Yesaya 31 tentang "Mengandalkan Tuhan jangan manusia" Seri Nabi Besar by Febrian
02 Agustus 2025
Yesaya 31 tentang "Mengandalkan Tuhan jangan manusia" Seri Nabi Besar
Yesaya 31 [TB-LAI] <-- Klik untuk membaca seluruh pasal
Yesaya 31:1
Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.
Seperti kita ketahui, kerajaan Mesir memang terkenal dengan pasukannya yang kuat, karena pasukan berkudanya berjumlah sangat banyak. Banyak bangsa yang takut akan kerajaan Mesir, bahkan banyak kerajaan yang ingin beraliansi untuk mendapatkan perlindungan. Namun, dalam tegurannya, Nabi Yesaya menyampaikan bahwa orang yang mencari pertolongan bangsa Mesir, sesungguhnya adalah orang yang celaka, karena mereka tidak memandang kepada Yang Mahakudus Allah Israel, mereka tidak mencari TUHAN.
Yeremia 17:5
Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
TUHAN bukanlah Allah Yang arogan, Yang maunya diagung-agungkan karena haus pujian, namun Ia mau bangsa Israel mengandalkan-Nya, karena mereka adalah milik-Nya yang diingini dengan cemburu. Kasih Allah sungguh amat besar kepada milik-Nya sendiri. TUHAN tidak rela bangsa kesayangan-Nya diperlakukan jahat oleh siapapun. Demikianlah Kasih-Nya sehingga mau setiap orang hanya berharap kepada-Nya, bukan kepada manusia siapapun.
Mungkin kita juga mempunyai kecenderungan seperti ini dalam keseharian kita. Pada saat normal, keadaan baik-baik saja, semua orang tidak memiliki rasa khawatir. Namun, di saat keadaan berbalik menjadi tidak menguntungkan, bahkan terjadi masalah yang membuat hati khawatir, maka seringkali kita secara naluriah akan mencari pertolongan dari sesama kita.
Misalnya dalam keadaan sakit, pikiran kita nomor satu adalah pergi ke dokter. Mungkin kita berdoa, tetapi fokus kita hanya berharap pada pertolongan dokter. Hingga kita berjuang mencari dokter yang menurut orang adalah dokter terbaik. Kita bahkan rela membayar mahal demi mendapatkan pertolongan terbaik.
Keadaan lain, misalnya kita menghadapi PHK secara mendadak. Kita masih memiliki tanggungan dan pengeluaran yang besar. Secara naluri kita langsung berpikir mendatangi saudara terdekat demi meminta bantuan. Atau misalnya anak kita ingin masuk Universitas Favorit, maka kita berjuang mencari 'orang dalam' yang bisa membantu untuk bisa diterima. Tidak segan-segan pula kita mengorbankan norma susila dengan memberi uang pelicin.
Masih banyak lagi contoh-contoh dalam keseharian kita yang sifatnya adalah naluriah dan secara otomatis kita lakukan. Secara garis besarnya, setiap orang memiliki suatu kecenderungan tidak langsung teringat pada pertolongan TUHAN, Allah Semesta Alam.
Inilah yang TUHAN ingin sampaikan bagi bangsa Israel:
Keluaran 14:3
Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut.
Yesaya 31:2
Akan tetapi Dia yang bijaksana akan mendatangkan malapetaka, dan tidak menarik
firman-Nya; Ia akan bangkit melawan kaum penjahat, dan melawan bala bantuan
orang-orang lalim. Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan
kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila
TUHAN mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang
dibantu, dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama.
Sehebat apapun Bangsa Mesir, mereka semua adalah manusia biasa di hadapan Allah. Ia akan menghancurkan orang yang sombong dan tinggi hati. Dengan demikian setiap mata akan melihat, bahwa mereka sesungguhnya hanya manusia biasa yang juga diciptakan hanya dari debu tanah, tidak ada apa-apanya di hadapan Allah.
Yesaya 30:4
Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku: Seperti seekor singa atau singa muda menggeram untuk mempertahankan mangsanya, dan tidak terkejut mendengar teriakan seluruh pasukan gembala yang dikerahkan melawan dia, dan tidak mengalah terhadap keributan mereka, demikianlah TUHAN semesta alam akan turun berperang untuk mempertahankan gunung Sion dan bukitnya. Seperti burung yang berkepak-kepak melindungi sarangnya, demikianlah TUHAN semesta alam akan melindungi Yerusalem, ya, melindungi dan menyelamatkannya, memeliharanya dan menjauhkan celaka.
Inilah yang Tuhan inginkan, yaitu setiap orang menyadari bahwa di Surga ada TUHAN, Allah Semesta Alam yang bagaikan singa perkasa yang akan mempertahankan gunung Sion dan bukitnya. Bagaikan burung yang berkepak-kepak melindungi sarangnya, demikianlah Allah akan melindungi bangsa Israel. Allah sangat mengasihi umat kesayangannya, dan akan melindungi, menyelamatkan, memelihara dan menjauhkan mereka dari celaka.
Demikianlah setiap orang di zaman sekarang ini, Allah mau kita sadar, bahwa di Surga ada Allah yang senantiasa memperhatikan kita, memelihara kita, menjaga kita dari segala kecelakaan dan bahaya. Jadi jika kita diperkenankan Allah hidup damai sejahtera, itu adalah anugerah-Nya, penjagaan-Nya. Namun, andaikan keadaan diizinkan berbalik dan tidak menguntungkan, bahkan menyakitkan, itu pun tujuannya adalah untuk kebaikan kita. Mengapa? Karena ayat ini:
Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan
Bertobatlah, hai orang Israel, kepada Dia yang sudah kamu tinggalkan jauh-jauh! Sungguh pada hari itu kamu masing-masing akan membuang berhala-berhala peraknya dan berhala-berhala emasnya yang dibuat oleh tanganmu sendiri dengan penuh dosa.
Allah menghendaki bangsa Israel agar bertobat dari segala dosanya, ia mau mereka segera membuang berhala perak dan emas yang dibuat dengan tangan mereka sendiri. Itu semua yang menyebabkan penderitaan yang dialami bangsa Israel. Jadi sesungguhnya Allah menghendaki kekudusan, agar kehidupan mereka tetap terjamin di dalam-Nya, bukan sengsara seperti saat itu.
Inilah yang menyebabkan pada awalnya Tuhan menarik diri menolong bangsa Israel, hingga mereka dijajah musuh:
Yesaya 59:1-2
Yesaya 31:8
Asyur akan rebah oleh pedang, tetapi bukan pedang orang, dan akan dimakan habis oleh pedang, tetapi bukan pedang manusia; mereka akan melarikan diri terhadap pedang, dan teruna-terunanya akan menjadi orang rodi. Pelindung mereka akan lenyap karena gentar, dan panglimanya akan lari terkejut meninggalkan panji-panji, demikianlah firman TUHAN yang mempunyai api di Sion dan dapur perapian di Yerusalem.
Sesunggunya, Allah itu tidak pernah jauh dari bangsa Israel. Allah tetap berada di dekat mereka, namun mereka buta dan tidak melihat bahwa Allah siap menghancurkan Asyur dengan pedang-Nya sendiri, bukan pedang manusia. Allah tidak segan-segan menghabisi semua musuh bangsa Israel, andaikan mereka menyadari bahwa ada Sang Juru Selamat mereka yang siap menolong mereka.
Demikianlah kita pada hari ini, bukan kebetulan jika Allah memberitakan firman ini bagi kita hari ini. Firman ini semata-mata adalah untuk menyadarkan kita yang mungkin tidak sadar, bahwa segala yang terjadi dalam hidup kita, semuanya ada dalam kendali Allah. Tidak ada satu pun manusia yang dapat berkuasa atas dirinya sendiri, semua tunduk dalam kuasa Allah. Namun, Allah itu Maha Kasih, Ia tidak pernah memaksa orang yang tidak mau tunduk kepada-Nya. Allah mau setiap orang datang kepada-Nya dengan kesadaran penuh, bahwa ada Allah Yang Maha Kuasa yang Kasihnya tidak terbatas dan setia nya tidak berujung.
Yehezkiel 33:19
Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup karena itu.
Mari kita yang pada hari ini membaca renungan singkat ini, kita sama-sama introspeksi diri: jika kita dalam keadaan yang 'tidak baik-baik saja', mungkin kita harus segera mengakui segala dosa dan kesalahan kita di hadapan Allah, berjanji segera memperbaiki segala kesalahan kita itu, berbalik dari jalan yang jahat itu dan berbuat kebaikan. Namun, jika kita dalam keadaan yang sangat baik, bersyukurlah, karena itu sesungguhnya adalah anugerah Allah, bukan hasil usaha kita sendiri. Pagar Allah lah yang mengizinkan kita bisa tetap hidup dalam Damai Sejahtera-Nya.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Filipi 4:7
Amin.

Komentar
Posting Komentar