Yeremia Pasal 2 tentang "Melupakan Kasih Mula-Mula" Seri Nabi Besar by Febrian

01 Oktober 2025 

Image by ChatGPT OpenAI

Yeremia Pasal 2 tentang "Melupakan Kasih Mula-Mula" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai teguran Allah yang ditujukan kepada Yehuda yang telah melupakan kasih Mula-Mula yang ia miliki. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Yeremia 2 <-- Klik di sini untuk membaca seluruh ayat

Yeremia pasal 2 adalah teguran keras dari TUHAN kepada bangsa Israel (disebut juga Yehuda) yang telah berpaling dari-Nya. Inti dari pasal ini adalah tuduhan bahwa umat telah melupakan hubungan kasih mula-mula mereka dan malah mengejar ilah-ilah lain.

1. Kasih Mula-Mula yang Dilupakan

Ayat-ayat awal berbicara tentang masa lalu yang indah, ketika Israel masih mengikuti TUHAN dengan setia di padang gurun.

Yeremia 2:2-3

Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya. Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya menjadi bersalah, malapetaka menimpa mereka, demikianlah firman TUHAN.

Israel telah melupakan kasih setia dan pengabdiannya kepada TUHAN yang mereka tunjukkan saat baru keluar dari Mesir.

Kondisi di atas, bagaikan sepasang suami-istri yang sudah lama menikah, namun kini melupakan masa-masa indah awal pernikahan mereka. TUHAN rindu mengingat kesetiaan kita, seperti Ia mengingat kesetiaan Israel saat masih "pengantin baru" di padang gurun.

2. Menggali Sumber Air yang Bocor

TUHAN kemudian menyampaikan tuduhan yang sangat tajam dan mendasar: umat-Nya telah menukar Air Kehidupan dengan air yang tidak berguna.

Yeremia 2:13

Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.

Bangsa Israel telah menukar TUHAN, Sumber Air Hidup, dengan dewa-dewa buatan yang digambarkan sebagai kolam yang retak dan tidak dapat menampung air (ilah palsu).

Dalam keseharian, mungkin kita sering mencari kepuasan, keamanan, dan makna hidup pada hal-hal fana (kolam yang retak), padahal hanya dalam Kristus, Air Kehidupan kita menemukan kepuasan sejati.

3. Hukuman Akibat Ketidaksetiaan

Akibat dari berkhianat dan berpaling ini, Israel akan mengalami hukuman dari bangsa-bangsa yang mereka tiru.

Yeremia 2:17-19

Bukankah engkau sendiri yang menimpakan ini ke atas dirimu, oleh karena engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu, ketika Ia menuntun engkau di jalan? Dan sekarang, apakah untungmu untuk pergi ke Mesir, hendak meminum air sungai Nil? Dan apakah untungmu untuk pergi ke Asyur, hendak meminum air sungai Efrat? Kejahatanmu akan menghajar engkau, dan kemurtadanmu akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam.

Ketidaksetiaan umat kepada TUHAN akan mendatangkan akibat buruk berupa hukuman dari luar. Meninggalkan TUHAN hanya akan membawa kita pada kesulitan dan penyesalan.

Renungan ini adalah panggilan untuk bertobat dan kembali kepada TUHAN, satu-satunya Pribadi yang mampu memberikan kehidupan sejati dan kekal.

Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali bagi mereka kolam-kolam, kolam yang retak, yang tidak dapat menahan air.

Yeremia 2:13
Amin.

Komentar