Yehezkiel 37 "Semangat yang kering dipulihkan kembali" Seri Nabi Besar by Febrian

27 Januari 2026

Image By Freepik.com

Yehezkiel 37 "Semangat yang kering dipulihkan kembali" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan melihat karya Allah memulihkan bangsa Israel yang semangatnya kering bagaikan tulang belulang yang tergeletak di seluruh lembah. Kiranya Allah berkenan memberikan hikmat dan pengetahuan-Nya agar kita dapat memahami arti firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

Yehezkiel 37:1-28 [BIMK-LAI]

Lembah tulang-tulang kering 

Aku merasakan kuasa TUHAN, dan Roh-Nya membawa aku menuruni lembah yang penuh dengan tulang-tulang. Aku dituntun TUHAN berkeliling-keliling di lembah itu, dan kulihat bahwa di seluruh lembah itu berserakan tulang-tulang yang amat banyak dan kering sekali.

TUHAN bertanya kepadaku, 

"Hai manusia fana, dapatkah tulang-tulang ini hidup kembali?" 

Aku menjawab, "TUHAN Yang Mahatinggi, hanya Engkaulah yang tahu." 

Lalu TUHAN menyuruh aku menyampaikan pesan-Nya kepada tulang-tulang yang kering itu,

"Aku TUHAN Yang Mahatinggi meniupkan napas ke dalam dirimu supaya kamu hidup kembali. Kutaruh urat dan daging padamu serta Kubalut kamu dengan kulit. Kamu akan Kuberi napas sehingga hidup. Maka tahulah kamu bahwa Akulah TUHAN."

Lalu aku Yehezkiel berbicara kepada tulang-tulang itu sesuai dengan perintah TUHAN. Dan sedang aku berbicara itu, kudengar suara berderak-derak, karena tulang-tulang itu mulai bersambung satu dengan yang lain. 

Sementara aku memperhatikannya, tulang-tulang itu mulai berurat dan berdaging, lalu berkulit juga tetapi tubuh-tubuh itu belum bernapas. 

Allah berkata kepadaku, 

"Hai manusia fana, bicaralah kepada angin. Katakanlah bahwa Aku, TUHAN Yang Mahatinggi memerintahkan kepadanya supaya datang dari segala arah, untuk meniupkan napas ke dalam tubuh-tubuh yang mati itu sehingga mereka hidup kembali."

Maka aku berbicara sesuai dengan perintah TUHAN dan angin pun meniupkan napas ke dalam tubuh-tubuh itu lalu mereka hidup dan berdiri. Jumlah mereka sangat banyak, cukup untuk membentuk kesatuan tentara yang besar. 37:11 Allah berkata kepadaku, 

"Hai manusia fana, tulang-tulang ini melambangkan bangsa Israel. Mereka mengeluh bahwa mereka kering, tanpa harapan dan tanpa hari depan. 

Sebab itu meramallah kepada umat-Ku Israel itu bahwa Aku, TUHAN Yang Mahatinggi akan membuka kuburan mereka. Aku akan mengeluarkan mereka dari situ dan mengembalikan mereka ke tanah Israel. Setelah Aku melakukan semuanya itu, umat-Ku akan tahu bahwa Akulah TUHAN. 

Aku akan meniupkan napas dalam diri mereka untuk menghidupkan mereka, lalu mereka Kumungkinkan tinggal di negerinya sendiri. Maka tahulah mereka bahwa Akulah TUHAN. Aku TUHAN telah berbicara dan pasti akan melaksanakannya." 

Yehuda dan Israel menjadi satu kerajaan lagi 

TUHAN berkata lagi kepadaku, 

"Hai manusia fana, ambillah sebuah tongkat dan tulislah kata-kata ini di atasnya, 'Kerajaan Yehuda'. 

Lalu ambil sebuah tongkat yang lain, dan tulislah di atasnya: 'Kerajaan Israel'. 

Kemudian peganglah kedua tongkat sedemikian rupa sehingga ujung-ujungnya bergabung dan menjadi satu tongkat. 

Bila bangsamu menanyakan artinya, katakanlah kepada mereka, bahwa Aku, TUHAN Yang Mahatinggi akan mengambil tongkat yang melambangkan Israel dan menggabungkannya dengan tongkat yang melambangkan Yehuda. 

Kedua tongkat itu akan Kujadikan satu dan Kupegang dalam tangan-Ku. Peganglah kedua tongkat itu dan perlihatkanlah kepada bangsa itu. 

Lalu katakanlah kepada mereka bahwa 

  1. Aku, TUHAN Yang Mahatinggi akan mengambil seluruh bangsa-Ku dari negeri-negeri ke mana mereka telah pergi. Mereka akan Kukumpulkan dan Kubawa kembali ke negeri mereka sendiri. Mereka akan Kujadikan satu bangsa di tanah itu, di pegunungan Israel. Mereka akan diperintah oleh satu raja, dan tidak akan lagi terpecah menjadi dua bangsa atau kerajaan. 
  2. Mereka tidak akan menajiskan diri lagi dengan berbuat dosa dan menyembah berhala-berhala yang menjijikkan. Aku akan membebaskan mereka dari semua penyelewengan yang membuat mereka mengkhianati Aku. Aku akan menyucikan mereka; mereka akan menjadi umat-Ku, dan Aku Allah mereka. 
  3. Mereka akan dipersatukan di bawah seorang raja seperti raja Daud yang akan memerintah untuk selama-lamanya. Dengan setia mereka akan mentaati hukum-hukum-Ku. Dan untuk selama-lamanya mereka serta keturunan mereka akan mendiami tanah itu, tanah yang Kuberikan kepada Yakub dan didiami oleh nenek moyang mereka. 
  4. Aku akan membuat suatu perjanjian dengan mereka yang menjamin keamanan mereka sampai kekal. Aku akan memberkati dan menambah jumlah mereka. 
  5. Di tanah mereka akan Kubangun Rumah-Ku yang tetap di sana untuk selama-lamanya. Aku akan tinggal bersama mereka, Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka umat-Ku. Bila Rumah-Ku sudah berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya, maka tahulah bangsa-bangsa lain bahwa Aku, TUHAN, telah memilih Israel menjadi umat-Ku sendiri."

Apa makna dari firman Tuhan tersebut:

1. Kelahiran baru

Ini adalah titik balik pemulihan yang akan segera dilaksanakan oleh Allah, bagi bangsa Israel. Setelah perjalanan panjang penghukuman bangsa Israel di tanah pembuangan dan di seluruh dunia, bangsa Israel yang mengeluh bahwa semangat mereka telah kering, bagaikan tulang belulang, maka Allah mengumpulkan mereka dari segala penjuru dunia.

Jadi Allah telah melihat bahwa waktunya telah tiba untuk memulihkan umat-Nya dengan mengumpulkan mereka dari segala tempat di mana mereka diserakkan. Bagaikan tulang-belulang yang terserak di padang gurun, mereka akan dibangun kembali dengan urat yang baru dan kulit yang baru, menjadi tentara besar yang gagah dan perkasa kembali. Roh Allah ditiupkan kembali ke dalam bangunan tubuh yang baru. Bukan yang lama. Kerajaan Israel (Samaria) dan Kerajaan Yehuda (Yerusalem), akan dipersatukan kembali oleh Allah, mereka tidak akan lagi berperang, melainkan akan menjadi satu, bukan lagi dua kerajaan. Inilah gambaran tubuh yang dilahirkan kembali. Tulang mereka tetap sama, tetapi dibangun kembali menjadi suatu ciptaan yang baru.  

Dengan kita melihat ini, maka dapat kita memahami konsep Allah tentang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bahwa "tulang" atau "kerangka" dari setiap umat-Nya tetap sama, tetapi daging dan kulitnya dilahirkan kembali menjadi suatu ciptaan baru, bahkan diberikan roh yang baru. Semuanya itu dirangkai Allah menjadi suatu ciptaan yang telah disucikan dan dikuduskan. Berbeda dari ciptaan yang lama yang sudah rusak.

2. Allah memberi seorang pemimpin yang seperti Daud

Bangsa Israel yang telah tegak berdiri bagaikan tentara yang besar dengan tubuh yang baru dan roh yang baru, akan mempunyai seorang pemimpin besar yang akan memimpin mereka dengan gagah perkasa bagaikan raja Daud. 

Pemimpin itu akan memimpin mereka dengan takut akan Allah dan memimpin bangsa itu dalam Takut akan Allah, di mana Ia sendiri akan menjadi Imam Perantara bagi mereka dan Allah di Surga. Dengan setia bangsa itu akan mentaati hukum-hukum Allah, dan untuk selama-lamanya mereka serta keturunan mereka akan mendiami tanah yang Allah berikan kepada Yakub dan didiami oleh nenek moyang mereka. 

3. Perjanjian Baru

Allah akan menjadikan segalanya baru, yaitu Allah akan mengadakan suatu perjanjian yang baru dengan umat-Nya, yang menjamin keamanan mereka sampai kekal. Allah akan memberkati dan menambah jumlah mereka. 

Di tanah mereka akan Allah akan membangun Rumah-Ku yang tetap di sana untuk selama-lamanya. Allah sendiri akan tinggal bersama mereka dan akan menjadi Allah mereka sehingga mereka menjadi umat-Nya. Jadi tujuan Allah adalah jika Rumah-Nya sudah berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya, maka bangsa-bangsa lain juga akan menyadari bahwa TUHAN, Allahnya telah memilih bangsa Israel sebagai umat-pilihan-Nya sendiri.

Jadi dari Yehezkiel 37 tersebut di atas, kita bisa menyaksikan betapa Kasih Allah yang tidak terhingga kepada bangsa Israel. Mereka yang sudah banyak berdosa dan bahkan melawan Allah, terpaksa dihukum, dibuang ke tempat musuh, namun pada akhirnya dijemput-Nya sendiri, kembali dari Pembuangan dan dikumpulkan menjadi satu bangsa yang utuh, menjadi suatu ciptaan baru di hadapan-Nya. Bukan hanya itu, Allah juga mengadakan suatu perjanjian yang baru dengan umat-Nya, yaitu TUHAN akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya yang tinggal bersama. Inilah keindahan hidup sebagai umat Allah, yaitu memiliki Allah Yang Maha Baik, yang menghukum anak-Nya bukan untuk memuaskan amarah-Nya, melainkan mendidik dan menjadikan mereka umat yang taat dan setia dengan tulus ikhlas bukan dengan terpaksa lagi.   

Yeremia 31:31

Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda.

Jadi firman yang dinubuatkan oleh Nabi Yeremia di zamannya, telah dikuatkan lagi dengan penyataan Nubuat Nabi Yehezkiel ini.

Dalam Yehezkiel 37 di atas, Allah berbicara tentang pemulihan Israel dan janji akan seorang pemimpin seperti Daud. Banyak teolog lintas abad memahami bahwa janji ini wujudnya ada di dalam diri Kristus Yesus, bukan dengan menghapus bangsa Israel jasmani, tetapi dengan memperluas umat perjanjian Allah melalui iman kepada Mesias.

Ayat firman Tuhan yang paling jelas dan sering dijadikan dasar bahwa orang yang percaya kepada Kristus termasuk dalam umat perjanjian Allah adalah 

Galatia 3:29

“Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.”

Ayat ini sangat penting karena rasul Paulus dengan tegas menyatakan bahwa keanggotaan dalam umat perjanjian Allah tidak lagi ditentukan oleh garis darah, melainkan oleh hubungannya dengan Kristus. Menurut rasul Paulus, janji Allah kepada Abraham, yang menjadi akar identitas bangsa Israel sebagai umat-Nya, telah diperluas menjadi semua orang yang berada “di dalam Kristus”.

Efesus 2:12–13 dan 19.

“Sebab di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu ‘jauh’, sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.”

Di sini rasul Paulus tidak mengatakan bahwa bangsa Israel dibatalkan, tetapi bahwa orang-orang bukan Yahudi namun percaya kepada Kristus, menjadi masuk ke dalam keluarga Allah juga. Bahasa yang dipakai adalah bahasa perjanjian, bukan penggantian.

Rasul Paulus juga memakai gambaran pohon zaitun dalam Roma 11:17 untuk menjelaskan hal ini. “Sebagian dari cabang-cabang itu telah dipatahkan, dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah.”

Israel tetap digambarkan sebagai pohon yang sama, tetapi Allah mencangkokkan orang-orang beriman dari bangsa lain ke dalamnya. Ini sejalan dengan gambaran Yehezkiel 37 tentang satu umat, satu gembala, dan satu perjanjian damai.

Jadi Allah mengajar kita, bahwa semua orang yang percaya kepada Kristus Yesus menjadi bagian dari umat perjanjian Allah, menerima janji yang dahulu diberikan kepada Israel, dan hidup di bawah kepemimpinan Mesias keturunan Daud. Inilah yang oleh banyak teolog disebut sebagai “Israel rohani”, bukan sebagai bangsa pengganti, tetapi sebagai umat yang dipersatukan kembali di dalam Kristus.

Dengan demikian, Yehezkiel 37 tidak berhenti pada kebangkitan nasional Israel, tetapi menunjuk lebih jauh pada karya Kristus yang menghidupkan kembali umat Allah dari segala bangsa, menjadi satu kawanan dengan satu Gembala.

Lukas 22:19-20

Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu."

Jadi jelas sekarang, bahwa Perjanjian Baru itu dimulai pada saat Kristus Yesus mencurahkan darah-Nya dan kita meminum darah itu sebagai tanda perjanjian baru antara Allah dengan kita. Karena itu, berikut ini adalah sikap hati umat Allah yang berkenan kepada-Nya:

1. Rendah hati

Sebagai Israel rohani yang dicangkokkan ke dalam umat perjanjian Allah, hal pertama yang ditekankan Firman Tuhan adalah hidup dalam kerendahan hati. Rasul Paulus menegaskan dalam Roma 11:20 bahwa cabang yang dicangkokkan tidak boleh menjadi sombong, sebab kita berdiri bukan oleh kehebatan diri, melainkan oleh iman. Sikap ini penting, karena kejatuhan Israel di masa Yehezkiel berakar pada kesombongan rohani dan ketidaktaatan, dan hal itu tidak boleh terulang dalam hidup orang percaya masa kini.

2. Taat pada firman Allah

Allah menghendaki ketaatan yang nyata, bukan hanya pengakuan iman. Dalam Yehezkiel 36 dan 37, Allah berjanji memberi hati yang baru dan Roh yang baru supaya umat-Nya hidup menurut ketetapan-Nya. Hidup yang berkenan kepada Allah tidak ditentukan oleh latar belakang rohani atau label iman, tetapi oleh kesediaan untuk berjalan dalam kehendak-Nya setiap hari. Yesus sendiri menegaskan bahwa orang yang mengasihi Dia akan menuruti perintah-Nya.

3. Hidup dalam kekudusan

Sebagai Israel rohani, umat Allah dipanggil untuk memancarkan kekudusan Allah di tengah dunia. Dalam Yehezkiel 36, Allah menyatakan bahwa Ia memulihkan umat-Nya demi nama-Nya yang kudus, supaya bangsa-bangsa mengenal siapa Allah yang benar. Karena itu, kehidupan orang percaya seharusnya menjadi kesaksian, bukan batu sandungan, baik melalui perkataan, perbuatan, maupun sikap hati.

4. Mengandalkan kekuatan Allah

Firman Tuhan mengajar agar umat yang dicangkokkan ini tetap tinggal di dalam Kristus sebagai Gembala Agung. Dalam Yohanes 15, Yesus memakai gambaran pokok anggur dan ranting. Ranting hanya dapat berbuah jika tetap melekat. Kehidupan rohani tidak dapat dipertahankan dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan relasi yang terus dijaga melalui doa, firman, dan ketaatan.

5. Hidup dalam pengharapan dan setia sampai akhir

Alkitab menekankan hidup dalam pengharapan dan kesetiaan sampai akhir. Yehezkiel 37 berbicara tentang pemulihan yang dikerjakan Allah dari awal sampai akhir. Keselamatan adalah anugerah, tetapi kesetiaan adalah panggilan. Allah mencari umat yang setia berjalan bersama-Nya, bukan hanya di awal iman, tetapi sampai tujuan-Nya digenapi.

Jadi kesimpulan dari Yehezkiel 37, Allah menghendaki setiap orang—baik Israel secara jasmani maupun Israel secara rohani—hidup rendah hati, taat, kudus, melekat kepada Kristus, dan setia sampai akhir.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

2 Korintus 5:17
Amin.

Komentar