Choose to Honor - Legacy By Ps. John Sitorus IFGF Bekasi
30 November 2025
Choose to Honor
Choose your Legacy By Ps. John Sitorus
Warisan yang akan ditinggalkan sebagai penghormatan kepada Tuhan
Ada kisah tentang seseorang yang ingin memperbaiki rumahnya yang temboknya pada retak. Ahli bangunan yang datang, melihat bahwa struktur bangunan itu sudah terganggu karena pondasinya tidak kuat. Jadi mau diperbaiki sebanyak apapun pasti akan rusak lagi.
Begitu pula kita misalnya mendidik anak, berusaha memperbaiki anak kita, tapi semakin ia besar juga tidak akan berhasil, karena jangan-jangan pondasinya tidak kuat.
Kalau kita perhatikan bangunan di Eropa, luar biasa megah. Salah satu yang termegah ada di Spanyol. Suatu ketika ada turis yang melihat suatu Gereja.
Turis itu melihat bahwa bangunan itu penuh ukiran yang sedang diperbaiki oleh seseorang. Turis itu bertanya kepada pekerja seni yang sedang memperbaiki ukiran gereja itu. Ia berkata itu pekerjaan warisan dari ayahnya dan kakeknya. Ditanya lagi oleh turis itu, apa ia tidak ingin bekerja di bidang lain? Kenapa harus ikuti orangtuanya?
Jawaban pekerja itu, sungguh membuat turis itu menghela napas. Ia mengatakan, "Saya mengerjakan ini bukan untuk manusia, saya bekerja untuk Tuhan. Ini juga harus diwariskan kepada anak saya."
Raja Daud ingin sekali bisa mendirikan Bait Allah, namun Allah tidak mengizinkan. Ia berserah waktu dikatakan anaknya lah yang akan memimpin pembangunan Bait Allah itu. Namun ia tidak menyesal, melainkan berserah pada Tuhan. Apa yang ia lakukan itu sesungguhnya memberi warisan yang paling berharga kepada Tuhan.
1. Hidup dalam Iman
1 Taw 28:9
Kenallah Ayahmu = Yada (Ibrani).
Yada artinya saling mengenal secara akrab. Jangan hanya tahu saja, tapi harus mengenali kehendak dan niat Allah dalam hidup kita.
Sesuatu yang adalah produk kita, itulah yang menjadi Legacy buat anak cucu kita atau jemaat di sekitar kita. Pondasi yang kita letakkan itu benar.
1 Yohanes 5:4 (TB) sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
Mazmur 112:1-2 (TB)
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
Orang yang taat dan setia kepada Allah keturunannya pasti akan dipelihara. Iman yang kita miliki saat ini, sebagai warisan.
2. Visi dari Allah
Membawa Visi Allah itu artinya bisa melihat apa yang Allah lihat. Ia tidak akan memaksakan kehendaknya dalam kehidupannya, melainkan selalu mempersilakan segala kehendak Allah untuk terjadi.
Cerita Ps. John mengatakan bahwa ada orang batak yang berebutan harta warisan dengan saudaranya. Jika Visi Allah, kita diberi harta warisan itu, maka itu pasti terjadi. Jangan memaksakan kehendak Allah.
3. Warisan berupa komitmen
Komitmen dari orang tua kepada anaknya, atau suami kepada istrinya, tidak boleh dilanggar. Warisannya apa?
1 Tawarikh 28:14-19
Daud tidak boleh membangun Bait Allah, tapi Daud berjanji kepada Allah bahwa ia akan sediakan segala keperluan untuk membangun Bait Allah yang akan dibangun oleh anaknya.
Ia ingin anaknya juga berhasil, maka ia punya komitmen kepada Allah.
Komitmen bisa terjadi kalau:
1. Mengenal Tuhan secara Pribadi.
2. Mempercayai Allah lebih dari siapapun.
3. Ia tahu porsi ya telah disiapkan.
Komitmen merupakan wujud kesetiaan untuk terus mengupayakan yang terbaik pada bagian yang telah Tuhan percayakan.
Mazmur 145:4 (TB) Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.
Amin.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar