Yeremia 43-44 tentang "Penolakan Akan ajakan TUHAN untuk berbalik kepada-Nya" Seri Nabi Besar by Febrian
09 Desember 2025
Yeremia 43-44 tentang "Penolakan Akan ajakan TUHAN untuk berbalik kepada-Nya" Seri Nabi Besar
Yeremia 43:8--44:30
Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Yeremia di Tahpanhes,
"Ambillah di tanganmu batu-batu
Firman yang datang kepada Yeremia untuk semua orang Yehuda yang diam di tanah Mesir
Mengapakah kamu mendatangkan celaka besar kepada dirimu sendiri? Kamu mau melenyapkan laki-laki, perempuan, anak-anak dan bayi dari Yehuda dengan tidak meninggalkan sisa apapun? Mengapa kamu mau menimbulkan sakit hati-Ku dengan perbuatan tanganmu, yakni membakar korban kepada allah lain di tanah Mesir yang kamu masuki untuk tinggal sebagai orang asing di sana? Mengapa kamu mau menjadi kutuk dan aib di antara segala bangsa di bumi? Sudah lupakah kamu kepada kejahatan nenek moyangmu, kejahatan raja-raja Yehuda, kejahatan para pemuka mereka, kejahatanmu sendiri dan kejahatan isteri-isterimu yang dilakukan mereka di tanah Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem? Mereka tidak remuk hati sampai kepada hari ini, mereka tidak takut dan tidak mengikuti Taurat-Ku dan ketetapan-Ku yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu.
Aku mau melenyapkan segenap orang Yehuda. Aku mau mencabut sisa Yehuda yang berniat hendak pergi ke tanah Mesir untuk tinggal sebagai orang asing di sana; mereka semuanya akan habis mati di tanah Mesir; mereka akan rebah mati karena pedang dan akan habis mati karena kelaparan, dari yang kecil sampai kepada yang besar; mereka akan mati karena pedang dan karena kelaparan dan mereka akan menjadi kutuk, kengerian, kutukan dan aib. Aku mau menghukum mereka yang diam di tanah Mesir, sama seperti Aku telah menghukum Yerusalem, yaitu dengan pedang, dengan kelaparan dan dengan penyakit sampar, sehingga dari sisa Yehuda, yang telah pergi ke tanah Mesir untuk tinggal sebagai orang asing di sana, tidak ada seorangpun yang terluput atau terlepas untuk kembali ke tanah Yehuda, ke mana hati mereka sangat rindu untuk diam di sana lagi; sungguh, mereka tidak akan kembali, kecuali beberapa orang pengungsi. "
Perikop ini mencatat nubuat dan konfrontasi terakhir Nabi Yeremia dengan orang-orang Yehuda yang melarikan diri ke Mesir setelah kehancuran Yerusalem. Mereka menolak peringatan Tuhan dan memilih untuk tinggal di Mesir, meski telah diperintahkan untuk tetap tinggal di Yehuda. Di Mesir, mereka kembali menyembah berhala, khususnya "ratu sorga" (dewi Asyera/Isytar).
- Tuhan menyuruh Yeremia menyembunyikan batu-batu besar di tanah liat di Tahpanhes sebagai tanda simbolis.
- Nubuat: Raja Nebukadnezar dari Babel akan datang mendirikan takhtanya di atas batu-batu itu dan menghancurkan Mesir, termasuk kuil-kuil berhalanya.
- Tuhan mengingatkan mereka bahwa kehancuran Yerusalem terjadi karena penyembahan berhala.
- Meski telah mengalami hukuman, mereka masih melakukan hal yang sama di Mesir dengan membakar korban kepada allah lain.
- Hukuman akan datang: mereka akan habis di Mesir karena pedang, kelaparan, dan penyakit; hanya sedikit yang selamat.
- Rakyat (termasuk perempuan) menolak teguran Yeremia.
- Mereka bersikukuh akan terus menyembah "ratu sorga" karena merasa sejahtera saat melakukannya dulu, dan merasa sengsara ketika berhenti.
- Yeremia menegaskan bahwa penyembahan berhala itulah yang mendatangkan malapetaka.
- Tuhan menyatakan mereka akan mengalami kecelakaan di Mesir, dan nama-Nya tidak akan lagi diserukan oleh orang Yehuda di Mesir.
- Sebagai tanda, Firaun Hofra akan dikalahkan musuhnya, seperti Zedekia raja Yehuda dikalahkan Nebukadnezar.
Perikop ini menggambarkan kebebalan rohani yang ekstrem: umat Tuhan lebih memilih berpaut pada penyembahan berhala dan mengandalkan perlindungan manusia (Mesir) daripada bertobat dan percaya kepada firman-Nya. Mereka menyalahkan Tuhan atas penderitaan mereka, tetapi membenarkan penyembahan berhala sebagai sumber keberuntungan.
Allah menunjukkan kedaulatan-Nya atas segala bangsa—baik Yehuda maupun Mesir akan dihukum sesuai dengan keadilan-Nya. Ketegaran hati membuat mereka kehilangan perlindungan ilahi dan mengalami kebinasaan, menggenapi peringatan bahwa "dosa upahnya adalah maut" (Roma 6:23).
Jadi peringatan TUHAN bagi kita saat ini, yaitu ketidaktaatan yang disengaja dan penyembahan berhala dalam segala bentuknya, pasti akan mendatangkan penghukuman bagi kita.

Komentar
Posting Komentar