A Place of Pressure: Pressure of responsibility IFGF Bekasi by Ps. Lawrence

21 September 2025

A Place of Pressure: Pressure of responsibility

Tekanan untuk bertanggung jawab 

Setiap orang mengalami tekanan dalam kehidupan. Walaupun kita tidak mau, tapi itu pasti harus kita tanggung. Ada sebagian orang menolak tanggung jawab itu karena merasa terbebani. 

Kisah Pontius Pilatus mencuci tangan:

Ia didesak untuk memutuskan hukuman bagi Tuhan Yesus. Ia sendiri tidak bisa memutuskan hal itu, makanya ia mencuci tangannya sebagai tanda ia tidak mau bertanggung jawab. 

Setelah itu ia mengembalikan Tuhan Yesus kepada imam kepala Yahudi. 

Itu kesalahan yang fatal, namun Allah mengubahnya menjadi suatu kemenangan buat Tuhan Yesus. 

1 Samuel 22:1-5

Ada 3 hal

1. Tanggung jawab mulai dari rumah. 

Daud ke Moab menitipkan keluarganya, karena khawatir ancaman musuh. 

Ia memikirkan yang terbaik buat keluarganya. Itu menunjukkan ia lebih bertanggung jawab kepada orang lain, daripada mementingkan diri sendiri. 

Daud kemudian memilih teman-teman berasal dari orang terbuang dan sakit bathin (1 Samuel 22:2).

Tujuan Tuhan: Melatih karakter, menggenapi panggilan, mengajarkan kasih sejati, mengasah kepemimpinan.

2. Tanggung jawab perlu diproses dulu

Tanggung jawab adalah menjaga kepercayaan Tuhan yang diberikan bagi kita, namun itu sama sekali tidak nyaman. 

Bisa jadi kita wajib memikul sesuatu yang seharusnya bukan tanggung jawab. 

Suatu ketika, Ps. Lawrence diminta cuti akademis 1 semester oleh orangtuanya. Ia khawatir ketinggalan dari pada teman-temannya. Ia menuruti dan nyatanya tidak ada masalah pada akhirnya. Ia tetap bisa lulus dengan baik. 

Mungkin kondisi tidak mengenakkan itu, pada saat kita alami, kita ingin protes. Namun, sadari mungkin Tuhan sedang mengembangkan Kapasitas hidup kita. 

Raja Daud menampung 400 orang bermasalah, mungkin awalnya ia protes, tapi nyatanya pada akhirnya, ia berhasil mendidik orang-orang tersebut, menjadi tentara hebat yang membantunya menang dalam berbagai peperangan. Lihatlah pada awalnya Daud memimpin 400 orang, pada akhirnya ia memimpin seluruh bangsa Israel menjadi raja. 

Kehidupan Daud diproses sedemikian rupa oleh Allah, karena ia akan memimpin suatu Umat Kesayangan Allah. Tidak sembarangan Allah memilih orang. Ia mengurapi Daud, tapi tidak langsung instan Allah mengangkatnya jadi raja. 

Daud diproses dulu dengan didikan keras oleh Allah. Baru 15 tahun kemudian ia diangkat jadi raja, melalui proses yang mungkin menyakitkan, namun membentuk karakter Daud jadi kuat.

Setiap sekolah ada pelajaran, yang semunya akan diakhiri dengan suatu ujian. Tidak ada pengukuhan tanpa kelulusan dari ujian. 

3. Tanggung jawab tidak bisa dijalani sendiri. 

Kita tidak bisa menjalankan tugas dan ujian dari Tuhan, hanya dengan kekuatan kita sendiri, pasti babak belur dan gagal. 

Untuk menjalankan tugas dan menyelesaikan tanggung jawab itu, kita perlu penyertaan Tuhan:

  • Allah menolong menanggung beban kita Mat11:28
  • Tanggung Jawab adalah bukti kepercayaan Tuhan 1 Kor 10:13
  • Tanggung jawab mendekatkan kita dengan Tuhan. Filipi 4:13

Daud pada akhirnya diminta Nabi Gad untuk keluar dari Gua Adulam. Ia harus pulang ke Yehuda. Ia menuruti perintah Allah padanya. 

Jadi tanggung jawab menuntun kita keluar dari tempat persembunyian kita. Allah mau kita keluar dari zona nyaman kita, untuk masuk ke dalam masa depan yang disediakan Allah. 

Amin. 




Komentar