.
TUHAN itu adil
dalam segala jalan-Nya,
dan penuh kasih setia
dalam segala perbuatan-Nya.
Ulangan 32:4b (TB)
Amin.

Komentar
Posting Komentar