Yesaya 47 tentang keruntuhan Babel Seri Nabi Besar by Febrian

25 Agustus 2025

Babylon's Fall: A Divine Judgements Image by GeminiAI

Yesaya 47 tentang keruntuhan Babel Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai keruntuhan Babel. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut.
Tuhan Yesus memberkati.

Yesaya 47:1-15 [TB2-LAI] 

Keruntuhan Babel

Turunlah dan duduklah di atas debu, hai anak dara, putri Babel! Duduklah di tanah tanpa takhta, hai putri Kasdim! Sebab engkau tidak akan disebutkan lagi manis genit.

Ambillah batu kilangan dan gilinglah tepung, bukalah kerudungmu; angkatlah sarungmu, singkapkanlah paha, seberangilah sungai-sungai!

Biarlah auratmu tersingkap dan aibmu kelihatan! Aku akan mengadakan pembalasan dan tidak menyayangkan seorangpun. Penebus kami, TUHAN semesta alam nama-Nya, Yang Mahakudus, Allah Israel.

Duduklah dengan berdiam diri dan masuklah ke dalam gelap, hai putri Kasdim! Sebab, engkau tidak akan disebut lagi ratu atas kerajaan-kerajaan.

Aku tadinya murka terhadap umat-Ku dan menajiskan milik pusaka-Ku, serta menyerahkannya ke dalam tanganmu; engkau tidak menaruh belas kasihan kepada mereka, bahkan sangat memberatkan kukmu kepada orang yang tua.

Engkau pernah berkata, "Untuk selama-lamanya aku tetap menjadi ratu!" Akan tetapi, engkau tidak memperhatikan dan tidak memikirkan akhir semuanya itu.

Oleh sebab itu, dengarlah ini, hai orang yang hidup bersenang-senang, yang duduk-duduk dengan tenteram, dan berkata dalam hatinya, "Hanya aku; tiada yang lain di sampingku! Aku tidak akan menjadi janda dan tidak akan kehilangan anak-anak!"

Kedua hal itu akan menimpa engkau dalam sekejap mata, pada hari yang sama. Kehilangan anak-anak dan kejandaan akan menimpa engkau habis-habisan, sekalipun banyak sihirmu dan sangat kuat mantramu.

Engkau merasa aman dalam kejahatanmu, katamu: "Tidak ada yang melihat aku!" Hikmat dan Kebijaksanaanmu dan pengetahuanmu itulah yang menyesatkan engkau, sehingga engkau berkata dalam hatimu, "Tiada yang lain di sampingku!"

Namun, malapetaka akan melanda engkau, engkau tidak tahu menolaknya dengan jampimu; bencana Akan menimpamu, engkau tidak sanggup mencegahnya dengan tumbal; kebinasaan akan melanda engkau sekonyong-konyong, yang tidak terduga olehmu.

Tetaplah bertahan dengan segala mantramu dan sihirmu yang banyak itu, yang telah kaukerahkan dari sejak masa mudamu; mungkin engkau berhasil, mungkin engkau dapat membuat orang takut.

Engkau telah lelah karena banyaknya nasihat! Biarlah tampil dan menyelamatkan engkau orang-orang yang meneliti segala penjuru langit, yang menilik bintang-bintang dan pada setiap bulan baru memberitahukan apa yang akan terjadi atasmu!

Sesungguhnya, mereka seperti jerami yang dibakar api; mereka tidak dapat melepaskan dirinya dari kuasa nyala api, bukan bara api untuk memanaskan diri, bukan api untuk berdiang!

Demikianlah bagimu orang-orang yang kaukerahkan itu, yang telah berdagang denganmu sejak masa mudamu. Masing-masing mereka terhuyung-huyung ke segala jurusan, tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau.

Dari ayat-ayat bacaan di atas, dapat kita bagi menjadi beberapa pokok-pokok pikiran utama, yaitu: 

  1. Babel yang dahulu bermegah dan merasa mulia akan dipermalukan dan dijatuhkan ke dalam kehinaan. 
  2. Tuhan yang Mahakudus adalah Penebus Israel yang bertindak dengan keadilan terhadap musuh umat-Nya. 
  3. Kesombongan dan rasa aman semu Babel menjadi alasan utama kejatuhannya. 
  4. Sihir, mantra, dan ilmu perbintangan tidak mampu menyelamatkan mereka dari murka Allah. 
  5. Hanya Tuhan yang berdaulat atas sejarah dan kehidupan bangsa-bangsa. 

TUHAN, Allah melalui Nubuat Nabi Yesaya mengingatkan, bahwa kekuasaan duniawi, siasat manusia, dan segala bentuk kesombongan tidak akan mampu bertahan di hadapan penghakiman Allah. Babel, yang merasa tak tergoyahkan, akhirnya diturunkan ke tanah debu. 

Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk tidak menaruh rasa aman pada kekuatan manusia, harta, atau hikmat dunia, melainkan hanya kepada Tuhan yang menjadi Penebus kita. Kesetiaan kepada-Nya adalah perlindungan sejati di tengah gejolak dunia. 

Sebab segala yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

1 Yohanes 2:16

Amin.

Komentar