Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Allah menjaga hamba-hamba-Nya yang setia dan taat melayani-Nya dengan tidak takut akan risiko bahaya yang mengancam mereka. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.
Makna sederhana dari firman Tuhan di atas adalah Barukh (Juru tulis Nabi Yeremia) mengeluh tentang
penderitaan yang akan dialaminya, setelah ia mendengar firman Allah tentang
kehancuran Israel. Ia takut dan gentar mendengar itu semuanya. Namun, di
tengah ketakutan itu sesungguhnya Allah mengetahui hatinya yang terdalam,
yaitu ia ingin tidak perlu mengalami penderitaan lebih lagi.
Mungkin dalam Terjemahan Alkitab
berikut kita akan bisa lebih jelas sedikit:
Yeremia 45:4-5
Hai Barukh! Aku, TUHAN, sedang meruntuhkan yang telah Kubangun, dan
sedang mencabut yang telah Kutanam. Seluruh dunia Kuperlakukan demikian.
Mengapa engkau ingin diistimewakan? Jangan begitu, Barukh! Seluruh umat
manusia Kuhukum dengan bencana,
tapi mengenai engkau, setidak-tidaknya engkau akan selamat. Ke mana
pun engkau pergi, engkau akan tetap hidup. Aku, TUHAN telah berbicara."
Jadi mungkin begini bahasa sederhananya, Tuhan menyampaikan kepada Barukh, kamu itu diam saja, Aku sedang punya program besar dalam kehidupan umat manusia, Aku yang menanam, Aku juga yang berhak mencabutnya, bukan urusan kamu. Tapi tidak usah takut Barukh, kamu sudah banyak berbuat demi Aku, jadi kamu akan Kuberi keselamatan, ke mana pun engkau pergi kamu akan aman.
Mungkin begitu lah bahasa sederhananya. Tapi, pertanyaan berikutnya, memang siapa sih Barukh kok Allah begitu baik padanya? Mungkin kita lupa, firman Tuhan telah pernah membahas tentang dia. Mari kita remind pikiran kita sebentar:
Yeremia 36
Pembakaran kitab nubuat Yeremia oleh
raja Yoyakim
Dalam tahun yang keempat
pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja
Yehuda, datanglah firman ini dari
TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:
"Ambillah kitab gulungan dan tulislah
di dalamnya segala perkataan yang
telah Kufirmankan kepadamu mengenai
Israel, Yehuda dan segala bangsa, dari
sejak Aku berbicara kepadamu, yakni
dari sejak zaman Yosia, sampai waktu
ini. 36:3 Mungkin apabila kaum Yehuda
mendengar tentang segala malapetaka
yang Aku rancangkan hendak
mendatangkannya kepada mereka, maka
mereka masing-masing akan bertobat
dari tingkah langkahnya yang jahat
itu, sehingga Aku mengampuni kesalahan
dan dosa mereka."
Jadi Yeremia
memanggil Barukh bin Neria, lalu
Barukh menuliskan dalam kitab gulungan
itu langsung dari mulut Yeremia segala
perkataan yang telah difirmankan TUHAN
kepadanya.
Pada suatu kali
Yeremia memberi perintah kepada
Barukh:
"Aku ini berhalangan, tidak
dapat pergi ke rumah TUHAN. Jadi
pada hari puasa engkaulah yang pergi
membacakan perkataan-perkataan TUHAN
kepada orang banyak di rumah TUHAN
dari gulungan yang kautuliskan
langsung dari mulutku itu; kepada
segenap orang Yehuda yang datang dari
kota-kotanya haruslah kaubacakannya
juga. Mungkin permohonan mereka
sampai di hadapan TUHAN dan mereka
masing-masing bertobat dari tingkah
langkahnya yang jahat itu, sebab besar
murka dan kehangatan amarah yang
diancamkan TUHAN kepada bangsa ini."
Lalu Barukh bin Neria melakukan
tepat seperti yang diperintahkan
kepadanya oleh nabi Yeremia untuk
membacakan perkataan-perkataan TUHAN
dari kitab itu di rumah TUHAN.
-- Adapun dalam tahun yang kelima
pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja
Yehuda, dalam bulan yang kesembilan,
orang telah memaklumkan puasa di
hadapan TUHAN bagi segenap rakyat di
Yerusalem dan bagi segenap rakyat yang
telah datang dari kota-kota Yehuda ke
Yerusalem. --
Maka Barukh
membacakan kepada segenap rakyat
perkataan Yeremia dari kitab itu, di
rumah TUHAN, di kamar Gemarya anak
panitera Safan, di pelataran atas di
muka pintu gerbang baru dari rumah
TUHAN.
Ketika Mikhaya bin
Gemarya bin Safan mendengar segala
firman TUHAN dari kitab itu, turunlah ia ke istana raja, ke kamar
panitera. Di sana tampak duduk semua
pemuka, yakni panitera Elisama, Delaya
bin Semaya, Elnatan bin Akhbor,
Gemarya bin Safan, Zedekia bin Hananya
dan semua pemuka lain. Lalu
Mikhaya memberitahukan kepada mereka
segala firman yang telah didengarnya,
ketika Barukh membacakan kitab itu
kepada orang banyak.
Kemudian
para pemimpin itu menyuruh Yehudi bin
Netanya bin Selemya bin Kusyi kepada
Barukh mengatakan: "Bawalah gulungan
yang telah kaubacakan kepada orang
banyak itu dan datanglah ke mari!"
Maka Barukh bin Neria membawa gulungan
itu dan datang kepada mereka. Berkatalah mereka kepadanya: "Silakan
duduk dan bacakan itu kepada kami!"
Lalu Barukh membacakannya kepada
mereka. Setelah mereka mendengar
segala perkataan itu, maka terkejutlah
mereka dan berkata seorang kepada yang
lain: "Kita harus dengan segera
memberitahukan segala perkataan ini
kepada raja!"
Bertanyalah mereka
kepada Barukh, katanya:
"Beritahukanlah kepada kami, bagaimana
caranya engkau menuliskan segala
perkataan ini!" Jawab Barukh
kepada mereka: "Segala perkataan ini
langsung dari mulut Yeremia kepadaku,
dan aku menuliskannya dengan tinta
dalam kitab."
Lalu berkatalah
para pemuka itu kepada Barukh:
"Pergilah, sembunyikanlah dirimu
bersama Yeremia! Janganlah ada orang
yang mengetahui di mana tempatmu!" Kemudian pergilah mereka
menghadap raja di pelataran, sesudah
mereka menyimpan gulungan itu di kamar
panitera Elisama.
Mereka
memberitahukan segala perkataan ini
kepada raja (Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda). Raja menyuruh
Yehudi mengambil gulungan itu, lalu ia
mengambilnya dari kamar panitera
Elisama itu. Yehudi membacakannya
kepada raja dan semua pemuka yang
berdiri dekat raja. Waktu itu
adalah bulan yang kesembilan dan raja
sedang duduk di balai musim dingin,
sementara di depannya api menyala di
perapian.
Setiap kali apabila
Yehudi selesai membacakan tiga empat
lajur, maka raja mengoyak-ngoyaknya
dengan pisau raut, lalu dilemparkan ke
dalam api yang di perapian itu, sampai
seluruh gulungan itu habis dimakan api
yang di perapian itu.
Baik raja
maupun para pegawainya, yang
mendengarkan segala perkataan ini,
seorangpun tidak terkejut dan tidak
mengoyakkan pakaiannya. Elnatan,
Delaya dan Gemarya memang mendesak
kepada raja, supaya jangan membakar
gulungan itu, tetapi raja tidak
mendengarkan mereka. Bahkan raja
memerintahkan pangeran Yerahmeel,
Seraya bin Azriel dan Selemya bin
Abdeel untuk menangkap juru tulis
Barukh dan nabi Yeremia, tetapi TUHAN
menyembunyikan mereka.
Sesudah
raja membakar gulungan berisi
perkataan-perkataan yang dituliskan
oleh Barukh langsung dari mulut
Yeremia itu, maka datanglah firman
TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:
"Ambil pulalah gulungan lain,
tuliskanlah di dalamnya segala
perkataan yang semula ada di dalam
gulungan yang pertama yang dibakar
oleh Yoyakim, raja Yehuda. Mengenai Yoyakim, raja Yehuda,
haruslah kaukatakan:
Beginilah firman
TUHAN:
Engkau telah membakar gulungan
ini dengan berkata: Mengapakah engkau
menulis di dalamnya, bahwa raja Babel
pasti akan datang untuk memusnahkan
negeri ini dan untuk melenyapkan dari
dalamnya manusia dan hewan?
Sebab itu beginilah firman TUHAN
tentang Yoyakim, raja Yehuda:
- Ia tidak
akan mempunyai keturunan yang akan
duduk di atas takhta Daud, dan
- mayatnya akan tercampak, sehingga kena
panas di waktu siang dan kena dingin
di waktu malam.
- Aku akan
menghukum dia, keturunannya dan
hamba-hambanya karena kesalahan
mereka;
- Aku akan mendatangkan atas
mereka, atas segala penduduk Yerusalem
dan atas orang Yehuda segenap
malapetaka yang Kuancamkan kepada
mereka, yang mereka tidak mau
mendengarnya."
Maka Yeremia
mengambil gulungan lain dan
memberikannya kepada juru tulis Barukh
bin Neria yang menuliskan di dalamnya
langsung dari mulut Yeremia segala
perkataan yang ada di dalam kitab yang
telah dibakar Yoyakim, raja Yehuda
dalam api itu. Lagipula masih
ditambahi dengan banyak perkataan
seperti itu.Jadi dapat kita saksikan, bahwa Barukh bin Neria melaksanakan perintah Yeremia dengan berani, walaupun ia paham sekali kejahatan raja Yoyakim, yang mungkin pada waktu ia membacakan gulungan Kitab itu, juga akan membunuhnya. Tetapi Barukh tidak gentar, ia patuh dan taat menjalankan perintah itu.
Barukh sendiri kemudian menjadi takut dan gentar karena hukuman Allah itu berlaku bagi semua orang. Namun, sekali lagi hari ini kita mendengar TUHAN sendiri menjamin orang-orang yang setia menjadi hamba-Nya, orang-orang yang bekerja pada-Nya tidak akan dibiarkan, dijaga keselamatan mereka.
Kita juga perlu memperhatikan kisah tentang Barukh yang lain lagi:
Yeremia 32:9-18
Jadi aku (Nabi Yeremia diperintahkan oleh Allah untuk) membeli ladang yang di Anatot itu dari Hanameel, anak pamanku, dan menimbang uang baginya: tujuh belas syikal perak. Aku menulis surat pembelian, memeteraikannya, memanggil saksi-saksi dan menimbang perak itu dengan neraca.
Lalu aku mengambil surat pembelian yang berisi syarat dan ketetapan itu, baik yang dimeteraikan maupun salinannya yang terbuka; kemudian aku memberikan surat pembelian itu kepada Barukh bin Neria bin Mahseya di depan Hanameel, anak pamanku, di depan para saksi yang telah menandatangani surat pembelian itu, dan di depan semua orang Yehuda yang ada di pelataran penjagaan itu.
Di depan mereka aku memerintahkan kepada Barukh, kataku:
Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel:
Ambillah surat-surat ini, baik surat pembelian yang dimeteraikan itu maupun salinan yang terbuka ini, taruhlah semuanya itu dalam bejana tanah, supaya dapat tahan lama. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Rumah, ladang dan kebun anggur akan dibeli pula di negeri ini!
Sesudah kuberikan surat pembelian itu kepada Barukh bin Neria, berdoalah aku kepada TUHAN, kataku:
Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu! Engkaulah yang menunjukkan kasih setia-Mu kepada beribu-ribu orang dan yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya yang datang kemudian. Ya Allah yang besar dan perkasa, nama-Mu adalah TUHAN semesta alam,
Jadi inilah peran Barukh bin Neria bin Mahseya, yaitu menyimpankan Surat Pembelian Tanah yang dibeli oleh Yeremia sesuai perintah Allah baginya. Tujuan Allah adalah menyelamatkan Yeremia dengan memberi milik pusaka di kala seluruh Israel sudah dipulihkan kembali kelak. Yeremia akan dibawa ke tempat lain, namun pada saat ia kembali lagi ia tetap mempunyai tanah miliknya sendiri. Barukh lah yang akan menyimpankan Surat Pembelian Tanah itu di dalam suatu pundi tanah liat sehingga tidak rusak. Jadi, kita juga melihat betapa Yeremia yang juga sudah melayani TUHAN, dipelihara-Nya dengan diberi milik pusaka tanah yang menjamin dirinya.
Kesimpulan firman TUHAN hari ini adalah, bahwa kita harus melayani Dia dengan sekuat tenaga, jangan takut atau khawatir akan segala ancaman, karena Allah menjamin keselamatan dan segala kebutuhan kita.
Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.
Amsal 30:5
Amin.
Komentar
Posting Komentar