Ratapan 2 tentang "Murka Allah terhadap Sion" Seri Nabi Besar by Febrian

26 Desember 2025

Image by Freepik.com

Ratapan 2 tentang "Murka Allah terhadap Sion" Seri Nabi besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Murka Allah terhadap Sion. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Ratapan Nabi Yeremia bagian ke-2

Murka Allah terhadap Sion

א (Alef)

1 Ah, betapa Tuhan menyelubungi puteri Sion dengan awan dalam murka-Nya! Keagungan Israel dilemparkan-Nya dari langit ke bumi. Tak diingat-Nya akan tumpuan kaki-Nya tatkala Ia murka. 

ב (Bet)

2 Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Ia menghancurkan dalam amarah-Nya benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi dan mencemarkan kerajaan dan pemimpin-pemimpinnya. 

ג (Gimel)

Dalam murka yang menyala-nyala Ia mematahkan segala tanduk Israel, menarik kembali tangan kanan-Nya pada waktu si seteru mendekat, membakar Yakub laksana api yang menyala-nyala, yang menjilat ke sekeliling. 

ד (Dalet)

4 Ia membidikkan panah-Nya seperti seorang seteru dengan mengacungkan tangan kanan-Nya seperti seorang lawan; membunuh segala yang menyenangkan mata dalam kemah puteri Sion, memuntahkan geram-Nya seperti api.  

ה (He)

5 Tuhan menjadi seperti seorang seteru; Ia menghancurkan Israel, meremukkan segala purinya, mempuingkan benteng-bentengnya, memperbanyak susah dan kesah pada puteri Yehuda.  

ו (Vav)

6 Ia melanda kemah-Nya seperti kebun, menghancur-kan tempat pertemuan-Nya. Di Sion TUHAN menjadikan orang lupa akan perayaan dan sabat, dan menolak dalam kegeraman murka-Nya raja dan imam.  

ז (Zayin)

7 Tuhan membuang mezbah-Nya, meninggalkan tempat kudus-Nya, menyerahkan ke dalam tangan seteru tembok puri-purinya. Teriakan ramai mereka dalam Bait Allah seperti keramaian pada hari perayaan jemaah.  

ח (Khet)

8 TUHAN telah memutuskan untuk mempuingkan tembok puteri Sion. Ia mengukur semuanya dengan tali pengukur, Ia tak menahan tangan-Nya untuk menghancurkannya. Ia menjadikan berkabung tembok luar dan tembok dalam, mereka merana semua.  

ט (Tet)

9 Terbenam gapura-gapuranya di dalam tanah; TUHAN menghancurkan dan meluluhkan palang-palang pintunya. Rajanya dan pemimpin-pemimpinnya berada di antara bangsa-bangsa asing. Tak ada petunjuk dari TUHAN, bahkan nabi-nabi tidak menerima lagi wahyu dari pada-Nya.  

י (Yod)

10 Duduklah tertegun di tanah para tua-tua puteri Sion; mereka menabur abu di atas kepala, dan mengenakan kain kabung. Dara-dara Yerusalem menundukkan kepalanya ke tanah.  

כ (Kaf)

11 Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku; hancur habis hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku, sebab jatuh pingsan kanak-kanak dan bayi di lapangan-lapangan kota.  

ל (Lamed)

12 Kepada ibunya mereka bertanya: "Mana roti dan anggur?", sedang mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur di lapangan-lapangan kota, ketika menghembuskan nafas di pangkuan ibunya.  

מ (Mem)

13 Apa yang dapat kunyatakan kepadamu, dengan apa aku dapat menyamakan engkau, ya puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara, puteri Sion? Karena luas bagaikan laut reruntuhanmu; siapa yang akan memulihkan engkau?  

נ (Nun)

14 Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.  

ס (Samek)

15 Sekalian orang yang lewat bertepuk tangan karena engkau. Mereka bersuit-suit dan menggelengkan kepala-nya mengenai puteri Yerusalem: "Inikah kota yang disebut orang kota yang paling indah, kesukaan dunia semesta?"  

ע (Ayin)

16 Terhadap engkau semua seterumu mengangakan mulut-nya. Mereka bersuit-suit dan menggertakkan gigi: "Kami telah memusnahkannya!", kata mereka, "Nah, inilah harinya yang kami nanti-nantikan, kami mengalaminya, kami melihatnya! 

פ (Pe)

17 TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.  

צ (Tsade)

18 Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam; janganlah kauberikan dirimu istirahat, janganlah matamu tenang!  

ק (Qof)

19 Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada per-mulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!  

ר (Resh)

Yerusalem berkata:

20 Lihatlah, TUHAN, dan tiliklah, kepada siapakah Engkau telah berbuat ini? Apakah perempuan harus makan anak kandungnya, anak-anak yang masih dibuai? Apakah dalam tempat kudus Tuhan harus dibunuh imam dan nabi?   

ש (Sin/Shin)

21 Terbaring di debu jalan pemuda dan orang tua; dara-daraku dan teruna-terunaku gugur oleh pedang; Engkau membunuh mereka tatkala Engkau murka, tanpa belas kasihan Engkau menyembelih mereka!

ת (Tav)

22 Seolah-olah pada hari perayaan Engkau mengundang semua yang kutakuti dari sekeliling. Tatkala TUHAN murka tak ada seorang yang luput atau selamat. Mereka yang kubuai dan kubesarkan dibinasakan seteruku.

Kita sudah membaca 22 ayat (sesuai 22 huruf dalam abjad bahasa Ibrani) berbentuk suatu syair yang dinyanyikan oleh Nabi Yeremia sambil meratapi kota Yerusalem yang hancur dengan tragis. Jadi seluruh kitab ini dengan 5 pasal, isinya adalah 22 kumpulan bagian syair sesuai dengan 22 abjad Ibrani.

Nabi Yeremia sangat bersedih hati melihat Yerusalem, kota kesayangan dan tumpuan kaki Allah, kini telah kehilangan kemuliaannya. Segala keagungannya telah direnggut Allah, bagai dilemparkan dari langit ke bumi.

Nabi menggambarkan murka Tuhan yang begitu dahsyat menghancurkan semua rumah dari keturunan Yakub dan merobohkan semua tembok-tembok berkubu dari semua kota-kotanya.

Bagaikan seorang tentara yang melenturkan busur nya siap memanah setiap orang, bahkan yang terkuat sekalipun. Allah murka terhadap semua orang, bagaikan api melahap semua tenda-tenda dari puteri Sion.

Allah menghancurkan rumah dan mezbah-Nya, bagaikan Ia ingin menghapus seluruh ingatannya akan segala perayaan ibadah dan kebaktian hari Sabat mereka, dari pikiran SionAllah sudah menolak semua mezbah-mezbah dan altar-altar. Musuh-musuh Israel berteriak bagaikan hari pesta, waktu memasuki bait Allah. 

Tembok kota sudah dihancurkan rata dengan tanah, bahkan semua raja, pangerannya sudah ditawan ke tanah pengasingan. Bagi para nabi-nabi yang ada di Israel, Allah tidak lagi memberikan penglihatannya.  

Semua orang tua-tua di Sion, duduk di tanah menunduk dalam diam, menaruh abu di kepala mereka, berpakaian kain kabung, bahkan semua wanita muda Yerusalem juga turut bersedih. Kesedihan melanda seluruh orang di kerajaan itu.

Nabi Yeremia sudah sangat lelah bersedih, melihat kota yang megah itu hancur ke tanah, melihat orang tua muda semua pingsan di tanah lapang kota. Anak-anak kecil kelaparan dan mati perlahan di pelukan ibu mereka.

Yerusalem telah menjadi bahan ejekan dan colokan bagi siapapun yang melihat mereka pernah menjadi bangsa yang besar. Semua musuhnya bergirang atas mereka. 

Allah telah selesai melakukan apa yang direncanakan-Nya. Ia telah menggenapi janji-Nya yang telah disampaikan sebagai peringatan berulang-ulang pada mereka. Namun, mereka tidak mengindahkan peringatan Allah tersebut.

Nabi Yeremia sangat berharap bangsa Israel di tengah kehancuran mereka, tetap menangis dan berseru kepada Allah tanpa berhenti, memohon belas kasihan-Nya.

Demikianlah kita menyaksikan betapa kengerian Hukuman dan Pembalasan Allah atas umat kesayangan-Nya, yang tidak mau mendengarkan Firman TUHAN, Allah Semesta Alam.

Kiranya kita di zaman modern ini, dapat melihat juga bahwa bisa jadi kita juga menjadi seperti bangsa Israel yang pongah dan lupa diri atas segala keberhasilan mereka. Kesombongan dan keinginan daging telah menguasai dan membuat mata tidak lagi mau memandang Allah Pencipta kita yang senantiasa ingin kita kembali ke pelukan-Nya.

Kesabaran Allah ada batasnya, namun Kasih-Nya tidak ada batasnya. Di tengah segala kejahatan dan perbuatan berdosa kita, Allah tetap memberi ruang untuk pertobatan. Jadi jika hari ini kita mendengarkan firman Tuhan ini, jangan keraskan hati dan bertobatlah saat ini juga. Berbaliklah dari jalan yang jahat dan bertobatlah. 

Kasih setia Allah bagaikan air yang mengalir tidak henti-hentinya. Tuhan Yesus Kristus mencurahkan darah-Nya di kayu salib karena cinta-Nya pada kita yang masih berdosa. Ia datang ke dalam dunia ini demi kita, agar tidak mengalami murka Allah seperti itu. 

Datanglah pada Kristus, akui segala dosa dan berbaliklah dari jalan yang jahat. Buang segala berhala dan ikatan belenggu dosa kita, jangan lagi menikmatinya, melainkan bencilah semua kejahatan itu. Ikuti dan taatilah segala firman yang ada dalam Alkitab, rajinlah berdoa dan bersekutu dengan sesama orang percaya. Belajarlah pada Tuhan Yesus bagaimana harus hidup dan menjadi saksi-Nya dalam keseharian kita. Hiduplah menjadi surat-surat Kristus yang dapat dibaca oleh semua orang. Bertahan lah dalam iman kepada Kristus hingga suatu saat kelak, Ia akan datang kembali menjemput kita semua dalam Kerajaan-Nya yang kekal.  

Kiranya firman Tuhan ini menjadi berkat buat kita semua.

Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.

Mazmur 32:5
Amin.

Komentar