Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai kegirangan yang dialami umat Allah karena pekerjaan yang dilakukan-Nya sudah memusnahkan musuh. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut.
Tuhan Yesus memberkati.
Dari ayat bacaan di atas, dapat kita perhatikan beberapa pokok pikiran sebagai berikut:
1. Kematian orang benar
Yesaya 57:1-2
Orang benar binasa, dan tidak ada seorangpun yang memperhatikannya; orang-orang saleh tercabut nyawanya, dan tidak ada seorangpun yang mengindahkannya; sungguh, karena merajalelanya kejahatan, tercabutlah nyawa orang benar dan ia masuk ke tempat damai; orang-orang yang hidup dengan lurus hati mendapat perhentian di atas tempat tidurnya.
Dalam ayat di atas, dinubuatkan bahwa orang benar menjadi korban, orang saleh dibunuh, namun tidak ada orang yang memperhatikannya, mengapa? Karena kejahatan sudah merajalela di mana-mana, sehingga tidak lagi orang memperhatikan pembunuhan orang benar sebagai suatu hal yang mengerikan lagi.
Namun, firman Tuhan di atas, mereka masuk ke tempat damai; orang-orang yang hidup dengan lurus hati mendapat perhentian di atas tempat tidurnya. Itu janji Allah bagi orang yang menjaga kesucian dan kekudusan hati.
Di zaman sekarang ini, kejahatan dan kefasikan dalam berbagai bentuknya di seluruh dunia juga telah merajalela. Perlu kita ketahui bersama, bahwa telah terjadi beberapa peristiwa di berbagai penjuru dunia, pembunuhan atau serangan mematikan terhadap orang Kristen yang saleh dalam kurun waktu 1 tahun terakhir:
-
Pada 11 Juli 2025, militan menyerbu ibadah malam di sebuah gereja di Katsina, Nigeria — seorang pendeta dan seorang jemaat tewas, dan seorang wanita diculik.
-
Pertengahan Maret 2025, pendeta terkenal Praveen Pagadala (India selatan) ditemukan tewas setelah menghadiri pertemuan doa; keluarga dan sebagian komunitas menilai kematiannya mencurigakan dan menuntut penyelidikan karena bukti yang menunjukkan kemungkinan kekerasan.
-
Awal Juli 2025, seorang imam Katolik di Meksiko ditembak dan mengalami luka parah saat sedang melakukan tugas pastoral; serangan terhadap rohaniwan di wilayah konflik Mexico kembali menyerukan perhatian terhadap keselamatan imam-imam lokal.
-
Akhir Agustus 2025 (laporan akhir Agustus 2025), serangkaian serangan di beberapa komunitas di Nigeria Tengah menewaskan beberapa anak dan jemaat Kristen dalam insiden- insiden kekerasan yang menargetkan warga sipil Kristen.
-
September 2025 — tokoh publik yang dikenal sebagai seorang Kristen evangelis (Charlie Kirk) tewas akibat penembakan; media melaporkan reaksinya luas dan menyoroti dimensi keagamaan dan politik yang menyertai pemberitaan kasus ini.
Catatan singkat: sumber-sumber yang dikutip di atas adalah laporan media dan organisasi pemantau (berita bidang agama/persecutiion reports); untuk setiap peristiwa, detail investigasi dapat berkembang seiring waktu.
Peristiwa-peristiwa itu terjadi begitu saja, seolah orang yang melakukannya memang berhak melakukannya. Mengerikan bukan? Betul, tetapi itulah kenyataan yang terjadi zaman sekarang tidak berbeda dengan zaman yang dialami oleh Nabi Yesaya dalam kitab Yesaya 57 di atas.
2. Perbuatan jahat umat Allah
Mari kita perhatikan apa firman TUHAN, Allah Semesta Alam terhadap hal itu:
Yesaya 57:3-13
Tetapi kamu, mendekatlah kamu ke mari, hai anak-anak dari perempuan-perempuan sihir, hai keturunan orang yang berzinah dan perempuan sundal! Tentang siapakah kamu berkelakar, terhadap siapakah kamu melontarkan kata-kata yang bukan-bukan dan mengejeknya? Bukankah kamu ini anak-anak pemberontak, keturunan pendusta, hai orang-orang yang terbakar oleh hawa nafsu dekat pohon-pohon keramat, di bawah setiap pohon yang rimbun, hai orang-orang yang menyembelih anak-anak di lembah-lembah, di dalam celah-celah bukit batu.Penyembahan berhala sebagai perzinahan
Padamu hanya ada batu-batu licin dari sungai, dan hanya itu sajalah yang ditentukan bagimu; kepada mereka juga engkau mengunjukkan korban curahan, dan mempersembahkan korban sajian. Masakan Aku sabar akan hal itu?
- Engkau menaruh petiduranmu di atas gunung yang tinggi dan menjulang dan ke atas gunung itu juga engkau naik untuk mempersembahkan korban sembelihan.
- Engkau telah menaruh lambang berhalamu di ambang pintu masuk rumahmu, ya,
- engkau telah meninggalkan Aku dan menelanjangi dirimu, engkau telah menaiki petiduranmu dan telah melebarkannya; engkau telah mengadakan janji dengan beberapa orang yang kauingini untuk tidur bersama-sama mereka dan engkau memandangi lingga.
- Engkau datang menghadap Molokh dengan membawa minyak dan banyak-banyak wangi-wangian;
- engkau menyuruh duta-dutamu pergi sampai jauh, dan sampai ke bawah di dunia orang mati.
Allah begitu murka dan jijik melihat kejahatan yang dilakukan umat-Nya pada zaman itu. Orang-orang tersebut melakukan kejahatan dengan tidak malu-malu dan sama sekali tidak peduli akan Allah. Mereka sudah hidup sepenuhnya dalam kendali kuasa kegelapan.
Oleh perjalananmu yang jauh engkau sudah letih lesu, tetapi engkau tidak berkata: "Tidak ada harapan!" Engkau mendapat kekuatan yang baru, dan sebab itu engkau tidak menjadi lemah. Kepada siapa gerangan engkau gentar dan takut, sehingga engkau berdusta dan tidak mengingat Aku atau memberi perhatian kepada-Ku? Bukankah karena Aku membisu dan menutup mata, maka engkau tidak takut kepada-Ku!
Firman Tuhan di atas, diucapkan Allah dalam kegeraman murka-Nya melihat bahwa orang-orang itu tidak takut kepada apapun maupun siapapun di alam semesta ini. Namun, jika diperhatikan dalam
3. Berhala yang mengikat dan membelenggu
Yesaya 57:12-13
Aku akan menyebutkan kesalehanmu dan segala perbuatanmu, tetapi semuanya itu tidak akan berguna bagimu: apabila engkau berteriak, biarlah berhala-berhalamu melepaskan engkau! Mereka semua akan ditiup angin, akan diterbangkan hembusan nafas. Tetapi orang yang berlindung kepada-Ku akan mewarisi negeri dan akan memiliki gunung-Ku yang kudus.
Ketika itu Allah mengingat umat-Nya yang sesungguhnya pernah berbuat kebenaran, bahkan kesalehan. Artinya perbuatan mereka berubah, dari perbuatan benar menjadi penyembahan berhala. Mengapa bisa demikian? Orang yang sudah hidup dalam kesalehan, namun berubah menjadi jahat?
Mereka menyembah berhala. Itulah sebabnya dalam 10 perintah Allah (Ten Commandments), hal yang pertama larangan Allah Yang Maha Kuasa, sebagai berikut:
Ulangan 5:7-10
5:7 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 5:8 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5:9 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
5:10 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
Allah melarang umat-Nya menyembah berhala, karena Ia mengetahui betapa jahatnya ikatan dan belenggu Berhala itu setelah mereka menyembahnya. Jadi Allah mau kita sadar hari ini, bahwa banyak berhala yang bentuknya bermacam-macam dan tidak kita duga sebelumnya, itu adalah berhala. Banyak orang akhirnya tidak menyadari bahwa mereka yang tetap bergereja, tetap melayani Tuhan, tetap menyebut Kristus di dalam doanya, tetapi sesungguhnya mereka itu sudah dibelenggu dan diikat oleh Berhala yang bentuknya mereka tidak sadari.
Ulangan 5:7-10 mengingatkan umat Allah agar tidak ada allah lain di hadapan-Nya. Larangan ini tidak hanya relevan pada zaman ketika patung-patung dan kuil-kuil penyembahan berhala berdiri, melainkan juga berlaku sampai hari ini dalam bentuk yang lebih canggih dan tersembunyi. Berhala modern tidak selalu berwujud patung batu atau kayu, tetapi seringkali menjelma dalam bentuk godaan yang mengikat hati dan pikiran manusia.
Berhala itu dapat berupa kekayaan dan harta benda, yang membuat orang terjebak dalam pola pikir materialistis, bekerja mati-matian tanpa pernah merasa cukup, dan akhirnya menomorduakan Allah demi mengejar kepuasan semu. Ada juga tontonan cabul dan hiburan tak sehat yang menjerat pikiran, menumpulkan hati nurani, serta menumbuhkan kecanduan yang sulit dilepaskan. Tokoh idola musik, artis, atau selebritas juga dapat menjadi berhala ketika mereka lebih dipuja daripada Tuhan, sehingga gaya hidup dan nilai-nilai mereka tanpa sadar menggantikan standar kebenaran firman Allah.
Selain itu, kekuasaan, jabatan, dan pengaruh bisa menjadi berhala yang menipu. Banyak orang rela mengorbankan integritas, bahkan imannya, demi mempertahankan posisi atau mengejar kehormatan manusia. Tidak jarang pula teknologi, media sosial, dan pengakuan online berubah menjadi berhala, ketika waktu, perhatian, dan rasa harga diri seseorang sepenuhnya ditentukan oleh “like” atau “followers”.
Semua ini adalah tipuan dari kuasa kegelapan yang bekerja halus di masyarakat modern, bahkan di tengah orang Kristen yang rajin bergereja dan melayani. Berhala-berhala itu menjerat hati seperti rantai tak kasatmata, mengikat seseorang dengan kesenangan sesaat, tetapi perlahan menjauhkan mereka dari kasih Allah yang sejati. Inilah sebabnya Tuhan menegaskan bahwa Ia adalah Allah yang cemburu, sebab Ia tahu bahwa berhala hanya membawa pada kebinasaan, sedangkan kasih setia-Nya membawa kehidupan kekal.
4. Apa yang harus dilakukan agar terbebas dari semuanya itu?
Dengarlah sabda Firman Tuhan berikut ini:
Matius 11:28-30
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
Mari kita datang kepada Tuhan Yesus Kristus, Ia adalah Juru Selamat yang akan membebaskan kita dari segala ikatan belenggu dosa yang tidak sanggup kita lepaskan sendiri. Setelah datang kepada-Nya, ia membebaskan kita dari segala ikatan dan belenggu, maka kerjakanlah Keselamatan itu dalam Takut dan gentar.
Filipi 2:12-13
Tetaplah kerjakan keselamatanmu
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.Tetapi orang yang berlindung kepada-Ku akan mewarisi negeri dan akan memiliki gunung-Ku yang kudus.
Yesaya 57:13
Amin.
Komentar
Posting Komentar