Yesaya 37 tentang "Allah bertindak terhadap musuh-musuh-Nya" Seri Nabi Besar by Febrian

09 Agustus 2025

Yesaya 37 tentang "Allah bertindak terhadap musuh-musuh-Nya" Seri Nabi Besar

Yesaya 37 [TB2-LAI]

Yerusalem luput dari tangan Sanherib

Sesudah Raja Hizkia mendengar hal itu, ia mengoyakkan pakaiannya dan menyelubungi badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN. Kemudian ia mengutus Elyakim, kepala kerajaan, Sebna, sekretaris kerajaan, dan para tua-tua di antara para imam, dengan berselubungkan kain kabung, menemui Nabi Yesaya bin Amos. Mereka berkata kepadanya: 

"Beginilah kata Hizkia: 

Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya. Mungkin TUHAN, Allahmu, sudah mendengar perkataan juru minuman agung itu yang diutus raja Asyur, tuannya, untuk mencela Allah yang hidup, sehingga TUHAN, Allahmu, akan memberi hukuman karena perkataan-perkataan yang telah didengar-Nya. Hendaklah engkau menaikkan doa untuk sisa yang masih tertinggal ini!"

Ketika pegawai-pegawai raja Hizkia sampai kepada Yesaya, berkatalah Yesaya kepada mereka, 

"Katakanlah kepada tuanmu demikian: 

Beginilah firman TUHAN: 

Janganlah engkau takut terhadap perkataan yang kaudengar yang telah diucapkan oleh budak-budak raja Asyur untuk menghujat Aku. Sesungguhnya, Aku akan menaruh suatu roh dalam dirinya, sehingga ia mendengar kabar angin dan pulang ke negerinya. Aku akan membuat dia mati rebah oleh pedang di negerinya sendiri."

Ketika juru minuman agung pulang, didapatinya raja Asyur berperang melawan Libna. Sebab, mendengar bahwa raja telah berangkat dari Lakhis. 

Sementara itu, raja mendengar berita tentang Tirhaka, raja Etiopia, demikian, "Ia telah keluar berperang melawan engkau." 

Mendengar hal itu, ia mengirim utusan-utusan kepada Hizkia dengan pesan, 

"Beginilah harus kamu katakan kepada Hizkia, raja Yehuda: 

Janganlah Allahmu yang kauandalkan itu memperdaya engkau dengan menjanjikan: 

Yerusalem tidak akan diserahkan ke tangan raja Asyur. Sesungguhnya, engkau ini telah mendengar yang dilakukan raja-raja Asyur kepada semua negeri bahwa mereka telah menumpasnya. Bagaimana mungkin engkau akan dilepaskan? Bangsa-bangsa yang dimusnahkan oleh nenek moyangku, yakni Gozan, Haran, Rezef dan bani Eden yang di Telasar, apakah para ilah mereka pernah melepaskan mereka? Raja negeri Hamat, raja negeri Arpad, raja kota Sefarwaim, raja negeri Hena dan raja negeri Iwa, di mana mereka?"

Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, dan membacanya. Lalu ia pergi ke Rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN

Hizkia berdoa di hadapan TUHAN, demikian, 

"Ya TUHAN Semesta alam, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah semua kerajaan di bumi. Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. Arahkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah. Bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah. 

Dengarlah segala perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk menghina Allah yang hidup. Ya TUHAN, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan semua bangsa dan negeri-negeri mereka dan menaruh ilah-ilah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan tangan manusia, kayu dan batu belaka, sehingga mereka dapat dibinasakan. 

Karena itu, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya semua kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah TUHAN."

Dari bacaan di atas, kita dapat melihat betapa ketakutan dan kekhawatiran raja Hizkia, dan bagaimana ia mengambil keputusan yang  tepat, yaitu ia mencari TUHAN, Allah Yang Maha Kuasa. Ia berdoa memohon keselamatan dari TUHAN. 

Inilah sikap hati seorang yang takut akan Tuhan, setiap kali menemui atau mengalami persoalan dan masalah, ia tidak mencari manusia, tetapi mencari Allah. Di sinilah pentingnya kita menjalin hubungan yang akrab dengan Allah, sehingga jiwa kita berpaut kepada-Nya dalam segala keadaan.

Lalu Yesaya bin Amos menyuruh orang menemui Hizkia dengan pesan, 

"Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: 

Tentang yang telah kaudoakan kepada-Ku mengenai Sanherib, raja Asyur, inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: 

Puteri Sion, anak dara itu, 
telah menghina engkau, 
telah mengolok-olokkan engkau. 
Puteri Yerusalem 
telah menggeleng-gelengkan 
kepala di belakangmu. 
Siapakah yang engkau hina dan hujat? 
Terhadap siapa engkau 
menyaringkan suaramu dan 
memandang dengan angkuh? 
Terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel!

Dengan perantaraan hamba-hamba-mu
 engkau telah menghina Tuhan. 
Engkau berkata: 
Dengan banyaknya keretaku 
aku naik ke tempat-tempat 
tinggi di pegunungan, 
ke tempat yang paling jauh 
di gunung Libanon; 
aku menebang pohon-pohon arasnya 
yang tinggi besar, 
pohon-pohon sanobarnya 
yang terpilih; 
aku telah sampai ke puncaknya 
yang paling tinggi, 
ke hutannya yang lebat. 
Aku telah menggali 
dan minum air di negeri asing, 
aku telah mengeringkan 
dengan telapak kakiku 
semua sungai di Mesir!

Bukankah telah kaudengar, 
bahwa Aku telah menentukannya 
sejak jauh hari.
Aku telah merancangnya 
dari zaman purbakala, 
dan sekarang Aku mewujudkannya: 
Engkau membuat kota-kota 
berkubu sunyi sepi, 
menjadi timbunan puing, 
dan penduduknya yang tak berdaya 
menjadi terkejut dan malu. 
Mereka menjadi seperti 
tumbuh-tumbuhan di padang 
dan seperti rumput hijau, 
seperti rumput di atas sotoh, atau 
gandum yang layu oleh angin timur. 

Aku tahu duduk bangunmu, 
keluar masukmu, amukan 
amarahmu terhadap Aku. 
Oleh karena engkau telah 
mengamuk terhadap Aku, 
dan keangkuhanmu 
telah naik sampai ke telinga-Ku, 
Aku akan memasang 
kait-Ku pada hidungmu 
dan kekang-Ku pada mulutmu. 
Aku akan memulangkan engkau 
melalui jalan, dari mana engkau datang. 

Dan inilah yang akan menjadi tanda bagimu, Hizkia: 
Dalam tahun ini orang makan apa yang tumbuh sendiri, dan dalam tahun yang kedua, apa yang tumbuh dari tanaman yang pertama. Akan tetapi dalam tahun ketiga, menaburlah kamu, menuailah, buatlah kebun anggur dan makanlah buahnya. 
Orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yang masih tertinggal, akan berakar lagi ke bawah dan menghasilkan buah di atas. Sebab, dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari gunung Sion orang-orang yang terluput; kecemburuan TUHAN Semesta Alam akan melakukan hal ini.

Oleh karena itu, beginilah firman TUHAN mengenai raja Asyur: 

Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan melepaskan anak panahnya ke sini. Ia juga tidak akan maju dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok pengepungan. Melalui jalan ketika ia datang ia akan pulang, tetapi ke kota ini ia tidak akan masuk, demikianlah firman TUHAN. Aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, demi Aku dan demi Daud, hamba-Ku.

Lalu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di perkemahan Asyur. Esok harinya, ketika orang bangun pagi-pagi, tampaklah semuanya sudah menjadi mayat! 

Maka Sanherib, raja Asyur berangkat pulang, dan tinggal di Niniwe. Suatu kali ketika ia sujud menyembah dalam kuil Nisrokh, dewanya, Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang. Lalu mereka melarikan diri ke tanah Ararat. Esarhadon, anaknya, kemudian menjadi raja menggantikan dia.

Dalam bahasa aslinya, Malaikat TUHAN yaitu Mal’akh YHWH, adalah manifestasi TUHAN sendiri yang hadir sebagai utusan-Nya, bukan sekadar malaikat ciptaan. Dalam peristiwa-peristiwa tertentu di Alkitab, Allah bertindak langsung dengan wujud Malaikat untuk dengan kuasa ilahi penuh, untuk berbicara dengan otoritas Allah, bahkan seperti dalam ayat di atas, Ia melakukan tindakan yang hanya dapat dilakukan oleh TUHAN, termasuk menghancurkan musuh-musuh bangsa Israel sebagai wujud penggenapan janji dan perlindungan-Nya atas umat pilihan-Nya.

Ayat Frasa Ibrani Konteks Singkat
Kejadian 16:7–10 mal’akh YHWH Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada Hagar di padang gurun.
Kejadian 22:11–15 mal’akh YHWH Malaikat TUHAN menghentikan pengorbanan Ishak oleh Abraham.
Keluaran 3:2–4 mal’akh YHWH Malaikat TUHAN tampak dalam semak menyala, tapi kemudian Allah berbicara langsung.
Hakim-hakim 6:11–23 mal’akh YHWH Gideon menerima kunjungan malaikat TUHAN yang memberi perintah penghakiman atas Midian.
Hakim-hakim 13:3–22 mal’akh YHWH Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada ibu Simson untuk mengumumkan kelahiran anaknya.
Yesaya 37:36 mal’akh YHWH Malaikat TUHAN yang secara ajaib menghancurkan 185.000 tentara Asyur dalam semalam.

Dapat kita lihat, bahwa terdapat banyak kejadian di mana Allah sendiri bertindak sebagai Malaikat yang perkasa, demi melakukan sesuatu yang penting. TUHAN, Allah Maha Kuasa, berkenan turun sendiri demi kebaikan umat-Nya yang dikasihi-Nya.

Jika kita ingat dalam khotbah Yesaya pasal-pasal sebelumnya, maka dapat kita lihat, bahwa Allah memakai bangsa-bangsa kafir untuk menghukum, mendidik dan menghajar bangsa Israel agar bertobat. Namun, di sisi lain, Allah Maha Kasih, juga ingin bangsa-bangsa kafir itu bertobat dan berbalik setelah menyaksikan kuasa Allah yang dahsyat. Apa yang terjadi, bangsa Asyur yang juga dipakai Allah untuk menghajar Umat Pilihan-Nya, malahan bertindak arogan dan menganggap TUHAN, Allah Pencipta langit dan bumi, sama dengan berhala kayu dan batu lainnya. Ini penistaan keji terhadap Allah, sehingga Ia turun sendiri dari Surga dan membinasakan mereka dalam semalam!

Jadi kesimpulan dari bacaan kita hari ini, bahwa masalah bisa datang dengan menakutkan, tetapi di Surga ada Allah yang memperhatikan segala seru doa yang kita panjatkan. Doa kita hendaknya dipanjatkan dengan sikap hati yang benar dan penuh ketulusan. Allah akan bertindak pada waktu yang Ia tentukan sendiri. Allah pasti menolong kita, tepat pada waktunya.

TUHAN Allahmu ada di tengah-tengahmu. Dialah pejuang yang memberi kemenanganIa bergembira atasmu dengan penuh sukacita. Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya. Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, seperti pada hari pertemuan raya." 

"Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

Zefanya 3:17-18

Amin.

Komentar