Yehezkiel 24 tentang "Kuali yang berkarat" Seri Nabi Besar by Febrian

17 Januari 2026

Image by Freepik.com and modified by GeminiAI

Yehezkiel 24 tentang "Kuali yang berkarat" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai__. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

Yehezkiel 24:1-27

Lambang kuali yang berkarat

Pada tahun kesembilan, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah firman TUHAN kepadaku: 

"Hai anak manusia, tuliskanlah tanggal hari ini, ya, tanggal hari ini. Pada hari ini juga raja Babel mulai menyerang Yerusalem. Ucapkanlah suatu perumpamaan kepada kaum pemberontak dan katakanlah kepada mereka: 

Beginilah firman Tuhan ALLAH: 

  1. Taruhlah kuali di atas api, 
  2. taruhlah, dan tuanglah juga air ke dalamnya; 
  3. taruhlah potongan daging di dalamnya, semua potongan yang baik, paha dan punggungnya; 
  4. penuhilah itu dengan tulang-tulang pilihan. 
  5. Ambillah domba yang terpilih, dan 
  6. susunlah juga kayu di bawahnya, 
  7. biarlah masakan itu mendidih dan tulang-tulangnya turut empuk di dalamnya. 
Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: 

Celakalah kota yang 

  1. penuh hutang darah, 
  2. kuali yang berkarat di dalamnya dan 
  3. karatnya tidak hilang dari padanya! 
Keluarkan potong demi potong dari dalamnya tanpa memilih-milih. Sebab darah yang dicurahkannya masih terdapat di tengah-tengahnya; ia mencurahkannya di atas bukit batu yang gundul. Ia tidak mencurahkannya di atas tanah, supaya ditutupinya dengan tanah. 

Demi amarah yang timbul dan rasa pembalasan yang bangkit Aku akan mencurahkan darahnya sendiri ke atas bukit batu yang gundul supaya jangan ditutupi. 

Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: 

  1. Celakalah kota yang penuh hutang darah! Aku juga hendak memperbesar pancakanya. 
  2. Susunlah banyak kayu, 
  3. nyalakan api, 
  4. biarlah dagingnya masak betul, 
  5. buanglah kuahnya dan 
  6. biarlah tulang-tulangnya hangus. 
Letakkanlah periuk itu kosong di atas bara api, supaya itu dibakar dan tembaganya menjadi merah, sehingga kotorannya hancur di dalamnya dan karatnya hilang. Aku bersusah payah dengan sia-sia, sebab karatnya yang tebal tidak mau hilang dari padanya, biar dalam api. 

Oleh karena engkau menajiskan dirimu dengan kemesumanmu, dan Aku ingin mentahirkan engkau, tetapi engkau tidak menjadi tahir dari kenajisanmu, maka engkau tidak akan ditahirkan lagi, sampai Aku melampiaskan amarah-Ku atasmu. Aku, TUHAN, yang mengatakannya. 

Hal itu akan datang, dan Aku yang akan membuatnya. Aku tidak melalaikannya dan tidak merasa sayang, juga tidak menyesal. Aku akan menghakimi engkau menurut perbuatanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

Kematian isteri Yehezkiel sebagai lambang kejatuhan Yerusalem

Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 

"Hai anak manusia, lihat, Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata. Diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian; lilitkanlah destarmu dan pakailah kasutmu, jangan tutupi mukamu dan jangan makan roti perkabungan." 

Pada paginya aku berbicara kepada bangsa itu dan pada malamnya isteriku mati. Pada pagi berikutnya aku melakukan seperti diperintahkan kepadaku. 

Maka bangsa itu berkata kepadaku: "Tidakkah engkau bersedia memberitahukan kepada kami, apa artinya ini bagi kami, bahwa engkau melakukan demikian?" 

Lalu kujawab mereka: 

"Firman TUHAN sudah datang kepadaku: 

Katakanlah kepada kaum Israel: 

Beginilah firman Tuhan ALLAH: 

Sesungguh-sungguhnya Aku akan menajiskan tempat kudus-Ku, kekuasaanmu yang kaubanggakan, kenikmatan bagi matamu dan bagi jiwamu; dan anak-anakmu lelaki dan perempuan yang kamu tinggalkan akan mati rebah oleh pedang. 

Kamu akan melakukan seperti yang kulakukan: 

Mukamu tidak akan kamu tutupi dan roti perkabungan tidak akan kamu makan, kepalamu pakai destar dan kakimu pakai kasut; dan kamu tidak akan meratap atau menangis. Tetapi kamu akan hancur lebur dalam hukumanmu, dan kamu akan mengeluh seorang kepada yang lain. Demikianlah Yehezkiel menjadi lambang bagimu; tepat seperti yang dilakukannya kamu akan lakukan. Kalau itu sudah terjadi maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan ALLAH. 

Dan engkau, anak manusia, bukankah begini akan terjadi? Pada hari Aku mengambil dari mereka benteng mereka, perhiasannya yang menggirangkan hatinya, kenikmatan matanya dan yang dirindukan jiwanya, anak-anak mereka lelaki dan perempuan, pada hari itu juga akan datang seorang yang terluput membawa berita kepadamu. 

Pada hari itu mulutmu akan terbuka dan engkau akan berbicara kepada orang yang terluput itu dan tidak lagi tetap bisu. Dengan demikian engkau menjadi lambang bagi mereka dan mereka akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN."

Dari firman Tuhan kepada bangsa Israel, disampaikan oleh Nabi Yehezkiel dalam dua bagian, yaitu tentang Kuali yang berkarat dan kematian istri Nabi Yehezkiel.

1. Kuali yang berkarat

Allah memberikan perumpamaan tentang Kuali berisi daging yang dimasak hingga tulangnya menjadi empuk. Artinya durasi memasaknya pasti sangat lama kalau bisa hingga melunakkan tulang, mengingat memasaknya di atas kayu, bukan kompor gas dengan panci presto. Bahkan, tidak sampai di situ saja, Kuali nya pun akan dibakar di atas api tujuannya adalah supaya karatnya hilang, namun tetap karatnya tidak mau hilang. Menggambarkan apa perumpamaan ini?

Bangsa Israel telah melakukan perbuatan yang jahat dengan menumpahkan banyak darah dari persembahan-persembahan mereka kepada berhala-berhala. Hal itu dapat kita lihat dalam Yehezkiel 20:31. Perbuatan mereka sangat mengerikan, seperti orang yang kerasukan setan dan tidak pernah mengenal Allah. 

Beginilah arti dari perumpamaan Allah di mana mereka akan di'rebus' di dalam Kuali penderitaan karena perbuatan mereka yang jahat. Kuali yang dibakar hingga tembaganya merah, namun tetap karatnya tidak mau hilang, menggambarkan bangsa Israel yang telah dimasukkan ke dalam penderitaan yang hebat, namun mereka tetap tidak mau bertobat dan berbalik dari jalannya yang jahat. 

Dalam kehidupan ini, mungkin Allah pernah mengizinkan seseorang mengalami kesusahan, penderitaan, kemalangan, musibah, mara bahaya, dijahati orang dsb, yang semuanya itu rasanya adalah hukuman dari-Nya. Mungkin sejenak ia menyerah kalah, merenung, namun bukannya terus bertobat, melainkan malahan protes dan melakukan tindakan yang menyedihkan, yaitu lari kepada kuasa-kuasa kegelapan. Orang itu bisa jadi mendapatkan solusi dan kelegaan sesaat. Namun ingatlah, bahwa Iblis tidak pernah bekerja Gratisan (The Devil never works for free). Iblis yang memberikan solusi itu pasti meminta tumbal yang pada akhirnya menyebabkan kehancuran yang lebih dalam lagi. Inilah yang membuat Allah murka dengan sangat hebat.

Demikianlah Allah sudah sangat murka dan menggambarkannya lagi dalam perumpamaan yang kedua.

2. Kematian istri Nabi Yehezkiel yang tidak boleh diratapi kematiannya

Allah mengatakan bahwa sebentar lagi Nabi Yehezkiel akan kehilangan istri yang sangat dikasihinya, namun Ia sama sekali tidak boleh menangis dan meratapi kepergian istrinya itu. Allah mempergunakan suatu hal yang sangat ekstrim dan sekaligus 'ujian' iman dari Nabi Yehezkiel, bahwa dalam menjalankan misinya, Allah malahan mengambil istri yang dikasihinya, bahkan untuk dijadikan perumpamaan dalam rangka menegur bangsa Israel. 

Sekali ini, bertepatan dengan istri Nabi Yeremia yang meninggal dunia, Allah memakainya sebagai perumpamaan teguran bagi bangsa Israel. Dalam masa 'perkabungan' istrinya itu, sang Nabi tidak diizinkan Allah menangis, meratap atau menangisi istrinya sama sekali. Mungkin ini adalah ujian yang kedua, yang diberikan Allah bagi Nabi Yehezkiel. Allah menyatakan sikap hati-Nya yang tidak akan bersedih walaupun melihat bangsa itu dihancurkan, karena sikap hati bangsa yang tegar tengkuk dan lalim.

Dari keseluruhan pasal 24 ini, dapat kita ambil beberapa pelajaran penting, sebagai berikut: Jangan keraskan hati jika mengalami teguran Allah

Kehidupan yang tidak nyaman, atau mungkin mengalami gejolak atau badai kehidupan, bisa jadi adalah warning atau peringatan yang diberi Allah agar segera bertobat dan berbalik dari jalan yang jahat. Itu sesungguhnya masih merupakan 'Grace Period' dari Allah. Jangan keraskan hati dan minta ampun lah kepada Allah, agar Ia berkenan memulihkan kehidupan kita. 

Ingatlah bahwa kuasa kegelapan itu bekerja secara Incorporated, artinya bekerja bukan secara liar atau acak, melainkan terstruktur, terkoordinasi, memiliki sistem, pembagian peran, dan tujuan bersama. Kesaksian dalam Alkitab, mengatakan bahwa kejahatan rohani tidak bekerja sendirian atau spontan. Kita ingat Paulus pernah membahas tentang “pemerintah-pemerintah”, “penguasa-penguasa”, “penghulu-penghulu dunia yang gelap ini”, dan “roh-roh jahat di udara” (Efesus 6:12). Istilah-istilah itu menunjukkan adanya tatanan, hirarki, dan koordinasi. Kejahatan tidak sekadar tindakan individual, tetapi sebuah sistem yang saling terhubung.

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa sehari-hari, “bekerja secara incorporated” berarti kuasa kegelapan menanamkan pengaruhnya melalui banyak jalur sekaligus. Kuasa itu bisa hadir dalam pola pikir, budaya, sistem ekonomi, politik, hiburan, bahkan dalam kebiasaan keseharian kita yang dianggap normal. Tidak selalu tampak sebagai dosa besar yang mencolok, tetapi sering bermula dengan suatu 'kompromi' kecil yang tidak disadari terus dilakukan berulang-ulang. Juga adanya pergeseran perlahan dari nilai atau norma susila, serta 'ambigu' dalam melaksanakan suatu kebenaran. 

Jadi kuasa kegelapan bekerja secara sistemik dan terstruktur, hingga orang yang terlibat di dalamnya tidak akan sadar ia sesungguhnya sedang melawan Allah. Alkitab memberi contoh konkret tentang hal ini. Dalam Kejadian 11, menara Babel bukan sekadar proyek manusia, tetapi usaha dari kuasa kegelapan yang terorganisir dalam rangka agar Manusia memuliakan dirinya sendiri, dan tanpa sadar mereka telah menyingkirkan Allah dari kehidupan mereka. 

Dalam kitab Daniel, sistem kerajaan Babel, Media-Persia, Yunani, dan Roma digambarkan sebagai kuasa politik yang sebetulnya memiliki sisi gelap di baliknya. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus Kristus menyebut Iblis sebagai “penguasa dunia ini”, menunjuk pada pengaruhnya yang terlembaga dalam sistem Dunia. Makna rohaninya sangat penting, yaitu Kejahatan akan berdampak lebih berbahaya, ketika ia dikerjakan dengan rapi, bergerak sesuai hukum, dan praktiknya terlihat wajar. Hingga suatu saat ketika segala perbuatan dosa sudah menyatu dalam sistem sosial, maka orang tidak akan lagi bertanya mengenai kebenaran, melainkan hanya akan mempertimbangkan apakah tindakannya itu efektif, menguntungkan, atau diterima umum. Di titik inilah kuasa kegelapan bekerja paling efektif, karena ia tidak memaksa, melainkan membentuk lingkungan yang mendorong manusia menjauh dari kehendak Tuhan.

Akan tetapi Allah telah jauh sebelumnya melihat kecenderungan hal itu. Sesungguhnya di dalam Alkitab Allah telah memberikan berbagai-bagai peringatan. Bahkan Kuasa Allah dalam Roh Kebenaran yang jauh lebih kuat juga bekerja secara rohani. Roh Kudus Allah bekerja dengan teratur, tenang penuh damai sejahtera dan dilengkapi dengan otoritas dan kuasa yang jauh lebih tinggi dari apapun di alam semesta ini. 

Tuhan Yesus Kristus datang ke dalam dunia, bukan hanya untuk mengampuni dosa pribadi demi pribadi, namun sesungguhnya juga mau meruntuhkan seluruh “pekerjaan-pekerjaan Iblis” di dunia, serta membongkar sistem kegelapan itu hingga ke akar-akarnya. Salib Kristus bukan sekadar 'simbol penderitaan', melainkan simbol kemenangan Allah atas kuasa-kuasa Kegelapan yang melawan Allah.

Dengan demikian, firman Tuhan di atas mengingatkan setiap umat percaya bukan menjadi takut kepada kuasa kegelapan, melainkan senantiasa awas dan waspada. Mengingat kuasa kegelapan bersifat incorporated, maka kesetiaan kepada Tuhan pun tidak bisa setengah-setengah. Dibutuhkan Iman yang kokoh, hati yang peka akan firman Allah, serta memiliki tekad dan keberanian untuk berbeda dari arus dunia, agar tidak terjebak masuk ke dalam sistem yang menentang Allah.

Mari kita sebagai orang percaya di zaman modern ini, senantiasa menjaga kekudusan, mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, rajin mencari kebenaran Allah dalam firman-Nya, serta giat berbuat kebaikan dalam rangka menjadikan semua orang murid Kristus.

Tuhan Yesus memberkati.


 

Memang tiap-tiap ganjaran
pada waktu ia diberikan
tidak mendatangkan sukacita,
tetapi dukacita;
tetapi kemudian ia menghasilkan
buah kebenaran yang memberikan damai
kepada mereka yang dilatih olehnya.

Ibrani 12:11

Amin.

Komentar