Yeremia 17 Part 1 tentang "Mengandalkan Allah saja" Seri Nabi Besar by Febrian

20 Oktober 2025

Image by Freepik.com

Yeremia 17 Part 1 tentang "Mengandalkan Allah saja" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai pergumulan Nabi Yeremia dengan TUHAN, Allah mengenai dosa bangsa Israel. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Bagian I - Orang yang mengandalkan dirinya vs mengandalkan TUHAN  

Yeremia 17:1-27

"Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah Mereka sebagai peringatan terhadap mereka! 


--Mezbah-mezbah mereka dan tiang-tiang berhala mereka memang ada di samping pohon yang rimbun di atas bukit yang tinggi, yakni pegunungan di padang. --


Harta kekayaanmu dan segala barang perbendaharaanmu akan Kuberikan dirampas sebagai ganjaran atas dosamu di segenap daerahmu. Engkau terpaksa lepas tangan dari milik pusakamu yang telah Kuberikan kepadamu, dan Aku akan membuat engkau menjadi budak musuhmu di negeri yang tidak kaukenal, sebab dalam murka-Ku api telah mencetus yang akan menyala untuk selama-lamanya." 

Allah dalam murka-Nya mencatat dosa suku Yehuda yaitu penyembahan berhala mereka. Allah berencana merampas seluruh harta kekayaan mereka dan mengambil milik pusaka mereka, serta menjadikan mereka budak bagi musuh mereka, yaitu di negeri yang tidak mereka kenal. Murka Allah begitu  dahsyatnya bagaikan api yang menyala untuk selama-lamanya. Mengapa itu terjadi? Karena mereka tidak mengandalkan TUHAN dalam kehidupan mereka. Itulah gambaran orang yang mengandalkan dirinya sendiri.

Beginilah firman TUHAN: 

17:5 "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. 

Allah dengan tegas Berfirman, jika manusia dalam kesehariannya dan dalam menghadapi masalah, terbiasa mengandalkan orang lain atau dirinya sendiri, dan bukan mengandalkan-Nya, maka ia tidak akan bisa bertahan dan akan menjadi terkutuk (hidup dalam penderitaan). Kehidupannya akan mengalami kekeringan, kesulitan dan kemalangan, bagaikan Semak bulus di padang belantara. Tidak ada yang disebut "Keadaan baik" atau "Hidup damai sejahtera", karena bagaikan hidup di tanah Angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Tanpa berkat dari Tuhan, Tanpa penjagaan-Nya, manusia akan mengalami kekeringan dan kesulitan sepanjang hidupnya.

17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. 

Firman Tuhan berikutnya ini adalah bukti dari sifat Allah yang Maha Kasih terhadap manusia. TUHAN bukanlah Allah yang kejam dengan hanya Menyatakan hukuman, tetapi juga memberi solusi yang harus manusia lakukan agar selamat dan hidup damai sejahtera.

Bayangkan janji yang Allah nyatakan: suatu pohon yang ditanam di tepi sungai, akarnya masuk merambat ke airnya. Pohon itu akan selalu mendapat air dan nutrisi untuk kehidupan. Sekalipun sungai itu kering, akarnya tertanam jauh ke dalam tanah, di mana air masih ada di bawahnya. Digambarkan bahwa ketika panas terik datang, tidak ada bedanya buat pohon itu, ia akan tetap segar. Pada masa musim kemarau, ia tidak kuatir, karena akarnya sudah mendapat jaminan air yang terus mengalir. Air Kehidupan terus mengalir .melalui akarnya, sehingga ia bisa terus menghasilkan buah.

Jujur saya pribadi sudah pernah mengalami kedua keadaan di atas. Pernah mengalami keadaan yang seperti tertutup dari berkat, mengalami kehilangan damai sejahtera, kesulitan dan persoalan datang silih berganti. Namun, firman Tuhan ini mengingatkan pada saya untuk menyadari bahwa saya selama itu hanya berjuang sendirian, mengandalkan diri sendiri dan koneksi saya. Tidak pernah saya terpikirkan untuk datang kepada Tuhan minta pertolongan atau petunjuk. Semua saya analisis dan putuskan sendiri. 

Hingga suatu saat tiba, firman Tuhan menegur dan saya menyadari segala kesalahan saya. Saya bertobat akan segala dosa saya, berjanji untuk tidak melakukan dosa lagi. Di saat itu saya letakkan beban hidup saya di depan kaki salib Kristus, saya hidup merdeka dan terlepas dari belenggu yang mengikat saya selama ini. 

Saya menangis dan memohon Allah untuk menjadi Pemimpin satu-satunya dalam hidup saya. Itulah momen di mana Damai Sejahtera dari Surga turun atas saya dan seluruh keluarga saya. Ada kebangkitan terjadi, satu per satu masalah saya terselesaikan, entah bagaimana. Masalah yang rumit, menjadi sederhana. Berkat, kesehatan, keamanan, sukacita, berlimpah ruah memenuhi kehidupan saya dan keluarga saya. Itulah yang kami alami hingga saat ini. 

Kuncinya satu: tempatkan TUHAN sebagai satu-satunya Allah dan Raja dalam kehidupan kita.

Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi.

Mazmur 47:2
Amin.

Komentar