Ratapan 2 tentang "Murka Allah terhadap Sion" Seri Nabi Besar by Febrian
26 Desember 2025
Image by Freepik.comRatapan 2 tentang "Murka Allah terhadap Sion" Seri Nabi besar
Ratapan Nabi Yeremia bagian ke-2
Murka Allah terhadap Sion
א (Alef)
1 Ah, betapa Tuhan menyelubungi puteri Sion dengan awan dalam
murka-Nya!
ב (Bet)
2 Tanpa belas kasihan
ג (Gimel)
3
ד (Dalet)
4
ה (He)
5
ו (Vav)
6
ז (Zayin)
7
ח (Khet)
8
ט (Tet)
9
י (Yod)
10
כ (Kaf)
11
ל (Lamed)
12
מ (Mem)
13
נ (Nun)
14
ס (Samek)
15
ע (Ayin)
16
פ (Pe)
17
צ (Tsade)
18
ק (Qof)
19
ר (Resh)
Yerusalem berkata:
20
ש (Sin/Shin)
21
ת (Tav)
22 Seolah-olah pada hari perayaan Engkau mengundang semua yang
kutakuti
Kita sudah membaca 22 ayat (sesuai 22 huruf dalam abjad bahasa Ibrani) berbentuk suatu syair yang dinyanyikan oleh Nabi Yeremia sambil meratapi kota Yerusalem yang hancur dengan tragis. Jadi seluruh kitab ini dengan 5 pasal, isinya adalah 22 kumpulan bagian syair sesuai dengan 22 abjad Ibrani.
Nabi Yeremia sangat bersedih hati melihat Yerusalem, kota kesayangan dan tumpuan kaki Allah, kini telah kehilangan kemuliaannya. Segala keagungannya telah direnggut Allah, bagai dilemparkan dari langit ke bumi.
Nabi menggambarkan murka Tuhan yang begitu dahsyat menghancurkan semua rumah dari keturunan Yakub dan merobohkan semua tembok-tembok berkubu dari semua kota-kotanya.
Bagaikan seorang tentara yang melenturkan busur nya siap memanah setiap orang, bahkan yang terkuat sekalipun. Allah murka terhadap semua orang, bagaikan api melahap semua tenda-tenda dari puteri Sion.
Allah menghancurkan rumah dan mezbah-Nya, bagaikan Ia ingin menghapus seluruh ingatannya akan segala perayaan ibadah dan kebaktian hari Sabat mereka, dari pikiran Sion. Allah sudah menolak semua mezbah-mezbah dan altar-altar. Musuh-musuh Israel berteriak bagaikan hari pesta, waktu memasuki bait Allah.
Tembok kota sudah dihancurkan rata dengan tanah, bahkan semua raja, pangerannya sudah ditawan ke tanah pengasingan. Bagi para nabi-nabi yang ada di Israel, Allah tidak lagi memberikan penglihatannya.
Semua orang tua-tua di Sion, duduk di tanah menunduk dalam diam, menaruh abu di kepala mereka, berpakaian kain kabung, bahkan semua wanita muda Yerusalem juga turut bersedih. Kesedihan melanda seluruh orang di kerajaan itu.
Nabi Yeremia sudah sangat lelah bersedih, melihat kota yang megah itu hancur ke tanah, melihat orang tua muda semua pingsan di tanah lapang kota. Anak-anak kecil kelaparan dan mati perlahan di pelukan ibu mereka.
Yerusalem telah menjadi bahan ejekan dan colokan bagi siapapun yang melihat mereka pernah menjadi bangsa yang besar. Semua musuhnya bergirang atas mereka.
Allah telah selesai melakukan apa yang direncanakan-Nya. Ia telah menggenapi janji-Nya yang telah disampaikan sebagai peringatan berulang-ulang pada mereka. Namun, mereka tidak mengindahkan peringatan Allah tersebut.
Nabi Yeremia sangat berharap bangsa Israel di tengah kehancuran mereka, tetap menangis dan berseru kepada Allah tanpa berhenti, memohon belas kasihan-Nya.
Demikianlah kita menyaksikan betapa kengerian Hukuman dan Pembalasan Allah atas umat kesayangan-Nya, yang tidak mau mendengarkan Firman TUHAN, Allah Semesta Alam.
Kiranya kita di zaman modern ini, dapat melihat juga bahwa bisa jadi kita juga menjadi seperti bangsa Israel yang pongah dan lupa diri atas segala keberhasilan mereka. Kesombongan dan keinginan daging telah menguasai dan membuat mata tidak lagi mau memandang Allah Pencipta kita yang senantiasa ingin kita kembali ke pelukan-Nya.
Kesabaran Allah ada batasnya, namun Kasih-Nya tidak ada batasnya. Di tengah segala kejahatan dan perbuatan berdosa kita, Allah tetap memberi ruang untuk pertobatan. Jadi jika hari ini kita mendengarkan firman Tuhan ini, jangan keraskan hati dan bertobatlah saat ini juga. Berbaliklah dari jalan yang jahat dan bertobatlah.
Kasih setia Allah bagaikan air yang mengalir tidak henti-hentinya. Tuhan Yesus Kristus mencurahkan darah-Nya di kayu salib karena cinta-Nya pada kita yang masih berdosa. Ia datang ke dalam dunia ini demi kita, agar tidak mengalami murka Allah seperti itu.
Datanglah pada Kristus, akui segala dosa dan berbaliklah dari jalan yang jahat. Buang segala berhala dan ikatan belenggu dosa kita, jangan lagi menikmatinya, melainkan bencilah semua kejahatan itu. Ikuti dan taatilah segala firman yang ada dalam Alkitab, rajinlah berdoa dan bersekutu dengan sesama orang percaya. Belajarlah pada Tuhan Yesus bagaimana harus hidup dan menjadi saksi-Nya dalam keseharian kita. Hiduplah menjadi surat-surat Kristus yang dapat dibaca oleh semua orang. Bertahan lah dalam iman kepada Kristus hingga suatu saat kelak, Ia akan datang kembali menjemput kita semua dalam Kerajaan-Nya yang kekal.
Kiranya firman Tuhan ini menjadi berkat buat kita semua.

Komentar
Posting Komentar