Yeremia 41 Part 1 tentang "Tidak mau bertanya kepada TUHAN" Seri Nabi Besar by Febrian

03 Desember 2025

Image by Freepik.com

Yeremia 41 Part 1 tentang "Tidak mau bertanya kepada TUHAN" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Bagaimana seseorang yang diberitahu kabar bahwa keburukan akan menimpanya, tetapi ia tidak bertanya kepada Tuhan. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Yeremia 40:13 - 41:10 <-- Klik di sini untuk membaca seluruh ayat

Kita sudah merenungkan bagaimana kaum Yehuda yang miskin dan tidak punya apa-apa, disisakan oleh Nebuzaradan untuk tetap tinggal kediaman mereka di bawah pimpinan Gedalya bin . Mereka di sana bercocok tanam dan melakukan persiapan untuk berdagang. Artinya hiduplah mereka di sana dengan damai pada awalnya. Termasuk  Nabi Yeremia ada bersama  dengan mereka di sana. 

Kemudian suatu ketika, ada seorang yang bernama Yohanan bin Kareah memberitahu Gedalya bin Ahikam, bahwa akan ada kejahatan yang dilakukan oleh Ismael bin Netanya sebagai perintah dari Baalis raja Bani Amon. Yohanan menawarkan untuk membunuh Ismael tanpa diketahui siapapun, daripada mereka semua dibinasakannya. Namun, apa yang terjadi? 

Saya sangat terkejut melihat sikap Gedalya yang dipercaya TUHAN sebagai pemimpin daerah Yehuda yang saya kira akan segera bertanya kepada Yeremia demi sebuah jawaban atas kabar berita itu. Ternyata tidak!! Dengan lantang dan tanpa berpikir panjang, Gedalya menuduh Yohanan berbohong dan menolak nasihatnya. Karena Yohanan ditolak dan dituduh berbohong ia segera meninggalkan tempat itu.

Apa yang terjadi kemudian sangatlah mengenaskan dan mengerikan:

Yeremia 41:2-7

...maka bangkitlah Ismael bin Netanya dengan kesepuluh orang yang ada bersama-sama dia, lalu mereka memukul mati Gedalya bin Ahikam bin Safan dengan pedang; demikianlah Ismael membunuh dia yang telah diangkat raja Babel atas negeri itu. Juga semua orang Yehuda yang ada bersama-sama dengan Gedalya di Mizpa dan orang-orang Kasdim, yakni prajurit, yang terdapat di sana dipukul mati oleh Ismael. 41:4 Esok harinya sesudah ia membunuh Gedalya--ketika itu belum ada yang tahu-- 41:5 datanglah orang-orang dari Sikhem, dari Silo dan dari Samaria, delapan puluh orang jumlahnya, yang janggutnya bercukur, pakaiannya koyak-koyak dan badannya bertoreh-toreh; mereka membawa korban sajian dan kemenyan untuk dipersembahkan di rumah TUHAN. 41:6 Lalu keluarlah Ismael bin Netanya dari Mizpa untuk mendapatkan mereka sambil menangis. Ketika ia bertemu dengan mereka, berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah kepada Gedalya bin Ahikam!" 41:7 Tetapi ketika mereka sampai ke tengah-tengah kota itu, maka mereka disembelih oleh Ismael bin Netanya dengan dibantu oleh orang-orang yang bersama-sama dengan dia; mayat-mayat mereka dicampakkan ke dalam perigi. 

Sungguh mengerikan perbuatan Ismael bin Netanya, tetapi yang menyedihkan adalah sikap dari Gedalya:

1. Tidak waspada dengan mengabaikan peringatan

Dengan santainya Gedalya menolak pemberitahuan sungguh-sungguh dari Yohanan bin Kareah, yang mana bisa jadi itu merupakan peringatan dari Allah. Gedalya bahkan mengatakan berita yang dibawa Yohanan adalah berita bohong. Ini merupakan suatu kesalahan naif dari seseorang yang sudah dipercaya Allah untuk melakukan suatu tugas yang besar. Apa yang Gedalya lakukan berikutnya, malahan duduk makan bersama Ismael bin Netanya. 

2. Tidak bertanya kepada Allah

Keheranan saya yang utama sesungguhnya adalah, bahwa Gedalya tidak ingat bahwa di antara mereka ada seorang Nabi Allah, yang sudah sering memberitakan firman TUHAN secara langsung dan terang-terangan, yaitu Nabi Yeremia. Jadi kita lihat di sini, Gedalya bukanlah orang yang mempunyai hati yang dekat dengan Allah sehingga ia perlu setiap saat bertanya kepada Allah. Bandingkan dengan sikap Yohanan berikut ini:

Yeremia 42:1-2

Kemudian datanglah semua perwira tentara, di antaranya Yohanan bin Kareah dan Azarya bin Hosaya, beserta seluruh rakyat, dari yang kecil sampai kepada yang besar, dan mereka berkata kepada nabi Yeremia: "Biarlah kiranya permohonan kami sampai di hadapanmu! Berdoalah untuk kami kepada TUHAN, Allahmu, untuk seluruh sisa ini; sebab dari banyak orang hanya sedikit saja kami yang tinggal, seperti yang kaulihat dengan matamu sendiri.

Yohanan, Azarya dan seluruh rakyat mendatangi Nabi Yeremia dan memohon agar Allah menolong mereka. Allah kemudian memberikan jawaban kepada mereka berupa janji keselamatan asal mereka tidak meminta pertolongan kepada kerajaan Mesir. 

Jadi secara keseluruhan, ayat yang kita baca di atas, merupakan suatu peringatan juga bagi kita, agar selalu datang kepada Allah di dalam doa kita, memohon petunjuk dan jalan keluar dari segala permasalahan kita. Jangan sekali-kali menampik peringatan dari TUHAN, Allah kita. Bisa jadi bentuk dari peringatan yang Allah berikan bukan berupa khotbah, ayat firman Tuhan, melainkan bisa perkataan dari orang yang tidak kita kenal, atau dalam bentuk apapun yang tidak kita duga.

Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

Yeremia 33:3

Amin.

Komentar