Yehezkiel 15 tentang "Pohon Anggur yang tidak benar" Seri Nabi Besar by Febrian

09 Januari 2026

Image by Freepik.com

Yehezkiel 15 tentang "Pohon Anggur yang tidak benar" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai kehidupan orang Kristen yang tidak benar dan dimurkai Allah, bagaikan pohon anggur yang tidak bermanfaat di tengah hutan. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

Yehezkiel 15:1-8

Yerusalem, pohon anggur yang tak berguna

Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 

"Hai anak manusia, apakah kelebihan kayu anggur dari semua kayu yang buahnya seperti anggur yang tumbuh di antara kayu-kayu di hutan? Apakah orang mengambil kayunya untuk membuat sesuatu dari padanya ataukah membuat gantungan dari padanya untuk menggantungkan segala macam perkakas padanya? 

Sungguh, kayu itu dilemparkan ke dalam api untuk dibakar; kedua ujungnya habis dimakan api dan tengah-tengahnya sedang menyala, bergunakah lagi itu untuk membuat sesuatu? Lihat, sedangkan waktu ia masih utuh, tidak dipakai untuk sesuatu, apalagi sesudah dimakan api dan terbakar; apakah masih dapat lagi dipakai untuk sesuatu? 

Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: 

Seperti kayu anggur di antara kayu-kayu di hutan, yang Kulemparkan ke dalam api untuk dibakar, begitulah Aku lakukan terhadap penduduk Yerusalem. Aku sendiri akan menentang mereka. Walaupun mereka luput dari api, tetapi api akan memakan mereka. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku menentang mereka dan Aku menjadikan negeri itu sunyi sepi, oleh karena mereka berobah setia, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

Dari ayat bacaan di atas, Allah menceritakan mengenai bangsa Israel yang sangat tidak berguna, bagaikan pohon anggur yang kayunya tidak bisa dibuat apa-apa dibandingkan dengan kayu-kayu lain yang tumbuh di hutan. Dalam keadaan baik-baik saja, anggur itu sudah tidak berguna, apalagi sesudah dimakan api dan terbakar, sama sekali tidak ada nilainya lagi.

Anggur adalah tumbuhan yang buahnya sangat bernilai tinggi, jika tumbuh di tempat yang baik, dirawat dan dijaga dengan sungguh-sungguh. Jika Anggur itu tumbuh di hutan, merambat di antara pohon-pohon lain, maka bisa dipastikan anggur itu bagaikan tumbuhan parasit yang menggangu. Jadi, anggur itu harus berada di tangan orang yang tepat dan lingkungan yang tepat. 

Demikianlah Allah menempatkan bangsa Israel sebagai umat yang sangat berharga di mata Allah di dunia ini, di tengah-tengah bangsa lain di lingkungannya. Harapannya mereka menyadari bahwa mereka tidak akan bisa bertahan hidup jika tidak dijaga, dirawat dan dipelihara oleh Allah. Kehendak Allah menempatkan mereka di antara bangsa-bangsa asing adalah agar mereka bergantung sepenuhnya pada-Nya yang akan memelihara dan menjaga mereka.

Akan tetapi apa yang terjadi, bangsa Israel bukannya mencari Allah, malahan sebaliknya mereka meninggalkan Allah dan menyembah berhala dan berbuat kekejian yang dimurkai-Nya. Jadi dalam murka-Nya, Allah menentang bangsa Israel, bagaikan kayu anggur yang tidak berguna dilemparkan ke api. Bahkan jika dari dalam api itu masih ada yang terluput, yayu anggur  yang selamat itu akan dibakar api juga. Demikian dahsyat murka Allah kepada bangsa Israel, hingga menjadikan negeri itu sunyi sepi.

Jika kita membandingkan dengan kehidupan manusia di zaman sekarang ini, banyak sekali orang Kristen yang mirip seperti ini. Hidup ditempatkan Allah di tengah lingkungan yang tidak mengenal Allah. Harapan Allah adalah umat-Nya mencari-Nya dan berlindung kepada-Nya. Allah ingin kita ini senantiasa berada di suatu "Kebun Anggur" yang dirawat, dipelihara dan dijaga-Nya. Namun dalam kenyataannya banyak orang Kristen yang hidup tidak mau datang kepada Allah, bahkan menjauhi Allah demi kesenangan duniawi. Hidup semaunya dan tidak mau mendengar teguran Allah. 

Mereka hidup tanpa mempedulikan Allah sama sekali. Bagaikan pohon anggur yang hidup di tengah hutan, batang kayunya tidak berharga sama sekali, tapi merasa kehidupan mereka baik-baik saja. Datang ke Gereja, bernyanyi, memberi persembahan, mendengar khotbah, pulang, kemudian kembali ke kehidupan sehari-hari yang sama sekali tidak pernah melibatkan Allah dalam kehidupannya. 

Jika dilihat, kehidupan seperti itu masih mungkin lebih baik daripada orang yang mengaku dirinya Kristen bahkan ada yang sudah dibaptis, tapi hidup dalam hawa nafsu jahat, bahkan hidup di dalam dosa yang menjijikkan. Itu persis sama dengan kehidupan bangsa Israel yang siap dimurkai Allah dengan kelakuannya yang jahat dan keji. Allah akan membuang orang yang dimurkai-Nya itu ke dalam api kekal.

Jadi pada hari ini, saya mengajak kita merenungkan hidup kita sendiri di hadapan Allah. Hendaknya kita datang ke hadapan-Nya, mengakui segala perbuatan kita yang keliru dan bertobat, berjanji untuk tidak melakukannya lagi sama sekali. Kemudian ikutlah dalam persekutuan yang benar dengan sesama anak Tuhan yang mengasihi-Nya dengan sungguh-sungguh. Mulailah melayani Tuhan dalam keseharian kita, jangan hanya di Gereja, melainkan dalam setiap kesempatan kita harus menjadi saksi Tuhan melalui kehidupan kita.

Kiranya Tuhan Yesus Memberkati.

Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang tak bercela, jalannya dikenan-Nya.   

Amsal 11:20
Amin.

Komentar