Yeremia 17 Part 5 tentang "Wajib Menguduskan Hari Sabat" Seri Nabi Besar by Febrian

26 Oktober 2025

Image taken from Thrist.sg

Yeremia 17 Part 5 tentang "Wajib Menguduskan Hari Sabat" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan mempelajari bahwa kita wajib menguduskan hari Sabat seperti yang difirmankan Tuhan. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Yeremia 17 <-- Klik di sini untuk membaca seluruh ayat

Yeremia 17:19

Beginilah firman TUHAN kepadaku: 

"Pergilah engkau dan berdirilah di pintu gerbang Anak Rakyat, yang dilalui keluar masuk oleh raja-raja Yehuda, dan di segala pintu gerbang Yerusalem; katakanlah kepada mereka: 

Dengarlah firman TUHAN, hai raja-raja Yehuda, hai segenap Yehuda dan segenap penduduk Yerusalem yang masuk melalui pintu-pintu gerbang ini! 

Beginilah firman TUHAN: 

Berawas-awaslah demi nyawamu! 

  1. Janganlah mengangkut barang-barang pada hari Sabat dan membawanya melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem! 
  2. Janganlah membawa barang-barang dari rumahmu ke luar pada hari Sabat dan 
  3. janganlah lakukan sesuatu pekerjaan, tetapi 
  4. kuduskanlah hari Sabat seperti yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu. 
Namun mereka 

  1. tidak mau mendengarkan dan 
  2. tidak mau memperhatikannya, melainkan mereka 
  3. berkeras kepala, sehingga 
  4. tidak mau mendengarkan dan 
  5. tidak mau menerima tegoran. 
Apabila kamu 

  1. sungguh-sungguh mendengarkan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan 
  2. tidak membawa masuk barang-barang melalui pintu-pintu gerbang kota ini pada hari Sabat, tetapi 
  3. menguduskan hari Sabat dan 
  4. tidak melakukan sesuatu pekerjaan pada hari itu, 
maka 

  1. melalui pintu-pintu gerbang kota ini akan berarak masuk raja-raja dan pemuka-pemuka, yang akan duduk di atas takhta Daud, dengan mengendarai kereta dan kuda: mereka dan pemuka-pemuka mereka, orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem. Dan 
  2. kota ini akan didiami orang untuk selama-lamanya. 
  3. Orang akan datang dari kota-kota Yehuda dan dari tempat-tempat sekitar Yerusalem, dari tanah Benyamin dan dari Daerah Bukit, dari pegunungan dan dari tanah Negeb, dengan membawa korban bakaran, korban sembelihan, korban sajian dan kemenyan, membawa korban syukur ke dalam rumah TUHAN. 
Tetapi apabila kamu tidak mendengarkan perintah-Ku untuk menguduskan hari Sabat dan untuk tidak masuk mengangkut barang-barang melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem pada hari Sabat, maka 

di pintu-pintu gerbangnya Aku akan menyalakan api, yang akan memakan habis puri-puri Yerusalem, dan yang tidak akan terpadamkan."

Dari ayat-ayat di atas, jelas terlihat kebaikan dan kemurahan hati TUHAN, Allah kita. Hari Sabat diciptakan Tuhan sejak hari penciptaan.

1. Kuduskan hari Sabat Tuhan

Kejadian 2:3

Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Keluaran 35:2

Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada perhentian kudus bagimu, yakni sabat, hari perhentian penuh bagi TUHAN; setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, haruslah dihukum mati.

Imamat 23:3

Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi TUHAN di segala tempat kediamanmu.

Keluaran 20:11

Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Yehezkiel 22:8

Engkau memandang ringan terhadap hal-hal yang kudus bagi-Ku dan hari-hari Sabat-Ku kaunajiskan. 

Firman Tuhan di atas begitu tegas mengatakan bahwa Allah menetapkan hari ke-7 yaitu Sabat, adalah hari khusus bagi-Nya, di mana setiap orang  harus berhenti melakukan segala pekerjaannya dan jika melanggarnya kematian adalah hukumannya. 

Banyak orang  di zaman sekarang ini, merasa bahwa firman Tuhan mengenai hari Sabat adalah suatu "imbauan" belaka dan jika melanggar pun, tidak berdampak apa-apa. Sehingga banyak sekali orang Kristen yang justru membuka tokonya, melakukan lobby di lapangan golf, lari pagi di Car Free Day, atau bentuk apapun lah di hari Ibadah Minggu. Bisa jadi kata-kata saya ini pun, akan menjadi sumber perdebatan yang bisa mengarah pada pertentangan pendapat umum. Namun, inilah yang tertulis dalam Alkitab: jangan melakukan kepentingan kita pribadi di hari Sabat, kuduskan hari Sabat ini.

Saya pribadi termasuk orang yang sungguh-sungguh mau menjalankan firman Tuhan baik Kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dan akan takut melakukan urusannya atau bisnisnya di hari Sabat. Jadi, jika saya mempunyai PR kerjaan kantor, sekalipun Senin adalah batas waktu pengumpulan, tetap di hari Minggu, saya tidak berani membuka Laptop untuk mengerjakannya, sekalipun besok mungkin saya akan kena teguran. 

Di hati dan pikiran saya, firman Tuhan adalah Aturan Hukum Tertinggi di Alam Semesta. Saya menempatkan Tuhan sebagai Yang Nomor Satu buat saya. Sama sekali ini bukan pendapat yang bisa saya paksakan kepada orang lain, saya hanya menyatakan pendapat saya pribadi. 

Sekalipun ada 1000 alasan untuk melanggarnya, selama bukan Roh Kudus yang menyatakannya kepada saya, maka saya akan tetap menjaga Hari Sabat dan tidak berani mengerjakan urusan kepentingan saya pribadi. 

2. Tuhan Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat

Coba firman Tuhan tentang hari Sabat ini kita Perdalam lagi:

Markus 2:23-28

Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" 

Jawab-Nya kepada mereka: 

"Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu--yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam--dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?

Lalu kata Yesus kepada mereka: 

"Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."

Tuhan Yesus mengajarkan suatu hal yang lebih dalam dan luas lagi dalam menjalankan hari Sabat Allah. Allah menjadikan hari Sabat ini bagi manusia, sebagai waktu yang dikhususkannya, demi berkumpul dan menyembah Allah, bukan demi kepentingan Allah, tetapi sesungguhnya demi kepentingan kita sendiri. Dengan berkumpul dan mendekat dengan Allah, maka kuasa dan perlindungan-Nya akan sempurna bagi kita. Otomatis segala penjagaan-Nya, berkat-berkat-Nya, kesehatan, dan segala kebaikan itu juga mengikuti dari belakang. 

Ibarat orang tua yang sangat rindu anak-anaknya datang mendekat padanya, maka demikian juga Allah Bapa di Surga sangat rindu kita ciptaan-Nya yang dikasihi dan disayangi-Nya duduk diam dekat kaki-Nya mendengarkan Ia berfirman bagi kita. Allah berlimpah ruah kasih-Nya, yang sangat ingin dicurahkan-Nya bagi kita, oleh karena itu jangan sibuk dengan urusan kita sendiri. Khususkan dan kuduskanlah hari Sabat, mendekatlah pada Allah.

3. Layanilah Tuhan dengan membantu sesama di Hari Sabat Tuhan 

Lukas 13:10-17

Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. Di situ ada 

seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. 

Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: 

"Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan 

seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. 

Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena 

Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, 

lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: 

"Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?

Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

Jadi ini  adalah langkah berikutnya perbuatan di hari Sabat yang Tuhan Yesus ajarkan: Bukan hanya berpuasa, beribadah, bernyanyi memuji Tuhan, memberi persembahan dan perpuluhan, melainkan: Layanilah sesama yang membutuhkan pertolongan!

Jadi kesimpulan dari firman Tuhan hari ini adalah, bahwa Allah ingin kita mengkhususkan hari Sabat ini dalam hati dan pikiran kita, dengan fokus kepada Allah dan melayani sesama kita, bukan mencari keuntungan diri sendiri. 

Lantas, memangnya boleh di hari biasa kita mencari keuntungan diri sendiri? Allah tidak pernah mengajarkan bahwa manusia harus sibuk mencari keuntungan diri sendiri, bahkan firman-Nya:

1 Korintus 10:24

Janganlah seorang pun berjuang untuk kepentingan dirinya sendiri saja. Setiap orang harus berjuang untuk kepentingan orang lain.

Jadi jelas Allah mau setiap orang yang bekerja di hari biasa, tidak ubahnya sama dengan perilaku pada hari Sabat. Setiap orang wajib bekerja keras dalam kesehariannya, bukan untuk mencari uang atau 'berkat Tuhan', tetapi mengerjakan pekerjaan yang diberikan Tuhan itu, sebagai wujud ucapan syukur dan pertanggungjawaban kita kepada Allah. Jika seseorang hidup dalam kebenaran, menguduskan hari Sabat, memuliakan dan meninggikan Tuhan, Pasti berkat Tuhan akan mengikutinya, berkat tidak perlu dicari-cari, Allah sudah menyediakannya. 

Bisa jadi akan ada yang berkata, saya sudah rajin beribadah di Gereja setiap hari Minggu, memberi perpuluhan, menjadi hamba Tuhan, tidak pernah berbuat jahat, tapi hidup saya selalu miskin, punya utang banyak, hidup sulit,  apakah benar berkat Tuhan sudah disediakan? Baca ini:

Yeremia 17:7-8

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Jadi saya tidak mengatakan orang Kristen 'pasti kaya', tetapi orang Kristen yang takut akan Allah dan menjalankan segala firman-Nya, pasti akan seperti itu. Karena tulisan di atas itu adalah firman yang keluar dari Mulut Allah sendiri, bukan kata-kata saya.

Mari datanglah sekarang juga kepada Allah pada hari ini. Duduk diamlah dan menangislah di kaki Yesus Sang Juru Selamat kita, Imam Besar Agung kita dan akui segala kesalahan dan dosa kita. Berjanjilah akan bertobat dan tidak berbuat segala dosa dan kesalahan lagi. Ubah dan buang semua sikap hati kita yang busuk, toxic, dendam, dengki, sombong dsb. Hiduplah bersih dalam kebenaran dan kasihilah orang lain dengan kasih yang tulus dan ikhlas. 

Maka saya yakin 100%, Allah dengan adil akan melakukan sesuatu yang ajaib. Imani bahwa kita akan mengalami suatu perubahan oleh Roh Kudus-Nya, hingga akhirnya hal itu dapat disaksikan kepada orang lain sebagai suatu kesaksian hidup.

Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. 

Ulangan 5:12

Amin.

Komentar