Resonansi by Ps. Lawrence.

Resonansi

Ps. Lawrence




Resonansi itu artinya, suatu benda bergerak atau bergerak dengan frekuensi yang sama dengan benda lain yang bergetar di dekatnya. 

Kita bukan hanya mendengar firman Tuhan, tapi juga memberitakan juga firman yang kita dapat.

Kita seringkali mendengar firman  tapi firman itu berhenti di kita saja. Tidak "beresonansi" ke orang lain. Mengapa? Karena kita merasa diri kita tidak mampu atau tidak layak. 

1. Kita meresonansikan firman yang kita terima

Beda Resonansi Saul dengan Resonansi Daud:

Saul = Bergerak, karena suara bising dan mengganggu di sekelilingnya. 

Daud = Bergerak karena firman Tuhan yang mengutusnya. 

Daud juga bukan orang sempurna  tapi ia tahu 

The right posture = bagaimana sikap hati yang benar  bisa menggemakan firman Tuhan yang kita dengar.

Saul mengelak waktu ditegur oleh Tuhan mengenai kelakuannya yang keliru (1 Samuel 15:20-22). Mengapa demikian? Karena Saul memiliki niat tersembunyi. 

Bangsa Amalek membuat marah Allah dan mau menumpas seluruh bangsa itu. Saul memiliki niat tersendiri dan tidak menurut perintah Allah secara keseluruhan. Allah Murka kepada Saul akan hal itu dan mengambil urapannya dan memindahkan ke Daud. (1 Samuel 15:20-22)

Mungkin dalam keseharian kita sekarang ini, Allah menghendaki ketaatan kita 100%. Bukan 80%, bukan 90%, atau bahkan bukan 99,99%!!! No excuses. Period!

Mendengar perkataan seseorang sangat terpengaruh oleh "Siapa" yang berbicara, dan bukan hanya (apa) isinya. 

Jadi firman Tuhan bisa saja kita terima, tapi tidak menciptakan 'hubungan baik' dengan Tuhan, melainkan hanya 'informasi' belaka. Jadi pada saat relasi itu tercipta, maka firman Tuhan itu akan menjadi suatu kuasa yang impactful bagi kita. 

Jadi coba kita renungkan, mengapa kita ada di tempat kita bekerja. Kita harus menggali makna kita berada di sana.

2. Identifikasi kelemahan kita

2 Samuel 15:24

Saul menghadapi masalah yang sama dengan Daud, tapi respons nya berbeda. 

Saul takut kehilangan posisinya sebagai raja. Tapi tidaksu membawa kelemahannya kepada Allah. Ia hanya berjuang dengan pengetahuan dan logikanya saja. 

Bottleneck yang menyebabkan kita tidak bisa beresonansi dengan firman Tuhan? Coba akui di hadapan Allah.

2 Timotius 3:16 (TB)  

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Jangan kita merasa bahwa kita memiliki kelemahan, tapi takut datang kepada Allah. 

Ingat: jangan merasa bahwa kita sanggup mengubah kelemahan diri sendiri. Datanglah kepada Allah, dengan segala kerendahan hati, untuk mohon diperbaiki Allah. 

Jangan juga ada zona nyaman dengan menyimpan kelemahan kita tersembunyi. Padahal sesungguhnya itu yang akan menjauhkan kita dari kehendak Allah. 

Allah sanggup menguatkan kita melepaskan segala kendala dan hambatan hubungan kita dengan Allah. 

Ibrani 4:12 (TB)  

Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Kita mungkin tahu firman itu harus dilaksanakan, tapi kita memilih untuk tinggal di zona nyaman. Allah sesungguhnya siap mengubahkan kita. 

1 Samuel 15:30 

Saul itu menganggap bahwa kedudukannya terlalu tinggi bagi dia, dan dia minta tetap dihargai di depan para tua-tuanya. 

Saul memikirkan egonya lebih oenting daripada apapun.

Ego: menghindarkan orang lain agar tidak mengetahui kelemahan kita. 

Kebenaran: kita tahu kelemahan kita, namun kita dengan rendah hati datang kepada Allah. 

Yakobus 4:6 (TB) 

Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."  

Amin. 

Komentar