Yehezkiel 12 tentang "Allah menggenapi peringatan-Nya" Seri Nabi Besar by Febrian

6 Januari 2026

Image by freepik

Yehezkiel 12 tentang "Allah menggenapi peringatan-Nya" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai hukuman Allah bagi bangsa Israel yang akan mengalami pengungsian. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

Yehezkiel 12:1-28

1. Nabi Yehezkiel sebagai pengungsi

TUHAN berbicara lagi kepadaku, kata-Nya,

"Hai manusia fana, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak. Mereka punya mata, tetapi tidak melihat; punya telinga, tetapi tidak mendengar, sebab mereka suka memberontak. Sebab itu, hai manusia fana, selagi hari masih siang, kemasi barang-barangmu dalam sebuah bungkusan seperti yang biasanya dilakukan oleh orang buangan. Sebelum malam tiba, tinggalkanlah rumahmu terang-terangan seperti orang yang dibawa ke pembuangan. Buatlah lubang pada dinding rumahmu dengan disaksikan oleh kaum pemberontak itu, dan bawalah bungkusan yang berisi barang-barangmu itu keluar melalui lubang itu. Pikullah bungkusan itu di atas pundakmu. Berangkatlah dalam kegelapan malam; tutupilah matamu sehingga engkau tidak melihat jalan yang kaulalui. 

Biarlah seluruh bangsa Israel melihat semua yang kaulakukan itu, supaya menjadi peringatan bagi mereka. Barangkali mereka akan insaf bahwa mereka adalah pemberontak."

Lalu kulakukan perintah TUHAN kepadaku. Pada hari itu juga, waktu masih siang, kukemasi barang-barangku dalam sebuah bungkusan, seperti yang biasanya dilakukan pengungsi. Ketika hari mulai malam, aku membuat lubang dengan tanganku pada tembok rumahku, lalu keluar melalui lubang itu. Dengan diperhatikan semua orang, bungkusan itu kupikul pada bahuku, kemudian aku berangkat. 

Keesokan harinya TUHAN berbicara kepadaku, kata-Nya,

"Hai manusia fana, bangsa Israel, bangsa pemberontak itu telah menanyakan kepadamu apa yang sedang kaukerjakan. Karena itu sampaikanlah kepada mereka apa yang Aku, TUHAN Yang Mahatinggi katakan kepada mereka. Pesan-Ku itu ditujukan kepada raja di Yerusalem, dan seluruh penduduk kota itu. 

Terangkanlah bahwa apa yang kaulakukan itu adalah lambang apa yang akan terjadi atas mereka, yaitu: mereka akan menjadi orang buangan dan tawanan. Dalam kegelapan malam raja mereka akan memikul bungkusannya di atas pundaknya lalu berangkat. Orang-orang akan membuat lubang pada tembok supaya ia dapat keluar. Ia akan menutupi matanya sehingga tidak melihat jalan yang dilaluinya. Tetapi Aku akan menebarkan jala-Ku untuk menangkap dia. Lalu akan Kubawa dia ke kota Babel, dan di sana ia akan mati tanpa pernah melihat kota itu. Semua penghuni istana, termasuk para penasihat dan pengawal pribadi raja itu akan Kuceraiberaikan ke segala jurusan. Mereka akan Kukejar dan Kubunuh. 

Pada waktu mereka Kuceraiberaikan ke tengah-tengah bangsa-bangsa lain di negeri-negeri asing, mereka akan tahu bahwa Akulah TUHAN. Sebagian kecil dari mereka akan Kuselamatkan dari peperangan, dari kelaparan, dan wabah penyakit, supaya di tengah-tengah bangsa-bangsa asing itu mereka akan sadar bahwa mereka telah bertindak keji sekali. Maka mereka akan mengakui bahwa Akulah TUHAN."

2. Nabi yang gemetar

TUHAN berkata kepadaku,

"Hai manusia fana, gemetarlah pada waktu engkau makan, dan menggigillah ketakutan pada waktu engkau minum. Sampaikanlah kepada seluruh bangsa apa yang Aku, TUHAN Yang Mahatinggi katakan kepada penduduk Yerusalem yang masih tinggal di tanah mereka. Mereka akan gemetar pada waktu makan dan menggigil ketakutan pada waktu minum. Tanah mereka akan menjadi tandus, sebab semua orang yang tinggal di situ terus-menerus melanggar hukum. Kota-kota yang sekarang penuh dengan penduduk akan dihancurkan dan ladang-ladang akan menjadi gurun. Maka tahulah mereka bahwa Akulah TUHAN."

3. Peribahasa yang disukai dan pesan yang tidak disukai

TUHAN berkata kepadaku,

"Hai manusia fana, mengapa orang Israel suka menyebut-nyebut peribahasa ini: 'Masa berganti, tetapi nubuat-nubuat tak kunjung terjadi'? Nah, sampaikanlah kepada mereka bahwa Aku, TUHAN Yang Mahatinggi, memberi jawaban ini: Peribahasa itu akan Kuhapuskan, sehingga tidak diucapkan lagi di Israel. Sebagai gantinya katakan kepada mereka bahwa masanya telah tiba, dan setiap nubuat akan terjadi

Di Israel tak akan ada lagi penglihatan atau ramalan palsu, Aku, TUHAN Yang Mahatinggi akan berbicara kepada bangsa Israel, dan semua yang Kukatakan pasti akan terjadi, tanpa ditunda-tunda lagi. Dengarlah, hai kaum pemberontak! Pada masa hidupmu akan Kulaksanakan segala yang Kuperingatkan kepadamu. Aku, TUHAN Yang Mahatinggi sudah berbicara."

Kata TUHAN kepadaku,

"Hai manusia fana, orang-orang Israel mengatakan bahwa penglihatan dan nubuatmu itu baru akan terjadi jauh di kemudian hari. Sebab itu, katakanlah kepada mereka bahwa Aku, TUHAN Yang Mahatinggi, mengatakan: 

Semua yang Kukatakan pasti akan terjadi, tanpa ditunda-tunda lagi. Aku, TUHAN Yang Mahatinggi sudah berbicara!"

Dari seluruh bacaan di atas, kita mengetahui bahwa Allah telah bermurah hati berulang-ulang kali menyatakan peringatan-peringatan-Nya pada bangsa Israel yang tidak mau mendengarkan-Nya, bahkan menghina dengan mempertanyakan nubuat itu mengapa tidak segera terjadi. Jadi pada prinsipnya, bangsa Israel yang melakukan kekejian di mata Allah, telah menerima kebaikan Allah, dengan menunda pelaksanaan hukuman-Nya, tetapi mereka tidak sadar bahwa itu karena belas kasihan-Nya, bukan ketidaktegasan-Nya. Inilah wujud dari kasih Allah yang tidak terbatas pada ciptaan-Nya, Ia merancangkan penghukuman, tetapi Ia juga kasihan pada umat-Nya. 

Akan tetapi pada akhirnya Allah akan melakukan pembersihan terhadap umat-Nya: menyingkirkan orang yang berhati jahat dan memelihara orang yang masih tetap mengasihi-Nya.

Refleksi bagi kehidupan kita di zaman sekarang ini, adalah bahwa kita harus melakukan suatu introspeksi diri secara menyeluruh dalam kehidupan kita. Jangan-jangan kita telah melakukan dosa besar, Allah telah memperingatkan kita, namun kita tidak mengindahkan peringatan itu. Mari coba kita lihat, jangan-jangan kita pernah mengalami hal buruk berupa kecelakaan, kerugian, penyakit, kesialan, ditipu orang, kehilangan, disakiti orang dsb, yang bisa jadi itu adalah teguran keras dari Allah. 

Mulailah duduk diam di hadapan takhta suci Allah dan menyembah, mohon pengampunan pada-Nya atas segala dosa dan kejahatan yang telah kita lakukan. Bisa jadi selama ini, peringatan Allah bagi kita, sudah sering diberikan-Nya, namun tidak kita perhatikan dan kita anggap itu sebagai kejadian biasa saja. Inilah yang mirip dengan sikap dari bangsa Israel. Menganggap semua baik-baik saja, nabi Tuhan lah yang "berisik" dengan segala Nubuat yang diberikannya.  

Allah Maha Kasih dan penyayang, namun Ia adalah Allah yang tegas dan adil. Ia tidak pernah memberi kesempatan pada orang yang menyia-nyiakan kebaikan-Nya. Jadi jangan sampai itu terjadi dalam kehidupan kita. Allah yang Maha Kasih itu mungkin sekarang masih memberi kita "Grace Period", untuk bertobat dan berbalik pada-Nya. Mari datanglah kepada-Nya, bertobatlah, mohonlah belas kasihan-Nya agar Ia memberi perbaikan bagi kita yang telah salah jalan. 

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.

Lukas 5:32

Amin.


Komentar