Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai cara kita untuk terbebas dari segala hawa nafsu kedagingan yang menguasai kita. Semoga Tuhan Yesus memberikan hikmat dan pengertian-Nya bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
Yehuda akan dibuang ke Babel tujuh puluh tahun lamanya
Firman yang datang kepada Yeremia tentang segenap kaum Yehuda dalam tahun keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, yaitu dalam tahun pertama pemerintahan Nebukadnezar, raja Babel.
Firman itu telah disampaikan oleh nabi Yeremia kepada segenap kaum Yehuda dan kepada segenap penduduk Yerusalem, katanya:
"Sejak dari tahun yang ketiga belas pemerintahan Yosia bin Amon, raja Yehuda, sampai hari ini, jadi sudah dua puluh tiga tahun lamanya, firman TUHAN datang kepadaku dan terus-menerus aku mengucapkannya kepadamu, tetapi kamu tidak mau mendengarkannya.
Juga TUHAN terus-menerus mengutus kepadamu semua hamba-Nya, yakni nabi-nabi, tetapi kamu tidak mau mendengarkan dan memperhatikannya.
Kata mereka:
Bertobatlah masing-masing kamu dari tingkah langkahmu yang jahat dan dari perbuatan-perbuatanmu yang jahat; maka kamu akan tetap diam di tanah yang diberikan TUHAN kepadamu dan kepada nenek moyangmu, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.
Juga janganlah kamu mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepadanya; janganlah kamu menimbulkan sakit hati-Ku dengan buatan tanganmu, supaya jangan Aku mendatangkan malapetaka kepadamu. Tetapi kamu tidak mendengarkan Aku, demikianlah firman TUHAN, sehingga kamu menimbulkan sakit hati-Ku dengan buatan tanganmu untuk kemalanganmu sendiri.
Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam:
Oleh karena kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, sesungguhnya, Aku akan mengerahkan semua kaum dari utara--demikianlah firman TUHAN--menyuruh memanggil Nebukadnezar, raja Babel, hamba-Ku itu;
Aku akan mendatangkan mereka melawan negeri ini, melawan penduduknya dan melawan bangsa-bangsa sekeliling ini, yang akan Kutumpas dan Kubuat menjadi kengerian, menjadi sasaran suitan dan menjadi ketandusan untuk selama-lamanya.
Aku akan melenyapkan dari antara mereka suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan pengantin perempuan, bunyi batu kilangan dan cahaya pelita. Maka seluruh negeri ini akan menjadi reruntuhan dan ketandusan, dan bangsa-bangsa ini akan menjadi hamba kepada raja Babel tujuh puluh tahun lamanya.
Kemudian sesudah genap ketujuh puluh tahun itu, demikianlah firman TUHAN, maka Aku akan melakukan pembalasan kepada raja Babel dan kepada bangsa itu oleh karena kesalahan mereka, juga kepada negeri orang-orang Kasdim, dengan membuatnya menjadi tempat-tempat yang tandus untuk selama-lamanya. Aku akan menimpakan kepada negeri ini segala apa yang Kufirmankan tentang dia, yaitu segala apa yang tertulis dalam kitab ini seperti yang telah dinubuatkan Yeremia tentang segala bangsa itu. Sebab merekapun juga akan menjadi hamba kepada banyak bangsa-bangsa dan raja-raja yang besar, dan Aku akan mengganjar mereka setimpal dengan pekerjaan mereka dan setimpal dengan perbuatan tangan mereka."
Piala amarah TUHAN atas bangsa-bangsa
Beginilah firman TUHAN, Allah Israel, kepadaku:
"Ambillah dari tangan-Ku piala berisi anggur kehangatan amarah ini dan minumkanlah isinya kepada segala bangsa yang kepadanya Aku mengutus engkau, supaya mereka minum, menjadi terhuyung-huyung dan bingung karena pedang yang hendak Kukirimkan ke antaranya.
Maka aku mengambil piala itu dari tangan TUHAN, lalu meminumkan isinya kepada segala bangsa yang kepadanya TUHAN mengutus aku, yakni
1. kepada Yerusalem dan kota-kota Yehuda, beserta raja-rajanya dan pemuka-pemukanya, untuk membuat semuanya itu menjadi reruntuhan, ketandusan dan sasaran suitan dan kutuk seperti halnya pada hari ini;
2. kepada Firaun, raja Mesir, beserta pegawai-pegawainya, dan pemuka-pemukanya, dan segenap rakyatnya, juga
3. kepada semua orang campuran dari berbagai-bagai bangsa;
4. kepada semua raja negeri Us;
5. kepada semua raja negeri Filistin, yakni Askelon, Gaza, Ekron dan orang-orang yang masih tinggal hidup di Asdod;
6. kepada Edom, Moab dan bani Amon;
7. kepada semua raja Tirus,
8. semua raja Sidon dan
9. kepada raja-raja tanah pesisir di seberang laut;
10. kepada Dedan, Tema, Bus dan kepada orang-orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling;
11. kepada semua raja Arab yang tinggal di padang gurun;
12. kepada semua raja Zimri,
13. kepada semua raja Elam dan
14. kepada semua raja Madai;
15. kepada semua raja dari utara, yang dekat dan yang jauh, satu demi satu,
16. dan kepada semua kerajaan dunia yang ada di atas muka bumi;
17. juga raja Sesakh akan meminumnya sesudah mereka.
Kemudian haruslah kaukatakan kepada mereka:
Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel:
Minumlah sampai mabuk dan muntah-muntah! Rebahlah dan jangan bangun lagi, oleh karena pedang yang hendak Kukirimkan ke antara kamu! Tetapi apabila mereka enggan menerima piala itu dari tanganmu untuk meminum isinya, maka haruslah kaukatakan kepada mereka:
Beginilah firman TUHAN semesta alam:
Kamu wajib meminumnya! Sebab sesungguhnya di kota yang nama-Ku telah diserukan di atasnya Aku akan mulai mendatangkan malapetaka; masakan kamu ini akan bebas dari hukuman? kamu tidak akan bebas dari hukuman, sebab Aku ini mengerahkan pedang ke atas segenap penduduk bumi, demikianlah firman TUHAN semesta alam.
Dan engkau ini, nubuatkanlah segala firman ini kepada mereka. Katakanlah kepada mereka:
TUHAN akan menengking dari tempat tinggi dan memperdengarkan suara-Nya dari tempat pernaungan-Nya yang kudus; Ia akan mengaum hebat terhadap tempat penggembalaan-Nya, suatu pekik, seperti yang dipekikkan pengirik-pengirik buah anggur, terhadap segenap penduduk bumi. Deru perang akan sampai ke ujung bumi, sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap bangsa-bangsa; Ia akan berperkara dengan segala makhluk: Orang-orang fasik akan diserahkan-Nya kepada pedang, demikianlah firman TUHAN.
Beginilah firman TUHAN semesta alam:
Sesungguhnya, malapetaka akan menjalar dari bangsa ke bangsa, suatu badai besar akan berkecamuk dari ujung-ujung bumi. Maka pada hari itu akan bergelimpangan orang-orang yang mati terbunuh oleh TUHAN dari ujung bumi sampai ke ujung bumi. Mereka tidak akan diratapi, tidak akan dikumpulkan dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang. Mengeluh dan berteriaklah, hai para gembala! Berguling-gulinglah dalam debu, hai pemimpin-pemimpin kawanan kambing domba! Sebab sudah genap waktunya kamu akan disembelih, dan kamu akan rebah seperti domba jantan pilihan. Maka bagi para gembala tidak akan ada lagi kelepasan, dan bagi para pemimpin kawanan kambing domba tidak akan ada lagi keluputan.
Dengar! para gembala berteriak, para pemimpin kawanan kambing domba mengeluh! Sebab TUHAN telah merusakkan padang gembalaan mereka, dan sunyi sepilah padang rumput yang sentosa, oleh karena murka TUHAN yang menyala-nyala itu. Seperti singa Ia meninggalkan semak belukar persembunyian-Nya, sebab negeri mereka sudah menjadi ketandusan, oleh karena pedang yang dahsyat, oleh karena murka-Nya yang menyala-nyala."
Demikian kita perhatikan dari ayat bacaan di atas, bahwa Allah telah merancangkan Pembuangan bangsa Israel ke tanah Babel dan setelah itu Allah juga akan mengadakan pembalasan kepada bangsa lain yang tidak mau mendengarkan perintah dan tidak mengindahkan Peringatan-Nya.
TUHAN, sesungguhnya bukanlah Allah yang kejam dan sadis. Ia tidak bertindak sewenang-wenang terhadap manusia. Allah selalu memberikan perintah, petunjuk dan jika dilanggar Ia selalu memberi peringatan dengan kesabaran-Nya yang luar biasa. Apa buktinya? Coba perhatikan kasus di atas,
"Sejak dari tahun yang ketiga belas pemerintahan Yosia bin Amon, raja Yehuda, sampai hari ini, jadi sudah dua puluh tiga tahun lamanya, firman TUHAN datang kepadaku dan terus-menerus aku mengucapkannya kepadamu, tetapi kamu tidak mau mendengarkannya.
Tuhan memperingatkan bangsa Israel terus menerus selama 23 tahun.
Juga TUHAN terus-menerus mengutus kepadamu semua hamba-Nya, yakni nabi-nabi, tetapi kamu tidak mau mendengarkan dan memperhatikannya.
Para Nabi dikirim Allah, tetapi tidak digubris. Itu pun Allah tidak langsung menghukum, masih memberikan peringatan-Nya sekali lagi pada saat firman ini difirmankan-Nya kepada nabi Yeremia.
Bayangkan seorang Ayah yang melarang anaknya berbuat kejahatan, suatu ketika ia dipanggil ke kantor Polisi karena anaknya tertangkap basah mengutil minimarket. Betapa marahnya ia kepada anaknya itu. Kurang apa diberi uang mengapa harus mencuri. Anak itu berjanji tidak akan mengulanginya dan dibebaskan Polisi dengan catatan orangtuanya yang bertanggung jawab atas kerugian Minimarket itu, serta berjanji mendidik anaknya. Apa yang terjadi di kemudian hari, anaknya ditangkap polisi lagi, karena tertangkap basah mengedarkan N*rk*ba. Betapa hancurnya hati sang Ayah. Ia dengan lemah lesu ke kantor Polisi dan akhirnya membawa anaknya ke Panti Rehabilitasi dengan biaya yang sangat mahal dan rasa malu terhadap semua handai taulan dan tetangganya. Anak itu membuat aib keluarga. Setelah terbebas dari Panti itu setelah 6 bulan lamanya, anak itu terlihat baik-baik saja dan tidak membuat ulah lagi. Namun, ternyata ia kembali membuat ulah, yaitu berkelahi dengan orang yang menyebabkan lawannya masuk RS karena luka-luka. Bencana dan kemalangan beruntun dialami oleh keluarga ini karena anaknya.
Betul anak itu adalah anak kandung, tapi mengapa tidak mau menurut berbuat baik? Kita membaca ayat bacaan di atas, seolah itu bukan kita. Padahal di mata Allah kita juga seringkali seperti itu. Coba renungkan perbuatan kita saat ini. Bukan kebetulan kita membaca renungan hari ini, Tuhan punya rencana dalam hidup kita, agar hidup kita diperbaiki-Nya dan dikuduskan-Nya. Supaya apa? Kita tidak bercacat cela demi menyambut kedatangan Kristus Sang Majikan kita yang akan datang menjemput kita kelak.
Jadi sekarang mari kita pelajari sebab-sebab terjadinya kejahatan itu dari awalnya:
Tidak bisa menahan diri terhadap hawa nafsu dalam dirinya, itulah kunci masuk dari segala perbuatan jahat. Jadi bagaimana kita bisa menang terhadap hawa nafsu jahat itu?
Mari dengarkan firman Tuhan berikut ini:
Galatia 5:16-26
Maksudku ialah:
hiduplah oleh Roh,
maka
kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
Sebab
keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh
dan
keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging
--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
Akan tetapi
jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh,
maka
kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
Perbuatan daging telah nyata, yaitu:
- percabulan,
- kecemaran,
- hawa nafsu,
- penyembahan berhala,
- sihir,
- perseteruan,
- perselisihan,
- iri hati,
- amarah,
- kepentingan diri sendiri,
- percideraan,
- roh pemecah,
- kedengkian,
- kemabukan,
- pesta pora dan sebagainya.
Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah:
- kasih,
- sukacita,
- damai sejahtera,
- kesabaran,
- kemurahan,
- kebaikan,
- kesetiaan,
- kelemahlembutan,
- penguasaan diri.
Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.
Demikianlah hidup kita akan dipimpin Roh Kudus menuju kebenaran, bukan oleh usaha dan kemampuan kita pribadi. Berserah lah kepada Roh Kudus Allah, hidup dalam pimpinan-Nya, maka niscaya hidup kita akan berkenan kepada-Nya.
Tuhan Yesus memberkati.
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Roma 12:21
Amin.
Komentar
Posting Komentar