The Plot Ps. Tommy Simamora IFGF Online
24 Agustus 2025
The Plot
Ps. Tommy Simamora
- Alur cerita - Rancangan Allah dalam hidup manusia.
- Rencana Rahasia - Iblis punya strategi jahat bagi manusia.
Plot Twist = Allah membalikkan rancangan jahat iblis, menjadi suatu rancangan indah bagi manusia.
Raja Saul dalam 1 Samuel 18-19, merencanakan hal yang jahat, tapi Allah mengubah (Plot Twist), menjadi rancangan luar biasa dalam hidup Daud.
1 Samuel 18:6-9
Saul benci kepada Daud
18:6 Tetapi pada waktu mereka pulang, ketika Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; 18:7 dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa." 18:8 Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: "Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya." 18:9 Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.
Tuhan bisa mengubah segala sesuatu untuk kebaikan manusia. Rancangan Allah pasti terlaksana, tapi sementara ini mungkin ada rencana jahat yang sedang berjalan dalam kehidupan kita.
Misalnya di zaman sekarang, mungkin ada rancangan jahat bagi kita, bisa Allah ubah menjadi kebaikan bagi kita. Rancangan jahat iblis ingin menghancurkan kita, tapi Allah bisa mengubah menjadi sesuatu yang membawa kesaksian.
Weda kawu mengalami sakit kanker, ia merasa beban berat menimpa hidupnya. Namun, pada akhirnya, ia bisa melihat penyakitnya itu menjadi suatu kesaksian yang indah bersama Tuhan.
1 Samuel 18:20-22
18:20 Tetapi Mikhal, anak perempuan Saul, jatuh cinta kepada Daud; ketika hal itu diberitahukan kepada Saul, maka iapun menyetujuinya; 18:21 sebab pikir Saul: "Baiklah Mikhal kuberikan kepadanya; biarlah ia menjadi jerat bagi Daud, dan biarlah tangan orang Filistin memukul dia!" Lalu berkatalah Saul kepada Daud untuk kedua kalinya: "Pada hari ini engkau boleh menjadi menantuku." 18:22 Lagi Saul memerintahkan kepada para pegawainya: "Katakanlah kepada Daud dengan diam-diam, demikian: Sesungguhnya, raja suka kepadamu dan para pegawainya mengasihi engkau; maka sebab itu, jadilah engkau menantu raja."
Awalnya Saul merancangkan hal jahat bagi Daud, itu diubahkan Allah menjadi keselamatan bagi Daud.
Saul kemudian berubah lagi pikirannya, untuk membunuh Daud.
1 Samuel 18:25 (TB)
Kemudian berkatalah Saul: "Beginilah kamu katakan kepada Daud: Raja tidak menghendaki mas kawin selain dari seratus kulit khatan orang Filistin sebagai pembalasan kepada musuh raja." Saul bermaksud untuk menjatuhkan Daud dengan perantaraan orang Filistin.
1 Samuel 18:27-28 (TB)
27 tetapi Daud sudah bersiap, ia pergi dengan orang-orangnya dan menewaskan dari orang Filistin itu dua ratus orang serta membawa kulit khatan mereka; dan dalam jumlah yang genap diberikan merekalah semuanya itu kepada raja, supaya Daud menjadi menantu raja. Kemudian Saul memberikan Mikhal, anaknya, kepadanya menjadi isterinya.
Hal lain yang ajaib adalah, Yonatan anak Saul yang logikanya seharusnya memusuhi Daud karena mengancam takhta nya. Ia adalah pewaris takhta kerajaan Israel. Jika Daud akan jadi raja pengganti Saul, seharusnya ia membenci Daud, tapi anehnya ia malah menjadi sahabat Daud. Inilah keajaiban Allah.
1 Samuel 18:1 (TB)
Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
Amsal 16:7 (TB)
Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dengan dia.
Yonatan menyelamatkan nyawa Daud waktu mau dibunuh ayahnya. Ia menjadi sahabat bagi Daud yang adalah musuh ayahnya.
Pintu yang ditutup manusia, tidak ada artinya, karena Allah bisa bukakan pintu di tempat yang tidak mungkin ada celah.
Apa yang sudah tamat bagi manusia bisa diberi jalan keluar bagi manusia.
Amin.
Komentar
Posting Komentar