Ratapan 4 tentang "Janji Pemulihan di Balik Disiplin Tuhan" Seri Nabi Besar by Febrian
28 Desember 2025
Ratapan 4 tentang "Janji Pemulihan di Balik Disiplin Tuhan" Seri Nabi Besar
Ratapan 4:1-22
Sengsara Sion yang dahsyat
א (Alef)
1 Ah, sungguh pudar emas itu, emas murni itu berubah; batu-batu suci itu terbuang di pojok tiap jalan.
ב (Bet)
2 Anak-anak Sion yang berharga, yang setimbang dengan emas tua, sungguh mereka dianggap belanga-belanga tanah buatan tangan tukang periuk.
ג (Gimel)
3 Serigalapun memberikan teteknya dan menyusui anak-anaknya, tetapi puteri bangsaku telah menjadi kejam seperti burung unta di padang pasir.
ד (Dalet)
4 Lidah bayi melekat pada langit-langit karena haus; kanak-kanak meminta roti, tetapi tak seorangpun yang memberi.
ה (He)
5 Yang biasa makan yang sedap-sedap mati bulur di jalan-jalan; yang biasa duduk di atas bantal kirmizi terbaring di timbunan sampah.
ו (Vav)
6 Kedurjanaan puteri bangsaku melebihi dosa Sodom, yang sekejap mata dibongkar-bangkir tanpa ada tangan yang memukulnya.
ז (Zayin)
7 Pemimpin-pemimpin lebih bersih dari salju dan lebih putih dari susu, tubuh mereka lebih merah dari pada merjan, seperti batu nilam rupa mereka.
ח (Khet)
8 Sekarang rupa mereka lebih hitam dari pada jelaga, mereka tidak dikenal di jalan-jalan, kulit mereka berkerut pada tulang-tulangnya, mengering seperti kayu.
ט (Tet)
9 Lebih bahagia mereka yang gugur karena pedang dari pada mereka yang tewas karena lapar, yang merana dan mati sebab tak ada hasil ladang.
י (Yod)
10 Dengan tangan sendiri wanita yang lemah lembut memasak kanak-kanak mereka, untuk makanan mereka tatkala runtuh puteri bangsaku.
כ (Kaf)
11 TUHAN melepaskan segenap amarah-Nya, mencurahkan murka-Nya yang menyala-nyala, dan menyalakan api di Sion, yang memakan dasar-dasarnya.
ל (Lamed)
12 Tidak percaya raja-raja di bumi, pun seluruh penduduk dunia, bahwa lawan dan seteru dapat masuk ke dalam gapura-gapura Yerusalem.
מ (Mem)
13 Hal itu terjadi oleh sebab dosa nabi-nabinya dan kedurjanaan imam-imamnya yang di tengah-tengahnya mencurahkan darah orang yang tidak bersalah.
נ (Nun)
14 Mereka terhuyung-huyung seperti orang buta di jalan-jalan, cemar oleh darah, sehingga orang tak dapat menyentuh pakaian mereka.
ס (Samek)
15 "Singkir! Najis!", kata orang kepada mereka, "Singkir! Singkir! Jangan sentuh!"; lalu mereka lari dan mengembara, maka berkatalah bangsa-bangsa: "Mereka tak boleh tinggal lebih lama di sini."
פ (Pe)
16 TUHAN sendiri mencerai-beraikan mereka, tak mau lagi Ia memandang mereka. Para imam tidak mereka hormati, dan orang-orang tua tidak mereka kasihani.
ע (Ayin)
17 Selalu mata kami merindukan pertolongan, tetapi sia-sia; dari menara penjagaan kami menanti-nantikan suatu bangsa yang tak dapat menolong.
צ (Tsade)
18 Mereka mengintai langkah-langkah kami, sehingga kami tak dapat berjalan di lapangan-lapangan kami; akhir hidup kami mendekat, hari-hari kami sudah genap, ya, akhir hidup kami sudah tiba.
ק (Qof)
19 Pengejar-pengejar kami lebih cepat dari pada burung rajawali di angkasa mereka memburu kami di atas gunung-gunung, menghadang kami di padang gurun.
ר (Resh)
20 Orang yang diurapi TUHAN, nafas hidup kami, tertangkap dalam pelubang mereka, dia yang kami sangka: "Dalam naungannya kami akan hidup di antara bangsa-bangsa."
ש (Sin/Shin)
21 Bergembira dan bersukacitalah, hai puteri Edom, engkau yang mendiami tanah Us, juga kepadamu piala akan sampai, engkau akan jadi mabuk lalu menelanjangi dirimu!
ת (Tav)
22 Telah hapus kesalahanmu, puteri Sion, tak akan lagi TUHAN membawa engkau ke dalam pembuangan, tetapi kesalahanmu, puteri Edom, akan dibalas-Nya, dan dosa-dosamu akan disingkapkan-Nya.
Segala kemuliaan bagi Allah! Hari ini kita kembali membaca dari Ratapan 4, yang disusun dengan pola syair sebanyak 22 bagian. Ratapan Nabi Yeremia adalah puisi kesedihan atas jatuhnya Yerusalem, dan pasal 4 ini secara spesifik menggambarkan kontras antara kemuliaan masa lalu dan kehinaan saat kehancuran itu terjadi.
Berikut adalah realisasi sejarah dari ayat-ayat tersebut di kitab lain, diikuti dengan renungan yang disesuaikan dengan permintaan Anda.
Realisasi Historis dalam Kitab Lain
Ayat-ayat dalam Ratapan 4:15-22 ini bukan sekadar puisi, melainkan deskripsi akurat dari peristiwa sejarah yang tercatat dalam kitab 2 Raja-raja dan Yeremia. Berikut adalah realisasinya:
1. Penantian Bantuan yang Sia-sia (Ayat 17)
- Konteks: Ratapan 4:17 menyebutkan, "Mata kami menjadi kabur, ketika kami menantikan pertolongan dengan sia-sia..." Ini merujuk pada harapan bangsa Yehuda bahwa Mesir akan datang menyelamatkan mereka dari kepungan Babel.
- Realisasi di Kitab Yeremia 37:5-7: Tentara Firaun memang keluar dari Mesir, tetapi ketika mendengar tentara Babel mendekat, mereka berbalik pulang. Harapan Yerusalem kepada manusia (Mesir) terbukti sia-sia.
2. Raja yang Tertangkap (Ayat 19-20)
- Konteks: Ratapan 4:19-20 menggambarkan pengejaran di pegunungan dan tertangkapnya "orang yang diurapi Tuhan" (Raja Zedekia).
- Realisasi di Kitab 2 Raja-raja 25:4-7: Raja Zedekia mencoba melarikan diri pada malam hari menuju dataran Yeriho (padang gurun). Namun, tentara Kasdim (Babel) mengejarnya, menangkapnya di dataran Yeriho, menyembelih anak-anaknya di depan matanya, lalu membutakan mata Zedekia dan membelenggunya ke Babel.
3. Sukacita Edom yang Sementara (Ayat 21)
- Konteks: Bangsa Edom (keturunan Esau) bersorak sorai dan menertawakan kehancuran Yerusalem ("saudara" mereka, keturunan Yakub).
- Realisasi di Kitab Obaja & Mazmur 137:7: Kitab Obaja secara khusus ditulis sebagai vonis Tuhan atas Edom karena mereka bersikap sombong dan ikut menjarah ketika Yerusalem jatuh. Mazmur 137:7 juga mencatat seruan orang Edom: "Runtuhkan, runtuhkan sampai ke dasarnya!" saat Yerusalem diserang.
Dalam hidup ini, sering kali kita berada dalam situasi terdesak di mana kita mencari pertolongan ke segala arah. Namun, firman Tuhan dari Ratapan 4 ini mengajarkan kita untuk mengevaluasi kembali fondasi rasa aman kita.
Mari kita mengambil beberapa pelajaran yang bisa kita pegang:
1. Bahaya Mengandalkan Pertolongan Manusia yang Rapuh (Ratapan 4:17)
Nabi Yeremia meratapi bagaimana bangsa itu memandangi menara penjaga sampai mata mereka lelah, menunggu bangsa lain (Mesir) yang ternyata tidak bisa menyelamatkan. Sering kali kita menaruh harapan pada koneksi, kekayaan, atau janji manis manusia, padahal kemampuan mereka terbatas.
- Ilustrasi Sederhana: Bayangkan seseorang yang sedang tenggelam mencoba berpegangan pada batang kayu yang lapuk. Sekilas batang itu terlihat kokoh mengapung, namun saat dibebani berat badan, kayu itu patah dan justru mempercepat tenggelamnya orang tersebut. Demikianlah harapan yang ditaruh sepenuhnya pada manusia; sering kali mengecewakan di saat paling kritis.
2. Tidak Ada Tempat Sembunyi dari Konsekuensi Dosa (Ratapan 4:19-20)
Pengejaran yang digambarkan begitu intens—lebih cepat dari burung rajawali—menunjukkan bahwa ketika penghakiman Tuhan datang, tidak ada tempat untuk lari, bahkan bagi seorang raja ("orang yang diurapi Tuhan") sekalipun. Jabatan rohani atau kedudukan tinggi tidak memberikan kekebalan terhadap konsekuensi dosa jika tidak ada pertobatan.
- Ilustrasi Sederhana: Seperti seseorang yang mencoba berlari menghindari bayang-bayangnya sendiri di bawah terik matahari. Secepat apa pun ia berlari, bayangan itu tetap menempel. Demikian pula dosa yang tidak dibereskan di hadapan Tuhan; kita tidak bisa lari darinya, kita hanya bisa menghadapinya dengan pengakuan dan pertobatan.
3. Keadilan Tuhan Itu Pasti: Ada Akhir bagi Penderitaan dan Hukuman bagi Kejahatan (Ratapan 4:21-22)
Bagian akhir pasal ini memberikan secercah cahaya. Tuhan berkata kepada Sion bahwa hukumannya akan berakhir, tetapi kepada Edom (musuh yang bersukacita di atas penderitaan orang lain), hukuman baru akan dimulai. Ini mengajarkan kita untuk tidak iri pada orang jahat yang tampak "menang" atau "bersenang-senang" saat ini. Tuhan itu adil; masa pemulihan bagi anak-anak-Nya pasti datang, dan masa penghakiman bagi penindas juga pasti tiba.
Bagaikan malam yang paling gelap justru terjadi sesaat sebelum fajar menyingsing. Ketika penderitaan terasa paling berat dan musuh terasa paling kuat, sering kali itu adalah tanda bahwa fajar pemulihan Tuhan sudah dekat. Pesta pora Edom hanyalah sesaat sebelum "tagihan" datang, sedangkan disiplin bagi Sion adalah persiapan untuk pemulihan.

Komentar
Posting Komentar