Yehezkiel 36 Tentang "Allah Memulihkan dan Menguduskan Umat-Nya" Seri Nabi Besar by Febrian
26 Januari 2026
Image by Nano Banana Pro dari Gemini AIYehezkiel 36 Tentang "Allah Memulihkan dan Menguduskan Umat-Nya" Seri Nabi Besar
Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai rancangan Allah untuk menyelamatkan dan memulihkan serta menguduskan bangsa Israel umat pilihan Allah. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.
Yehezkiel 36 <-- Klik di sini untuk membaca seluruh ayat
Nabi Yehezkiel menyampaikan firman Tuhan ini ketika bangsa Israel masih hidup dalam pembuangan di Babel. Tanah mereka telah rusak, kota-kota hancur, dan nama Tuhan menjadi bahan ejekan bangsa-bangsa lain. Orang-orang Israel sendiri merasa putus asa, malu, dan kehilangan harapan. Dalam keadaan seperti inilah Allah berbicara, bukan hanya kepada umat-Nya, tetapi juga kepada “gunung-gunung Israel”, sebagai lambang tanah perjanjian yang telah diinjak-injak musuh.
Masalah utama yang disorot Tuhan bukan hanya kehancuran negeri Israel, tetapi rusaknya nama-Nya di mata bangsa-bangsa. Orang-orang di sekitar Israel melihat kehancuran itu lalu berkata bahwa Allah Israel tidak mampu melindungi umat-Nya. Karena itu, dalam pasal ini Allah menegaskan bahwa Ia akan bertindak, bukan karena Israel layak, tetapi demi memulihkan kekudusan nama-Nya sendiri.
John Calvin, D.Th., dalam Commentaries on the Prophet Ezekiel (1565), menekankan bahwa Allah sengaja menegaskan “bukan karena kamu” untuk menghancurkan kesombongan rohani Israel. Menurut Calvin, pemulihan ini murni tindakan kasih karunia Allah, agar manusia tidak memegahkan diri, melainkan belajar takut dan hormat kepada Tuhan.
Allah berjanji akan memulihkan tanah Israel, membuatnya kembali subur, dan mengembalikan umat-Nya dari bangsa-bangsa. Namun inti pasal ini bukan sekadar pemulihan lahiriah. Tuhan menyatakan bahwa masalah terdalam Israel adalah hati mereka. Mereka memiliki hukum Taurat, tetapi hati mereka keras dan najis. Karena itu Allah berjanji memberikan hati yang baru dan roh yang baru.
Daniel I. Block, Ph.D., dalam The Book of Ezekiel, Chapters 25–48 (1998), menjelaskan bahwa janji “hati yang baru” dan “roh yang baru” menunjukkan perubahan dari dalam, bukan sekadar perbaikan perilaku. Menurut Block, Allah tidak menuntut ketaatan tanpa terlebih dahulu memberi kemampuan untuk taat.
Janji penyucian dengan “air yang jernih” menunjukkan bahwa Allah sendiri yang membersihkan kenajisan umat-Nya, baik dari dosa, penyembahan berhala, maupun sikap hidup yang menentang kehendak-Nya. Israel tidak diminta membersihkan diri lebih dahulu, tetapi dibersihkan agar sanggup hidup benar.
Walther Eichrodt, Ph.D., dalam Ezekiel: A Commentary (1970), menyatakan bahwa pemulihan batin ini adalah inti perjanjian baru yang dinyatakan melalui nabi Yehezkiel. Menurut Eichrodt, ketaatan yang sejati hanya mungkin jika Allah memimpin manusia dari dalam, bukan hanya melalui perintah dari luar.
Pesan Allah bagi Israel dan Yehuda pada zaman itu sangat jelas. Kehancuran yang mereka alami adalah akibat dosa mereka sendiri, tetapi masa depan mereka tidak ditentukan oleh kegagalan itu. Allah sanggup memulihkan, asalkan mereka belajar rendah hati dan mengakui bahwa hidup mereka bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.
Pelajaran penting bagi kehidupan sekarang adalah bahwa Allah tidak hanya tertarik pada penampilan luar atau keberhasilan lahiriah. Ia melihat hati manusia. Perubahan hidup yang sejati tidak dimulai dari tekad manusia, tetapi dari pekerjaan Allah di dalam batin. Ketika Allah memberi hati yang baru, barulah manusia sanggup hidup sesuai kehendak-Nya.
Sikap yang dikehendaki Tuhan adalah kerendahan hati, pertobatan yang sungguh, dan kesediaan dibentuk dari dalam. Pasal ini mengajar bahwa pemulihan rohani selalu dimulai dari Allah, tetapi menuntut respons hidup yang taat dan bersyukur dari manusia.
Aku akan memulihkan keadaan mereka,
Aku akan mengasihani mereka,
dan Aku akan membawa mereka kembali,
masing-masing ke tanah pusakanya.
Yeremia 12:15
Amin.

Komentar
Posting Komentar