Yeremia 46 tentang "Allah membenci kesombongan" Seri Nabi Besar by Febrian

11 Desember 2025

Image by Freepik.com

Yeremia 46 tentang "Allah membenci kesombongan" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai__. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Yeremia 46 <-- Klik di sini untuk membaca seluruh ayat.

1. Yeremia menubuatkan kekalahan pasukan Firaun di tepi sungai Efrat,

Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia tentang bangsa-bangsa.

Mengenai Mesir. Terhadap tentara Firaun Nekho, raja Mesir, yang berkemah di tepi sungai Efrat dekat Karkemis dan yang dipukul kalah oleh Nebukadnezar, raja Babel, dalam tahun yang keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda: 

"Siapkanlah perisai besar dan perisai kecil dan majulah untuk bertempur! Pasanglah kuda, dan naiklah, hai pengendara-pengendara! Ambillah tempatmu dengan memakai ketopong, tajamkanlah tombakmu, pakailah baju zirahmu! 

Mengapa kulihat mereka terkejut, mundur ke belakang? Pahlawan-pahlawan mereka terpukul kalah, lari kocar-kacir, tanpa menoleh; kedahsyatan dari segala jurusan!, demikianlah firman TUHAN. Orang yang tangkas tidak dapat melarikan diri, pahlawan tidak dapat meluputkan diri; di utara, di tepi sungai Efratlah mereka tersandung dan rebah. Siapakah ini yang meluas seperti sungai Nil dan yang airnya bergelora seperti sungai-sungai? Itulah Mesir yang meluas seperti sungai Nil, dan yang airnya bergelora seperti sungai-sungai. Ia berkata: Aku mau meluas menutupi bumi, membinasakan kota dan penduduknya. 

Majulah, hai kuda-kuda! Melajulah, hai kereta-kereta! Majulah berperang, hai pahlawan-pahlawan, hai kamu orang Etiopia dan orang Put yang memegang perisai, dan orang Lidia yang membentur busur! Hari itu ialah hari Tuhan ALLAH semesta alam, hari pembalasan untuk melakukan pembalasan kepada para lawan-Nya. Pedang akan makan sampai kenyang, dan akan puas minum darah mereka. Sebab Tuhan ALLAH semesta alam mengadakan korban penyembelihan di tanah utara, dekat sungai Efrat. Pergilah ke Gilead mengambil balsam, hai anak dara, puteri Mesir! Sia-sia engkau memakai banyak obat, kesembuhan tidak akan kaudapat! Bangsa-bangsa telah mendengar tentang celamu, bumi telah penuh dengan teriakmu, sebab pahlawan yang satu tersandung kepada pahlawan yang lain, keduanya rebah bersama-sama."

Jika kita perhatikan ayat-ayat bacaan di atas, maka dapat kita lihat itu adalah firman TUHAN yang diucapkan-Nya mengenai Mesir yang berlagak sombong dan arogan di hadapan Allah, namun telah dihancurkan Allah melalui raja Nebukadnezar. Tentara Mesir yang tadinya gagah berani dan ditakuti, menjadi ketakutan dan lari kocar-kacir.

Keadaan di atas, membuktikan bahwa Allah sangat tidak suka melihat makhluk apapun di Alam Semesta ini, berubah menjadi sombong dan arogan. Allah akan merendahkan orang congkak dan meninggikan orang yang rendah hati.

2. Kemenangan Nebukadnezar atas Mesir.

Firman yang disampaikan TUHAN kepada nabi Yeremia tentang datangnya Nebukadnezar, raja Babel, untuk memukul kalah tanah Mesir: 

"Beritahukanlah di Mesir, dan kabarkanlah di Migdol! Kabarkanlah di Memfis dan di Tahpanhes! Katakanlah: Ambillah tempat dan bersiaplah, sebab sekitarmu habis dimakan pedang! Mengapa Apis melarikan diri, tidakkah sanggup sapi jantanmu bertahan? Sungguh, TUHAN telah menundukkan dia! Banyak dari padamu yang tersandung dan rebah, mereka berkata seorang kepada yang lain: Marilah kita pulang kepada bangsa kita, ke negeri kelahiran kita, untuk mengelakkan pedang yang merajalela ini! 

Sebutlah nama Firaun, raja Mesir: Tukang ribut yang membiarkan kesempatan berlalu! Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Raja yang nama-Nya TUHAN semesta alam, ia akan datang seperti gunung Tabor yang menjulang di antara gunung-gunung lain, seperti gunung Karmel yang menganjur ke laut. 

Siapkanlah bagimu barang-barang untuk perjalananmu ke pembuangan, hai puteri Mesir yang sudah lama menetap! Sebab Memfis akan menjadi sunyi sepi, dijadikan reruntuhan yang tidak berpenduduk lagi. Mesir adalah lembu muda yang elok, tetapi seekor pikat dari utara mendatangi dia. Juga prajurit-prajurit upahan yang ada padanya adalah seperti anak-anak lembu tambun; merekapun berbalik dan melarikan diri bersama-sama; mereka tidak dapat bertahan, sebab hari bencana mereka menimpa mereka, yakni waktu penghukuman mereka. Suaranya seperti ular yang mendesis, apabila mereka berjalan maju dengan bertentara; mereka mendatangi dia dengan membawa kapak seperti orang-orang penebang pohon. Mereka menebang hutannya, demikianlah firman TUHAN, sekalipun itu tidak dapat dimasuki; sebab lebih banyak mereka dari pada belalang, tidak terbilang jumlahnya. 46:24 Puteri Mesir menjadi malu, diserahkan ke dalam tangan bangsa dari utara." 

46:25 TUHAN semesta alam, Allah Israel, berfirman: 

"Sesungguhnya, Aku mendatangkan hukuman atas dewa Amon dari Tebe, atas Firaun beserta Mesir, dewa-dewanya dan raja-rajanya, yakni atas Firaun beserta orang-orang yang percaya kepadanya. Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tangan orang-orang yang berusaha mencabut nyawa mereka, yakni ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, dan para pegawainya. Tetapi sesudahnya negeri itu akan didiami seperti dalam zaman purbakala, demikianlah firman TUHAN. 

Nebukadnezar adalah Raja yang dipakai Allah untuk menyingkirkan Mesir yang tidak disukai-Nya karena arogan dan jahat. Namun, jika kita ingat, bahwa Nebukadnezar pun pernah dihukum Tuhan, juga karena kesombongannya.

Bacalah ini: Daniel 5:20-21

Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya. 5:21 Ia dihalau dari antara manusia dan hatinya menjadi sama seperti hati binatang, dan tempat tinggalnya ada di antara keledai hutan; kepadanya diberikan makanan rumput seperti kepada lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai ia mengakui, bahwa Allah, Yang Mahatinggi, berkuasa atas kerajaan manusia dan mengangkat siapa yang dikehendaki-Nya untuk kedudukan itu.

Jadi pada akhirnya, Nebukadnezar sadar, bahwa di langit ada Allah Yang Maha Kuasa Sang Pencipta Langit dan bumi, yang sanggup meninggikan orang, namun juga sanggup merendahkan siapapun. Ia kemudian mau berubah dan dipakai menjadi alat bagi Allah untuk menghancurkan Mesir.

Dari firman Tuhan di atas, kita wajib menyingkirkan segala cikal bakal, atau akar dari segala kesombongan yang bakal menjadi besar dalam kehidupan kita. Apa itu? Senang dipuji, haus pujian, dengan apa? Senang membeli barang mahal untuk dipamer-pamerkan kepada orang lain. Atau jika otak kita pandai, kita sangat suka jika orang memuji kepandaian kita. Seseorang yang seperti itu suatu hari akan jatuh karena kesombongannya. Ada lagi orang yang merasa dirinya cantik atau tampan, akan selalu rajin gym dan perawatan kulit, demi untuk meraih pujian dari orang lain. 

Mulai dari sekarang, pahamilah esensi Kehidupan ini, dari awal Allah membentuk tanah liat, kemudian meniupkan nafas hidup ke dalam tanah itu, jadilah Adam manusia pertama, tujuannya adalah:

Kejadian 1:26-29

Berfirmanlah Allah: 

"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: 

"Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 

Berfirmanlah Allah: 

"Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

Dari mulanya Allah menciptakan manusia untuk bekerja "menguasai hewan-hewan di bumi", artinya kita ini diciptakan sebagai "karyawan" nya Allah yang mengelola Bumi ini. Lihatlah kenyataannya, orang yang kuat berusaha menindas dan menguasai orang yang lemah, setelah itu membanggakan dirinya sendiri karena merasa hebat.

Mari kembalilah kepada esensi dasar manusia, diciptakan untuk berkembang biak, kemudian menguasai hewan-hewan, serta memelihara bumi ini.  

3. Allah menguatkan Yakub di tengah penghukumannya.

Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, janganlah gentar, hai Israel! Sebab sesungguhnya, Aku menyelamatkan engkau dari tempat jauh dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka. Yakub akan kembali dan hidup tenang dan aman, dengan tidak ada yang mengejutkan.

Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku menyertai engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuceraiberaikan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah."

Yeremia 46 ini diakhiri dengan kata-kata penghiburan dari Allah, kepada kaum Israel dan Yehuda yang telah mengalami kehidupan yang tidak tenang dan tidak aman. Allah berjanji untuk menyelamatkan mereka dari tempat jauh dan dari tempat pembuangan, sehingga mereka akan kembali hidup tenang dan aman dengan tidak ada yang mengejutkan. Allah berjanji bahwa sekalipun Ia menghajar bangsa Israel sesuai ketetapan-Nya, Ia akan membinasakan bangsa-bangsa yang telah menceraiberaikan mereka, dan pada akhirnya tetap menyelamatkan Israel.

Inilah kemuliaan Allah yang dinyatakan atas umat kesayangan-Nya kaum Israel dan Yehuda. Kita yang adalah umat Israel rohani, mungkin juga mengalami hal yang serupa dalam kehidupan kita, yaitu mengalami teguran Allah, mungkin juga hukuman-Nya. Namun, sesuai firman TUHAN di atas, segala hukuman Allah tersebut, bertujuan demi kita mencari wajah-Nya dan bisa berbalik dari jalan kita yang jahat, mengikuti jalan Salib dan menjadi saksi Kristus di seluruh dunia. 

Demikianlah firman TUHAN hari ini, semoga kita semua mendapat berkat.

Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Matius 23:12
Amin

Komentar