Yeremia 27 tentang "peringatan TUHAN untuk yang kesekian kalinya" Seri Nabi Besar by Febrian
11 November 2025
Image by Freepik.comYeremia 27 tentang "peringatan TUHAN untuk yang kesekian kalinya" Seri Nabi Besar
Yeremia 27:1-27
"Buatlah tali pengikat dan gandar, lalu pasanglah itu pada tengkukmu! Kemudian kirimlah pesan kepada raja Edom, kepada raja Moab, kepada raja bani Amon, kepada raja Tirus dan kepada raja Sidon, dengan perantaraan utusan-utusan yang telah datang ke Yerusalem menghadap Zedekia, raja Yehuda.
Perintahkanlah mereka mengatakan kepada tuan-tuan mereka:
Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel:
Beginilah harus kamu katakan kepada tuan-tuanmu:
Akulah yang menjadikan bumi, manusia dan hewan yang ada di atas muka bumi dengan kekuatan-Ku yang besar dan dengan lengan-Ku yang terentang, dan Aku memberikannya kepada orang yang benar di mata-Ku.
Dan sekarang, Aku menyerahkan segala negeri ini ke dalam tangan hamba-Ku, yakni Nebukadnezar, raja Babel; juga binatang di padang telah Kuserahkan supaya tunduk kepadanya.
Segala bangsa akan takluk kepadanya dan kepada anaknya dan kepada cucunya, sampai saatnya juga tiba bagi negerinya sendiri, maka banyak bangsa dan raja-raja yang besar akan menaklukkannya.
Tetapi bangsa dan kerajaan yang tidak mau takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel, dan yang tidak mau menyerahkan tengkuknya ke bawah kuk raja Babel, maka bangsa itu akan Kuhukum dengan pedang, kelaparan dan penyakit sampar, demikianlah firman TUHAN, sampai mereka Kuserahkan ke dalam tangannya.
Mengenai kamu, janganlah kamu mendengarkan nabi-nabimu, juru-juru tenungmu, juru-juru mimpimu, tukang-tukang ramalmu dan tukang-tukang sihirmu yang berkata kepadamu: Janganlah kamu mau takluk kepada raja Babel!
Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu dengan maksud menjauhkan kamu dari atas tanahmu, sehingga kamu Kuceraiberaikan dan menjadi binasa.
Tetapi bangsa yang mau menaruh tengkuknya ke bawah kuk raja Babel dan yang takluk kepadanya, maka mereka akan Kubiarkan di atas tanahnya, demikianlah firman TUHAN, dan mereka akan mengolahnya dan diam di sana."
Kepada Zedekia, raja Yehuda, aku telah berbicara dengan cara yang sama, kataku: "Taruhlah tengkukmu ke bawah kuk raja negeri Babel, takluklah kepadanya dan kepada rakyatnya, maka kamu akan hidup. Mengapa engkau beserta rakyatmu harus mati oleh pedang, kelaparan dan penyakit sampar seperti yang difirmankan TUHAN tentang bangsa yang tidak mau takluk kepada raja Babel itu? Janganlah dengarkan perkataan nabi-nabi yang berkata kepadamu: Janganlah kamu mau takluk kepada raja Babel! Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu.
Sebab Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN, tetapi mereka bernubuat palsu demi nama-Ku, sehingga kamu Kuceraiberaikan dan menjadi binasa bersama-sama dengan nabi-nabi yang bernubuat kepadamu itu."
Juga kepada imam-imam dan kepada seluruh rakyat itu aku berbicara, kataku:
"Beginilah firman TUHAN:
Janganlah dengarkan perkataan nabi-nabimu yang bernubuat kepadamu:
Sesungguhnya, perkakas-perkakas rumah TUHAN tidak berapa lama lagi akan dibawa kembali dari Babel! Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu.
Janganlah kamu mendengarkan mereka, takluklah kepada raja Babel, maka kamu akan hidup. Mengapa kota ini harus menjadi reruntuhan?
Jika memang mereka itu nabi dan jika ada firman TUHAN pada mereka, baiklah mereka mendesak kepada TUHAN semesta alam, supaya perkakas-perkakas yang masih tinggal dalam rumah TUHAN dan dalam istana raja Yehuda dan di Yerusalem itu jangan diangkut ke Babel.
Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam tentang tiang-tiang, bejana 'laut' dan galang, tentang sisa perkakas-perkakas yang masih tinggal di kota ini, yang tidak diambil oleh Nebukadnezar, raja Babel, ketika ia mengangkut Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, ke dalam pembuangan beserta segala pemuka Yehuda dan Yerusalem, dari Yerusalem ke Babel,
-- sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, tentang perkakas-perkakas yang masih tinggal itu di rumah TUHAN dan di istana raja Yehuda dan di Yerusalem:
Semuanya akan diangkut ke Babel dan akan tinggal di sana sampai kepada hari Aku memperhatikannya lagi, demikianlah firman TUHAN, lalu membawanya kembali ke tempat ini."
Dengan memakai kiasan gandar yang diikat dengan tali kulit di atas bahu Nabi Yeremia, TUHAN, Allah memperingatkan bangsa Israel, agar tidak menolak didikan-Nya, yaitu menyerahkan diri kepada raja Babel. Jika mereka bertahan di kerajaan dan tidak mau tunduk, maka pedang, kelaparan dan penyakit sampar justru akan menimpa mereka. Seluruh perkakas dari rumah TUHAN pun akan diangkut ke tanah Babel. Tetapi suatu hari Allah berjanji akan mengingat bangsa Israel dan mengembalikan semuanya kembali ke tanah air mereka.
Bagaimana dengan harga diri mereka? Bagaimana dengan kesombongan yang mereka miliki sekarang? Bangsa Israel masih merasa bahwa mereka adalah bangsa yang besar yang memiliki kekuatan dan kejayaan. Mereka belum sadar, bahwa Allah sudah menarik itu semua dari mereka, akibat dari segala perbuatan jahat mereka. Demikianlah setiap orang yang menganggap dirinya sendiri benar dan akhirnya menjadi sombong, justru akhirnya akan direndahkan dan dibuang.
Kisah bangsa Israel yang tegar tengkuk dan sombong ini, hendaknya menjadi suatu pelajaran bagi kita semua. Yaitu, kita wajib merendahkan diri di hadapan Allah, menyadari apa adanya kita sekarang dengan segala yang kita miliki, sesungguhnya adalah milik Allah yang diberikan kepada kita untuk kita pergunakan demi kemuliaan Nama-Nya. Allah memberi semuanya itu kepada orang yang dikasihi-Nya, namun tetap menuntut pertanggung-jawaban atas semua itu.
Ulangan 8:16-20 (BIMK)
Di padang gurun Ia memberi manna untuk makananmu, makanan yang tidak dikenal nenek moyangmu. TUHAN melakukan itu untuk mencobai kamu dan merendahkan hatimu, supaya pada akhirnya Ia dapat berbuat baik kepadamu. Jadi, jangan sekali-kali berpikir bahwa dengan usaha dan kekuatanmu sendiri kamu menjadi kaya.
Ingat bahwa TUHAN Allahmulah yang memberi kekayaan itu kepadamu. Hal itu dilakukan-Nya karena sampai hari ini Ia masih setia kepada perjanjian yang dibuat-Nya dengan nenek moyangmu. Jangan lupa kepada TUHAN Allahmu dan jangan berbalik kepada ilah-ilah lain untuk memuja dan mengabdi kepada mereka. Hari ini aku mengingatkan kamu bahwa kalau kamu melakukannya juga, kamu pasti dibinasakan TUHAN. Kalau kamu tidak taat kepada TUHAN Allahmu, kamu pun akan dibinasakan-Nya, seperti bangsa-bangsa yang dimusnahkan-Nya di depan matamu."
Firman Tuhan di atas, sangatlah jelas mengingatkan bangsa Israel bahwa segala kekayaan yang mereka miliki adalah milik dan pemberian Allah. Tujuannya adalah agar mereka sejahtera dan memuliakan Nama TUHAN. Namun, jika mereka tidak setia dan menyembah berhala, maka hukuman Allah akan menimpa mereka.
Jika kita mempelajari firman Tuhan di atas dan merenungkannya, maka kita sendiri sesungguhnya juga wajib sadar, bahwa segala yang kita miliki adalah milik Allah dan bukan hasil dari usaha kita. Semuanya itu diberi Allah cuma-cuma dan tanpa syarat kecuali, bahwa kita wajib berbakti dan menyembah-Nya saja.
Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.
Amsal 3:11
Amin.

Komentar
Posting Komentar