Yesaya 48 tentang Pemulihan bangsa Israel oleh Allah - seri Nabi Besar by Febrian

26 Agustus 2025

Image by Freepik.com

Yesaya 48 tentang Pemulihan bangsa Israel oleh Allah - seri Nabi Besar  

Yesaya 48 <-- Klik di sini untuk membaca ayat

Dari ayat bacaan di atas, kita dapat melihat bahwa Allah sangat kecewa akan keras kepala umat kesayangan-Nya yaitu Israel. Ia menyatakan Nubuat untuk menegur mereka dan mengharapkan mereka berbalik dari kesalahan mereka. 

Karena kasih sayang-Nya dan Nama-Nya yang besar, maka Allah menahan diri dan tidak memusnahkan mereka, melainkan malah menyelamatkan mereka. Bahkan Allah menasihati mereka untuk taat, karena kuasa dan pemeliharaan-Nya.

Allah menyatakan janji-Nya jika bangsa Israel mau menyadari segala kesalahan dan dosanya, yaitu kehidupannya akan damai dan sejahtera serta tidak akan berkekurangan melainkan berkelimpahan. Allah berjanji akan memberkati keturunannya dan menjadikan mereka bangsa yang kuat.

Dengan kuasa yang dahsyat, Allah membebaskan umat-Nya keluar dari Babel, hingga mereka bersorak kemenangan dan memuliakan Nama TUHAN Pembebas mereka. Itulah kerinduan Allah kepada bangsa Israel.

Bagi kita di zaman modern ini, pelajaran yang dapat kita ambil adalah, bahwa teguran, peringatan, nasihat, tuntunan Allah senantiasa diberikan bagi kita semua. Namun, Adakalanya kita masih mengutamakan urusan dan kepentingan kita sendiri, bahkan kita masih menjalankan urusan-urusan duniawi kita, dengan cara-cara yang tidak benar dan bahkan terlibat dalam kejahatan. Inilah yang menyebabkan kita terkena hukuman dari Allah.

Banyak orang Kristen yang bingung mengapa hidupnya menderita dan kesusahan, padahal ia merasa sudah rajin ke Gereja, sudah rajin memberi persembahan dsb. Namun, sesungguhnya hatinya masih jauh dari Tuhan, mengapa? Kehidupannya bak malaikat di hari Minggu namun Senin sampai Sabtu bagaikan pengikut iblis. Inilah hal yang harus kita sadari dan pertobatkan. Coba sadari bahwa Allah menginginkan kekudusan dan kebenaran dalam seluruh hidup kita, bukan sebagian saja.

Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal Tuhan kita, Yesus Kristus dengan kesungguhan ingin semua orang menyadari dosanya dan berbalik dari jalan yang jahat. Tuhan Yesus memberikan teladan sebagai manusia sempurna, bagaimana kita harus bersikap dan bertindak dalam hidup kita. Ia adalah "role model" Kehidupan Umat Allah yang berkenan di hati  TUHAN. Jadi kita yang sudah mengatakan mencintai Allah, hidupnya wajib meneladani kehidupan dan perkataan Tuhan Yesus.

Jika seseorang ingin hidup sempurna, maka senantiasa ia wajib menyangkal dirinya, memikul Salib, dan mengiringi Tuhan Yesus kemana Ia pergi. Inilah tugas kita sebagai umat-Nya yang akan menjadi tentara-Nya di akhir zaman, yaitu menjadi orang-orang yang tidak bercacat cela hingga akhir.

Semoga Tuhan Yesus memberikan hikmat-Nya bagi kita semua.

Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.

Yesaya 48:17

Amin.

Komentar