Yehezkiel 15 tentang "Pohon Anggur yang tidak benar" Seri Nabi Besar by Febrian
09 Januari 2026
Yehezkiel 15 tentang "Pohon Anggur yang tidak benar" Seri Nabi Besar
Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai kehidupan orang Kristen yang tidak benar dan dimurkai Allah, bagaikan pohon anggur yang tidak bermanfaat di tengah hutan. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.
Yehezkiel 15:1-8
Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
"Hai anak manusia, apakah kelebihan kayu anggur
Anggur adalah tumbuhan yang buahnya sangat bernilai tinggi, jika tumbuh di tempat yang baik, dirawat dan dijaga dengan sungguh-sungguh. Jika Anggur itu tumbuh di hutan, merambat di antara pohon-pohon lain, maka bisa dipastikan anggur itu bagaikan tumbuhan parasit yang menggangu. Jadi, anggur itu harus berada di tangan orang yang tepat dan lingkungan yang tepat.
Demikianlah Allah menempatkan bangsa Israel sebagai umat yang sangat berharga di mata Allah di dunia ini, di tengah-tengah bangsa lain di lingkungannya. Harapannya mereka menyadari bahwa mereka tidak akan bisa bertahan hidup jika tidak dijaga, dirawat dan dipelihara oleh Allah. Kehendak Allah menempatkan mereka di antara bangsa-bangsa asing adalah agar mereka bergantung sepenuhnya pada-Nya yang akan memelihara dan menjaga mereka.
Jika kita membandingkan dengan kehidupan manusia di zaman sekarang ini, banyak sekali orang Kristen yang mirip seperti ini. Hidup ditempatkan Allah di tengah lingkungan yang tidak mengenal Allah. Harapan Allah adalah umat-Nya mencari-Nya dan berlindung kepada-Nya. Allah ingin kita ini senantiasa berada di suatu "Kebun Anggur" yang dirawat, dipelihara dan dijaga-Nya. Namun dalam kenyataannya banyak orang Kristen yang hidup tidak mau datang kepada Allah, bahkan menjauhi Allah demi kesenangan duniawi. Hidup semaunya dan tidak mau mendengar teguran Allah.
Mereka hidup tanpa mempedulikan Allah sama sekali. Bagaikan pohon anggur yang hidup di tengah hutan, batang kayunya tidak berharga sama sekali, tapi merasa kehidupan mereka baik-baik saja. Datang ke Gereja, bernyanyi, memberi persembahan, mendengar khotbah, pulang, kemudian kembali ke kehidupan sehari-hari yang sama sekali tidak pernah melibatkan Allah dalam kehidupannya.
Jika dilihat, kehidupan seperti itu masih mungkin lebih baik daripada orang yang mengaku dirinya Kristen bahkan ada yang sudah dibaptis, tapi hidup dalam hawa nafsu jahat, bahkan hidup di dalam dosa yang menjijikkan. Itu persis sama dengan kehidupan bangsa Israel yang siap dimurkai Allah dengan kelakuannya yang jahat dan keji. Allah akan membuang orang yang dimurkai-Nya itu ke dalam api kekal.
Jadi pada hari ini, saya mengajak kita merenungkan hidup kita sendiri di hadapan Allah. Hendaknya kita datang ke hadapan-Nya, mengakui segala perbuatan kita yang keliru dan bertobat, berjanji untuk tidak melakukannya lagi sama sekali. Kemudian ikutlah dalam persekutuan yang benar dengan sesama anak Tuhan yang mengasihi-Nya dengan sungguh-sungguh. Mulailah melayani Tuhan dalam keseharian kita, jangan hanya di Gereja, melainkan dalam setiap kesempatan kita harus menjadi saksi Tuhan melalui kehidupan kita.
Kiranya Tuhan Yesus Memberkati.

Komentar
Posting Komentar