Yeremia 41 Part 2 tentang "Allah membela umat-Nya" Seri Nabi Besar by Febrian

05 Desember 2025

Image by Freepik.com

Yesaya 41 Part 2 tentang "Allah membela umat-Nya" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Allah yang membela kaum Yehuda tertinggal yang dikhianati, akhirnya mereka dibela Allah dan dijanjikan pemeliharaan dan kesejahteraan. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Yeremia 41 <-- Klik di sini untuk membaca seluruh ayat

Yeremia 41:10-18

Lalu Ismael mengangkut sebagai tawanan seluruh sisa-sisa rakyat yang ada di Mizpa itu, puteri-puteri raja dan semua orang yang masih tinggal di Mizpa yang telah ditempatkan di bawah Gedalya bin Ahikam oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu. Ismael bin Netanya mengangkut mereka sebagai tawanan, lalu ia berangkat untuk menyeberang ke daerah bani Amon.

Tetapi ketika Yohanan bin Kareah serta semua perwira tentara, yang bersama-sama dengan dia, mendengar tentang segala kejahatan yang telah dilakukan Ismael bin Netanya, maka merekapun mengumpulkan semua anak buah mereka, lalu mereka berangkat memerangi Ismael bin Netanya. Mereka bertemu dengan dia di telaga yang di Gibeon. 

Ketika seluruh rakyat yang bersama-sama dengan Ismael melihat Yohanan bin Kareah serta semua perwira tentara yang bersama-sama dengan dia, maka bersukacitalah mereka. Semua orang yang diangkut sebagai tawanan oleh Ismael dari Mizpa itu berbalik dan pergi mengikuti Yohanan bin Kareah. Tetapi Ismael bin Netanya beserta delapan orang terluput dari tangan Yohanan dan pergi ke daerah bani Amon. 

Lalu Yohanan bin Kareah serta semua perwira tentara yang bersama-sama dengan dia mengumpulkan seluruh sisa-sisa rakyat yang diangkut sebagai tawanan oleh Ismael bin Netanya dari Mizpa, setelah ia memukul mati Gedalya bin Ahikam: yaitu laki-laki, prajurit-prajurit, perempuan, anak-anak dan pegawai-pegawai istana yang dibawa kembali dari Gibeon, kemudian mereka berjalan terus dan berhenti di tempat penginapan milik Kimham dekat Betlehem, dengan maksud berjalan terus menuju Mesir, untuk mengelakkan orang-orang Kasdim, yang ditakuti mereka, oleh karena Ismael bin Netanya telah memukul mati Gedalya bin Ahikam yang telah diangkat raja Babel atas negeri itu.

Saya yakin terjadi penyesalan yang mendalam di hati Yohanan, mengapa Gedalya sangat tidak mempercayai dirinya, padahal ia sudah memperingatkan nya untuk mewaspadai bahkan mengambil tindakan terhadap Ismael bin Netanya. Gedalya pada waktu itu mengambil kesimpulan sendiri dan mengambil keputusan tanpa melibatkan TUHAN, Allah Yang Maha Kuasa, sehingga ia mati terbunuh, bahkan rakyat juga menjadi korban.

Yohanan Bin Kareah bersama seluruh pasukannya yang tersisa, mengejar Ismael bin Netanya, namun ia melarikan diri ke Bani Amon. Yohanan berhasil menyelamatkan bangsa itu dan berencana hendak mencari perlindungan ke tanah Mesir, agar terhindar dari amukan raja Nebukadnezar.

Inilah sifat dasar manusia yang seringkali menyesatkan. 

Pertama Gedalya yang mengandalkan diri sendiri dalam menghakimi orang, berbuahkan kehancuran bagi dirinya sendiri. 

Ke dua, yaitu pemikiran Yohanan dan seluruh umat Yehuda yang hendak melarikan diri ke Mesir, mengandalkan bangsa yang sudah menghina mereka dan TUHAN Allah Semesta Alam. 

Mari kita sebagai umat Allah yang sudah menyadari hal ini, bahwa sifat dasar manusia seringkali menyesatkan, maka kita wajib datang kepada Allah, memohon untuk diampuni dan berjanji mengiringi Allah dengan segala kehendak dan taat kepada  segala petunjuk dari-Nya.

Sebab TUHAN membela perkara mereka, dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka.

Amsal 22:23

Amin.


Komentar