Yeremia 45 tentang "Tuhan menjaga orang yang bekerja bagi-Nya" Seri Nabi Besar by Febrian

10 Desember 2025

Yeremia dan Barukh - Image source: Media.bible.art

Yeremia 45 tentang "Tuhan menjaga orang yang bekerja bagi-Nya" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Allah menjaga hamba-hamba-Nya yang setia dan taat melayani-Nya dengan tidak takut akan risiko bahaya yang mengancam mereka. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Yeremia 45:1-5

Kata penghiburan Yeremia kepada Barukh

Firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia kepada Barukh bin Neria, waktu Barukh dalam tahun keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, menuliskan segala firman tersebut dalam sebuah kitab langsung dari mulut Yeremia: 

"Beginilah firman TUHAN, Allah Israel, tentang engkau, hai Barukh! Oleh karena engkau telah berkata: 

Celakalah aku, sebab TUHAN telah menambahkan kedukaan kepada penderitaanku! Aku lesu karena keluh kesahku dan aku tidak mendapat ketenangan, maka beginilah firman TUHAN: 

Sesungguhnya, apa yang Kubangun akan Kuruntuhkan, dan apa yang Kutanam akan Kucabut, bahkan sekalipun seluruh negeri! 

Masakan engkau mencari hal-hal yang besar bagimu sendiri? Janganlah mencarinya!

Sebab, sesungguhnya, Aku mendatangkan malapetaka atas segala makhluk, demikianlah firman TUHAN, tetapi kepadamu akan Kuberikan nyawamu sebagai jarahan di segala tempat ke mana engkau pergi."

Makna sederhana dari firman Tuhan di atas adalah Barukh (Juru tulis Nabi Yeremia) mengeluh tentang penderitaan yang akan dialaminya, setelah ia mendengar firman Allah tentang kehancuran Israel. Ia takut dan gentar mendengar itu semuanya. Namun, di tengah ketakutan itu sesungguhnya Allah mengetahui hatinya yang terdalam, yaitu ia ingin tidak perlu mengalami penderitaan lebih lagi. 

Mungkin dalam Terjemahan Alkitab berikut kita akan bisa lebih jelas sedikit:

Yeremia 45:4-5

Hai Barukh! Aku, TUHAN, sedang meruntuhkan yang telah Kubangun, dan sedang mencabut yang telah Kutanam. Seluruh dunia Kuperlakukan demikian. Mengapa engkau ingin diistimewakan? Jangan begitu, Barukh! Seluruh umat manusia Kuhukum dengan bencana, tapi mengenai engkau, setidak-tidaknya engkau akan selamat. Ke mana pun engkau pergi, engkau akan tetap hidup. Aku, TUHAN telah berbicara."

Jadi mungkin begini bahasa sederhananya, Tuhan menyampaikan kepada Barukh, kamu itu diam saja, Aku sedang punya program besar dalam kehidupan umat manusia, Aku yang menanam, Aku juga yang berhak mencabutnya, bukan urusan kamu. Tapi tidak usah takut Barukh, kamu sudah banyak berbuat demi Aku, jadi kamu akan Kuberi keselamatan, ke mana pun engkau pergi kamu akan aman. 

Mungkin begitu lah bahasa sederhananya. Tapi, pertanyaan berikutnya, memang siapa sih Barukh kok Allah begitu baik padanya? Mungkin kita lupa, firman Tuhan telah pernah membahas tentang dia. Mari kita remind pikiran kita sebentar:

Yeremia 36

Pembakaran kitab nubuat Yeremia oleh raja Yoyakim

Dalam tahun yang keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: 

"Ambillah kitab gulungan dan tulislah di dalamnya segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu mengenai Israel, Yehuda dan segala bangsa, dari sejak Aku berbicara kepadamu, yakni dari sejak zaman Yosia, sampai waktu ini. 36:3 Mungkin apabila kaum Yehuda mendengar tentang segala malapetaka yang Aku rancangkan hendak mendatangkannya kepada mereka, maka mereka masing-masing akan bertobat dari tingkah langkahnya yang jahat itu, sehingga Aku mengampuni kesalahan dan dosa mereka." 

Jadi Yeremia memanggil Barukh bin Neria, lalu Barukh menuliskan dalam kitab gulungan itu langsung dari mulut Yeremia segala perkataan yang telah difirmankan TUHAN kepadanya. 

Pada suatu kali Yeremia memberi perintah kepada Barukh: 

"Aku ini berhalangan, tidak dapat pergi ke rumah TUHAN. Jadi pada hari puasa engkaulah yang pergi membacakan perkataan-perkataan TUHAN kepada orang banyak di rumah TUHAN dari gulungan yang kautuliskan langsung dari mulutku itu; kepada segenap orang Yehuda yang datang dari kota-kotanya haruslah kaubacakannya juga.  Mungkin permohonan mereka sampai di hadapan TUHAN dan mereka masing-masing bertobat dari tingkah langkahnya yang jahat itu, sebab besar murka dan kehangatan amarah yang diancamkan TUHAN kepada bangsa ini." 

Lalu Barukh bin Neria melakukan tepat seperti yang diperintahkan kepadanya oleh nabi Yeremia untuk membacakan perkataan-perkataan TUHAN dari kitab itu di rumah TUHAN. 

-- Adapun dalam tahun yang kelima pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, dalam bulan yang kesembilan, orang telah memaklumkan puasa di hadapan TUHAN bagi segenap rakyat di Yerusalem dan bagi segenap rakyat yang telah datang dari kota-kota Yehuda ke Yerusalem. -- 

Maka Barukh membacakan kepada segenap rakyat perkataan Yeremia dari kitab itu, di rumah TUHAN, di kamar Gemarya anak panitera Safan, di pelataran atas di muka pintu gerbang baru dari rumah TUHAN. 

Ketika Mikhaya bin Gemarya bin Safan mendengar segala firman TUHAN dari kitab itu, turunlah ia ke istana raja, ke kamar panitera. Di sana tampak duduk semua pemuka, yakni panitera Elisama, Delaya bin Semaya, Elnatan bin Akhbor, Gemarya bin Safan, Zedekia bin Hananya dan semua pemuka lain. Lalu Mikhaya memberitahukan kepada mereka segala firman yang telah didengarnya, ketika Barukh membacakan kitab itu kepada orang banyak. 

Kemudian para pemimpin itu menyuruh Yehudi bin Netanya bin Selemya bin Kusyi kepada Barukh mengatakan: "Bawalah gulungan yang telah kaubacakan kepada orang banyak itu dan datanglah ke mari!" 

Maka Barukh bin Neria membawa gulungan itu dan datang kepada mereka. Berkatalah mereka kepadanya: "Silakan duduk dan bacakan itu kepada kami!" Lalu Barukh membacakannya kepada mereka. Setelah mereka mendengar segala perkataan itu, maka terkejutlah mereka dan berkata seorang kepada yang lain: "Kita harus dengan segera memberitahukan segala perkataan ini kepada raja!" 

Bertanyalah mereka kepada Barukh, katanya: "Beritahukanlah kepada kami, bagaimana caranya engkau menuliskan segala perkataan ini!" Jawab Barukh kepada mereka: "Segala perkataan ini langsung dari mulut Yeremia kepadaku, dan aku menuliskannya dengan tinta dalam kitab." 

Lalu berkatalah para pemuka itu kepada Barukh: "Pergilah, sembunyikanlah dirimu bersama Yeremia! Janganlah ada orang yang mengetahui di mana tempatmu!"  Kemudian pergilah mereka menghadap raja di pelataran, sesudah mereka menyimpan gulungan itu di kamar panitera Elisama. 

Mereka memberitahukan segala perkataan ini kepada raja (Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda). Raja menyuruh Yehudi mengambil gulungan itu, lalu ia mengambilnya dari kamar panitera Elisama itu. Yehudi membacakannya kepada raja dan semua pemuka yang berdiri dekat raja. Waktu itu adalah bulan yang kesembilan dan raja sedang duduk di balai musim dingin, sementara di depannya api menyala di perapian. 

Setiap kali apabila Yehudi selesai membacakan tiga empat lajur, maka raja mengoyak-ngoyaknya dengan pisau raut, lalu dilemparkan ke dalam api yang di perapian itu, sampai seluruh gulungan itu habis dimakan api yang di perapian itu

Baik raja maupun para pegawainya, yang mendengarkan segala perkataan ini, seorangpun tidak terkejut dan tidak mengoyakkan pakaiannya. Elnatan, Delaya dan Gemarya memang mendesak kepada raja, supaya jangan membakar gulungan itu, tetapi raja tidak mendengarkan mereka. Bahkan raja memerintahkan pangeran Yerahmeel, Seraya bin Azriel dan Selemya bin Abdeel untuk menangkap juru tulis Barukh dan nabi Yeremia, tetapi TUHAN menyembunyikan mereka

Sesudah raja membakar gulungan berisi perkataan-perkataan yang dituliskan oleh Barukh langsung dari mulut Yeremia itu, maka datanglah firman TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: 

"Ambil pulalah gulungan lain, tuliskanlah di dalamnya segala perkataan yang semula ada di dalam gulungan yang pertama yang dibakar oleh Yoyakim, raja Yehuda. Mengenai Yoyakim, raja Yehuda, haruslah kaukatakan: 

Beginilah firman TUHAN: 

Engkau telah membakar gulungan ini dengan berkata: Mengapakah engkau menulis di dalamnya, bahwa raja Babel pasti akan datang untuk memusnahkan negeri ini dan untuk melenyapkan dari dalamnya manusia dan hewan? 

Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang Yoyakim, raja Yehuda: 

  • Ia tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud, dan 
  •  mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam. 
  • Aku akan menghukum dia, keturunannya dan hamba-hambanya karena kesalahan mereka; 
  • Aku akan mendatangkan atas mereka, atas segala penduduk Yerusalem dan atas orang Yehuda segenap malapetaka yang Kuancamkan kepada mereka, yang mereka tidak mau mendengarnya." 
Maka Yeremia mengambil gulungan lain dan memberikannya kepada juru tulis Barukh bin Neria yang menuliskan di dalamnya langsung dari mulut Yeremia segala perkataan yang ada di dalam kitab yang telah dibakar Yoyakim, raja Yehuda dalam api itu. Lagipula masih ditambahi dengan banyak perkataan seperti itu.

Jadi dapat kita saksikan, bahwa Barukh bin Neria melaksanakan perintah Yeremia dengan berani, walaupun ia paham sekali kejahatan raja Yoyakim, yang mungkin pada waktu ia membacakan gulungan Kitab itu, juga akan membunuhnya. Tetapi Barukh tidak gentar, ia patuh dan taat menjalankan perintah itu. 

Barukh sendiri kemudian menjadi takut dan gentar karena hukuman Allah itu berlaku bagi semua orang. Namun, sekali lagi hari ini kita mendengar TUHAN sendiri menjamin orang-orang yang setia menjadi hamba-Nya, orang-orang yang bekerja pada-Nya tidak akan dibiarkan, dijaga keselamatan mereka.

Kita juga perlu memperhatikan kisah tentang Barukh yang lain lagi:

Yeremia 32:9-18

Jadi aku (Nabi Yeremia diperintahkan oleh Allah untuk) membeli ladang yang di Anatot itu dari Hanameel, anak pamanku, dan menimbang uang baginya: tujuh belas syikal perak. Aku menulis surat pembelian, memeteraikannya, memanggil saksi-saksi dan menimbang perak itu dengan neraca. 

Lalu aku mengambil surat pembelian yang berisi syarat dan ketetapan itu, baik yang dimeteraikan maupun salinannya yang terbuka; kemudian aku memberikan surat pembelian itu kepada Barukh bin Neria bin Mahseya di depan Hanameel, anak pamanku, di depan para saksi yang telah menandatangani surat pembelian itu, dan di depan semua orang Yehuda yang ada di pelataran penjagaan itu. 

Di depan mereka aku memerintahkan kepada Barukh, kataku: 

Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: 

Ambillah surat-surat ini, baik surat pembelian yang dimeteraikan itu maupun salinan yang terbuka ini, taruhlah semuanya itu dalam bejana tanah, supaya dapat tahan lama. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Rumah, ladang dan kebun anggur akan dibeli pula di negeri ini! 

Sesudah kuberikan surat pembelian itu kepada Barukh bin Neria, berdoalah aku kepada TUHAN, kataku: 

Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu! Engkaulah yang menunjukkan kasih setia-Mu kepada beribu-ribu orang dan yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya yang datang kemudian. Ya Allah yang besar dan perkasa, nama-Mu adalah TUHAN semesta alam, 

Jadi inilah peran Barukh bin Neria bin Mahseya, yaitu menyimpankan Surat Pembelian Tanah yang dibeli oleh Yeremia sesuai perintah Allah baginya. Tujuan Allah adalah menyelamatkan Yeremia dengan memberi milik pusaka di kala seluruh Israel sudah dipulihkan kembali kelak. Yeremia akan dibawa ke tempat lain, namun pada saat ia kembali lagi ia tetap mempunyai tanah miliknya sendiri. Barukh lah yang akan menyimpankan Surat Pembelian Tanah itu di dalam suatu pundi tanah liat sehingga tidak rusak. Jadi, kita juga melihat betapa Yeremia yang juga sudah melayani TUHAN, dipelihara-Nya dengan diberi milik pusaka tanah yang menjamin dirinya. 

Kesimpulan firman TUHAN hari ini adalah, bahwa kita harus melayani Dia dengan sekuat tenaga, jangan takut atau khawatir akan segala ancaman, karena Allah menjamin keselamatan dan segala kebutuhan kita.

Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.

Amsal 30:5
Amin.

Komentar