Yesaya 33 tentang "TUHAN, Allah memulihkan segala sesuatu" Seri Nabi Besar by Febrian

4 Agustus 2025


AI Image by Gemini Ai (2.5 Flash)

Yesaya 33 tentang "TUHAN, Allah memulihkan segala sesuatu" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Bagaimana Allah memulihkan keadaan Israel dan menjadi Raja di Sion. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. 

Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

I. Keselamatan dari TUHAN, Allah Israel

1. Hukuman Tuhan atas bangsa kafir

Yesaya 33:1 [TB2-LAI]

TUHAN menjadi penyelamat dan raja di Sion

1 Sungguh celaka engkau, hai perusak yang belum dirusak, dan engkau, hai pengkhianat yang belum dikhianati! Apabila engkau selesai merusak, engkau sendiri akan dirusak; apabila engkau habis mengkhianati, engkau sendiri akan dikhianati.

Allah pada awalnya mengendalikan bangsa-bangsa kafir untuk menyerang bangsa Israel, dengan tujuan untuk menegur, menghajar, mendidik, namun akan kembali memulihkannya lagi suatu hari, jika mereka sudah sadar akan kesalahan mereka. 

Demikian Allah mengasihi bangsa Israel dengan cara mendidiknya dengan memakai bangsa kafir, namun sesungguhnya di balik itu Allah juga mengasihi bangsa-bangsa kafir tersebut. Allah berkehendak agar mereka juga bertobat dari kefasikannya, karena melihat tangan TUHAN yang kuat. Akan tetapi, berbeda pada kenyataannya, misalnya seperti bangsa Asyur yang dipakai Allah untuk menghajar bangsa Israel (Yesaya 30:27-33), namun mereka tidak mengindahkan Allah, bahkan berkhianat kepada Allah dengan kesombongannya. Nabi Yesaya menubuatkan, bahwa Allah akan memukul bangsa Asyur yang telah merusak rancangan Allah serta mengkhianati-Nya. 

2. Doa umat mohon keselamatan dalam kesesakan

Yesaya 33:2 [TB2-LAI]

2 TUHAN, kasihanilah kami, Engkau kami nanti-nantikan! Jadilah tangan perlindungan kami setiap pagi, dan keselamatan kami di waktu  kesesakan!

Pada akhirnya umat Allah yang masih setia kepada-Nya, berseru kepada Allah dalam kesesakan mereka. Hal ini tepat dan benar, yaitu jika seseorang yang dalam kesesakan, berdoalah kepada Allah memohon perlindungan dan keselamatan. Hanya Allah lah Satu-satunya Sumber pengharapan manusia, yang tidak pernah akan mengecewakan, karena Ia pasti akan bertindak dan menolong.

3. Allah membela umat-Nya

Mazmur 56:8

Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?

Yesaya 33:3-4 [TB2-LAI]

3 Ketika mendengar suara gemuruh, larilah bangsa-bangsa Ketika Engkau bangkit tercerai-berailah suku-suku bangsa. Orang mengumpulkan jarahan seperti belalang pelahap menelan makanannya; mereka menyerbunya seperti serbuan kawanan belalang.

Bagaikan Pahlawan, TUHAN, Allah bangsa Israel bangkit dengan suara gemuruh dan menyelamatkan mereka, maka lari dan tercerai-berai lah mereka. Jarahan mereka akan lenyap seperti diserbu dan dimakan belalang pelahap. Celakalah bangsa-bangsa penjajah Israel, mereka akan berhadapan dengan Allah sendiri.

4. Hikmat dan pengetahuan dari Allah

Yesaya 33:5-6 [TB2-LAI]

5 TUHAN tinggi luhur, sebab Ia tinggal di tempat tinggi; Ia membuat Sion penuh keadilan dan kebenaran. Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion.

TUHAN, Allah Semesta Alam, bertakhta di Surga dan akan memulihkan Israel dan menjadikan mereka penuh keadilan dan kebenaran. Bangsa Israel akan dipulihkan dengan keamanan kembali. Sesungguhnya bangsa Israel  diselamatkan, jika memiliki rasa takut akan Tuhan, yang membangkitkan hikmat dan pengetahuan.

Demikian kita Israel rohani, patut menyadari bahwa ada kuasa kegelapan yang ingin menjahah kita, namun Allah kita berkuasa melawan mereka dan membebaskan kita dari segala serangan dan belenggu mereka. Kuncinya adalah kita wajib memiliki hati yang tulus dan hidup dalam kebenaran, serta rasa takut akan Allah yang memberi kita hikmat dan pengetahuan akan kebenaran-Nya.

5. Musuh-musuh ditaklukkan

Yesaya 33:7 [TB2-LAI]

7 Lihat, orang-orang Ariel menjerit di jalan, utusan-utusan perdamaian menangis pedih. Jalan-jalan raya menjadi sunyi sepi dan orang-orang yang bepergian tiada lagi. Perjanjian sudah diingkari, saksi-saksi sudah ditolak, dan manusia tidak dihargai. Negeri berkabung dan merana; Libanon menanggung cela dan menjadi layu; Saron sudah seperti padang belantara, Basan dan Karmel meluruh daunnya.

Beberapa penjelasan yang mendukung bahwa ayat ini ditujukan kepada Israel: 

  1. “Orang-orang Ariel” (Yes. 33:7) adalah julukan simbolik untuk Yerusalem, bukan musuh asing. “Ariel” berarti “mezbah Allah” atau “singa Allah” (Yes. 29:1–2), dan dalam konteks ini merujuk pada penduduk dan pemimpin kota suci yang kini menjerit karena situasi genting yang mereka alami sendiri. 
  2. “Utusan-utusan yang mencari damai menangis” menunjuk kepada pejabat Israel yang dikirim untuk merundingkan perdamaian (kemungkinan dengan Asyur), tetapi gagal. Artinya, mereka bukan penjajah, melainkan rakyat Israel sendiri yang kecewa karena pengharapannya pada solusi duniawi ternyata hampa. 
  3. Ayat 8 menyebut “perjanjian diingkari” dan “saksi-saksi ditolak”. Ini berbicara tentang pengkhianatan dalam aliansi atau janji yang dibuat Israel kepada bangsa lain (atau yang diterima dari bangsa lain), tetapi tidak membuahkan hasil. Jalan raya yang kosong menunjukkan ketakutan dan ketegangan nasional—sebuah gambaran dari dalam negeri Israel.
  4. Ayat 9 menggambarkan kesuraman tanah-tanah subur Israel sendiri: Libanon, Saron, Basan, dan Karmel semuanya berada dalam atau dekat wilayah Israel, dan dikenal sebagai simbol kemakmuran. Kejatuhan mereka menunjukkan bahwa penderitaan itu terjadi di dalam tanah Israel, bukan di wilayah musuh.

Dengan demikian, ayat 7–9 tidak menggambarkan kekalahan musuh Israel, melainkan kehancuran dan kepedihan bangsa Israel sendiri, sebagai akibat dari ketidaktaatan, keangkuhan, dan keengganan mereka mencari pertolongan dari Tuhan.

II. Tuhan memulihkan segala sesuatu

1. Allah Bangkit dan ditinggikan

Yesaya 33:10-14 [TB2-LAI]

10 Sekarang, Aku akan bangkit, firman TUHAN, sekarang, Aku akan meninggikan diri-Ku, sekarang, Aku akan ditinggikan! Kamu mengandung rumput kering, dan melahirkan jerami; amarahmu adalah api yang memakan kamu sendiri. Bangsa-bangsa akan dibakar menjadi kapur, akan dibakar dalam api seperti potongan semak duri. Hai orang-orang yang jauh, dengarlah apa yang telah Kulakukan, hai orang-orang yang dekat, ketahuilah keperkasaan-Ku! 

Allah menyatakan kehendak-Nya, bahwa Ia akan bangkit dan meninggikan diri-Nya. Ini gambaran bahwa waktunya sudah tiba, bagi Allah untuk memulihkan Nama-Nya yang kudus. Pembalasan bagi orang yang berkhianat kepada-Nya akan segera dilaksanakan. 

Namun, jika kita renungkan bahwa Allah tidak langsung menghukum, melainkan masih mengizinkan nabi Yesaya untuk menubuatan hukuman Allah tersebut. Jadi TUHAN, Allah Maha Pengasih dan Penyayang, sesungguhnya masih memberikan kesempatan bagi musuh-musuh bangsa Israel itu untuk bertobat, apabila mereka mau berbalik dari jalan mereka yang jahat.

Allah memberi peringatan bahwa orang-orang berdosa dan orang murtad, akan terkejut dan kegentaran karena akan dimusnahkan dalam perapian abadi.

2. Orang fasik gentar akan Allah

Di sini selanjutnya,

Yesaya 33:14 [TB2-LAI]

14 "Orang-orang berdosa terkejut di Sion; orang-orang murtad diliputi kegentaran. 

Mereka berkata: 

"Siapakah di antara kita yang dapat tinggal dekat api yang menghanguskan ini? 

Siapakah di antara kita yang dapat tinggal di dekat perapian yang abadi ini?"

Orang berdosa yang menyaksikan kedahsyatan kuasa Allah, menjadi ngeri dan bertanya, bahwa siapa yang mungkin dapat mendekat kepada Allah, mengingat Ia bagaikan Api yang menghanguskan. Namun, Allah memberikan jawaban dengan penuh kasih.

3. Syarat menjadi umat Allah

Jawab Tuhan melalui nubuat Nabi Yesaya:

Yesaya 33:15 [TB2-LAI]

15 Orang yang 

  1. hidup dalam kebenaran, yang 
  2. berbicara jujur, yang 
  3. menolak laba hasil pemerasan, yang 
  4. mengebaskan tangannya, supaya tidak menerima suap, yang 
  5. menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang 
  6. menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan, 

4. Janji Allah bagi orang benar

Dan inilah janji Allah terhadap orang seperti itu:

Yesaya 33:16 [TB2-LAI]

dia itu seperti 

  1. orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, 
  2. bentengnya kubu-kubu di atas bukit batu; 
  3. rotinya selalu tersedia, 
  4. air minumnya terjamin.
  5. Matamu akan memandang raja dalam semaraknya, akan 
  6. melihat negeri yang terbentang jauh. 
  7. Hatimu akan mengingat kengerian yang sudah-sudah, "Di manakah juru hitung, di manakah juru timbang, dan di manakah orang yang menghitung menara-menara?" Tidak lagi akan kaulihat bangsa yang biadab itu, bangsa yang ucapannya samar, tak terpahami, yang bicaranya gagap, tak dapat dimengerti.
  8. Pandanglah Sion, kota pertemuan raya kita! Matamu akan melihat Yerusalem, tempat kediaman yang aman, kemah yang tidak berpindah-pindah, patoknya tidak dicabut untuk seterusnya, dan semua talinya tidak akan putus. 

4. Segala sesuatunya dijadikan baru

Kemuliaan Allah dinyatakan bagi umat-Nya: 

Yesaya 33:21-24 [TB2-LAI]

    21 Di sana TUHAN itu sungguh mulia bagi kita, seperti tempat penuh sungai dan aliran yang lebar; perahu dayung tidak melaluinya, dan kapal besar tidak menyeberanginya. 

    Sebab, TUHANlah Hakim kita,
    TUHANlah panglima kita;
    TUHANlah Raja kita,
    Dia akan menyelamatkan kita

    23 Tali-talimu sudah kendur, tidak dapat mengikat teguh tiang layar di tempatnya, tidak dapat membentangkan layar. Pada waktu itu orang akan membagi-bagi banyak rampasan, dan orang lumpuh pun akan mengambil jarahan. 24 Tidak seorangpun yang tinggal di sana akan berkata, "Aku sakit," dan semua penduduknya akan diampuni kesalahannya.

    TUHAN, Allah bangsa Israel, berjanji akan menyelamatkan umat-Nya yang hidup dalam kebenaran, sehingga orang yang semula hidup tidak berdaya dan lemah, akan dikuatkan. Ia juga akan memelihara umat-Nya hingga sakit penyakit tidak ada lagi di sana, semua orang akan diampuni dosanya.

    Jadi, bagi kita yang hidup di zaman sekarang ini, di mana kuasa kegelapan sangat berkuasa di dunia ini, kita wajib hidup benar dan taat akan firman Tuhan, sehingga keselamatan dan penjagaan Allah akan terus  terjadi dalam kehidupan kita. Marilah kita berharap hanya kepada Allah saja, menantikan pertolongan-Nya seumur hidup kita.  

    Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi 

    Mazmur 124:8

    Amin.

    Komentar