Yesaya 55 Part 5 "Rancangan Allah bagi manusia" Seri Nabi Besar by Febrian
13 September 2025
Yesaya 55 Part 5 "Rancangan Allah bagi manusia" Seri Nabi Besar by Febrian
Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai rancangan Allah dalam diri manusia kesayangan-Nya. Apa yang harus kita lakukan agar rancangan Allah itu berjalan lancar. Kiranya kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.
Yesaya 55:8-13
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.
Jika kita memperhatikan Yesaya 54-55, maka tema dari Nubuat Yesaya adalah misi penyelamatan dan pemulihan Allah, bagi umat-Nya. Apa yang ada dalam pemikiran Allah tidak akan terselami oleh manusia. Di mana konsep paradigma manusia adalah "gigi ganti gigi, mata ganti mata", maka Allah menunjukkan bahwa Allah mengasihi manusia ciptaan-Nya dengan rancangan yang tidak terselami pikiran manusia, bagaikan langit dari bumi tingginya.
Setiap firman yang diucapkan-Nya, pasti terjadi karena firman itu adalah Allah sendiri yang bekerja dalam dunia ini. Tidak akan kembali kepada Allah dengan sia-sia. semua yang diperbuat-Nya pasti berhasil.
Kehidupan kita sudah ada dalam rancangan-Nya sepenuhnya. Jadi fokus kita sekarang, adalah bagaimana agar rancangan Allah itu terlaksana dengan sempurna dalam kehidupan kita. Bagaimana caranya?
Langkah awalnya harus kita mulai dari mencari TUHAN, Allah kita dan bertobatlah dari segala dosa dan kejahatan kita. Berbaliklah dan mulailah kehidupan yang baru. Maka Allah akan mengasihani kita.
Yesaya 55:6-7
55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! 55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
Setiap orang yang mau hidupnya diperbaharui dan diubahkan Allah, maka ia wajib menyangkal dirinya dan mengikut Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat nya pribadi.
Matius 16:24-27
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus
menyangkal dirinya,
memikul salibnya dan
mengikut Aku.
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Jadi suatu hari nanti, saat Tuhan Yesus kembali lagi ke dunia kali yang ke-2, maka Ia akan melihat perbuatan setiap orang, kemudian Ia akan menghitung semua perbuatan baik dan jahat setiap orang. Di situlah Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatan masing-masing.
1 Korintus 3:12-15
Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.
Saya akan jelaskan satu per satu berdasarkan sifat fisik dari benda-benda tersebut bila dibakar dengan api dalam waktu yang lama, lalu kita kaitkan dengan gambaran rohani dari 1 Korintus 3:12–15:
1. Emas
Secara harfiah: Emas adalah logam mulia yang tahan api. Saat dibakar pada suhu sangat tinggi, emas tidak musnah, tetapi justru dimurnikan. Kotoran atau campuran yang melekat padanya akan terpisah.
Secara rohani: Melambangkan pekerjaan yang murni, tulus, dan berharga di hadapan Tuhan. Apa yang dibangun dengan dasar Kristus dan dengan motivasi benar akan tetap ada dan dimurnikan, bahkan bertambah kemuliaannya.
2. Perak
Secara harfiah: Perak juga logam, lebih cepat mencair daripada emas, tetapi tidak lenyap. Ia tetap ada setelah melalui api, hanya kotorannya yang terbakar.
Secara rohani: Menggambarkan pelayanan atau pekerjaan yang bernilai dan tetap bertahan setelah diuji. Meski mungkin tampak lebih sederhana daripada emas, tetap berharga karena dikerjakan dalam kesetiaan.
3. Batu permata
Secara harfiah: Banyak batu permata alami tahan panas, walau beberapa dapat retak atau berubah warna bila terlalu lama dalam api. Namun intinya, mereka tidak hancur seperti kayu atau jerami.
Secara rohani: Melambangkan hasil pekerjaan yang indah, bernilai, dan tetap memancarkan kemuliaan meski melalui ujian. Hasil pelayanan yang dilakukan dengan kasih akan tetap bersinar dalam terang Tuhan.
4. Kayu
Secara harfiah: Kayu mudah sekali terbakar. Diberi api cukup lama, kayu akan hangus menjadi abu tanpa bentuk.
Secara rohani: Menggambarkan pekerjaan yang dilakukan tanpa dasar kekekalan. Apa yang kelihatan besar dan kuat di dunia ini bisa hilang sama sekali ketika diuji oleh api Tuhan.
5. Rumput kering atau Jerami
Secara harfiah: Sangat mudah terbakar dan habis hanya dalam hitungan detik. Tidak ada yang tersisa selain abu tipis.
Secara rohani: Simbol dari pekerjaan yang dangkal dan cepat usang. Hal-hal yang semata-mata lahiriah dan tidak berakar dalam Kristus akan habis tanpa bekas dalam pengujian Tuhan.
Jadi dapat disimpulkan, bahwa "Api" yang dimaksud dalam 1 Korintus 3:13 bukan api penghukuman untuk membinasakan orang percaya, melainkan api pengujian yang menyingkap kualitas pekerjaan mereka. Emas, perak, dan batu permata melambangkan pekerjaan yang bernilai kekal, sedangkan kayu, rumput kering, dan jerami melambangkan pekerjaan yang rapuh dan fana.
Pada akhirnya, yang akan mendapat upah adalah mereka yang membangun di atas dasar Kristus dengan bahan yang tahan api. Inilah rancangan Allah dalam diri setiap manusia, yaitu tahan uji dalam api pengujian-Nya.
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Amin.

Komentar
Posting Komentar