Yesaya 27 tentang "Israel di selamatkan" Seri Nabi Besar by Febrian

23 Juli 2025

Yesaya 27 tentang "Israel di selamatkan" Seri Nabi Besar 

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai kasih Allah kepada bangsa Israel yang mengumpulkan mereka kembali mendekat kepada-Nya. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Yesaya 27:1-13

Israel diselamatkan

27:1 Pada waktu itu TUHAN akan melaksanakan hukuman dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat atas Lewiatan, ular yang meluncur, atas Lewiatan, ular yang melingkar, dan Ia akan membunuh ular naga yang di laut. 

Bangsa Israel adalah umat yang diserang oleh musuh-musuh yang jahat. Nubuat Yesaya menggambarkan musuhnya bagaikan Lewiatan dan ular naga di laut. Zaman sekarang mungkin sudah tidak ada lagi monster seperti itu, namun kita dapat membayangkan betapa mengerikan musuh-musuh bangsa Israel yang menyerang.

Dikatakan dalam ayat di atas, bahwa Allah akan menghukum musuh itu, dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat. Tidak ada musuh yang bisa tahan melawan Allah Semesta Alam.

27:2 Pada waktu itu akan dikatakan: "Bernyanyilah tentang kebun anggur yang elok27:3 Aku, TUHAN, penjaganya; setiap saat Aku menyiraminya. Supaya jangan orang mengganggunya, siang malam Aku menjaganya; 27:4 kehangatan murka tiada pada-Ku. Sekiranya tampak kepada-Ku puteri malu dan rumput, Aku akan bertindak memeranginya dan akan membakarnya sekaligus, 27:5 kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepada-Ku dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku!"

Allah menggambarkan bangsa Israel, umat kesayangan-Nya sebagai kebun anggur yang elok. Allah menyatakan, bahwa Ia adalah penjaga mereka. Kita adalah umat Israel rohani yang sama disayangi-Nya. Dikatakan kehangatan murka Allah, tidak ada pada-Nya.

Di tengah kehidupan yang penuh pergumulan, mungkin kita pernah bertanya: mengapa hidupku sial sekali, apakah Tuhan masih peduli? Apakah Dia melihat pergumulanku? 

Nabi Yesaya menuliskan Nubuat dengan jawaban yang dalam namun sederhana: Tuhan tidak pernah berhenti memperhatikan umat-Nya. Dia adalah Penjaga yang setia. 

Namun, sedemikian kasih Allah pada umat-Nya, Ia tetaplah Allah yang tegas dan tidak pandang bulu. TUHAN, Allah tidak pernah berkompromi dengan dosa dan kejahatan. Bagaikan Ia melihat puteri malu dan rumput, yang merupakan tumbuhan yang mengganggu dan merusak kebun anggur-Nya, ia akan memusnahkan mereka. Allah akan menghukum semua orang yang mengganggu umat pilihan-Nya, kecuali jika mereka mencari perlindungan kepada-Nya dan mencari damai dengan-Nya.

27:6 Pada hari-hari yang akan datang, Yakub akan berakar, Israel akan berkembang dan bertunas dan memenuhi muka bumi dengan hasilnya. 27:7 Apakah TUHAN memusnahkan umat-Nya seperti Ia memusnahkan orang yang memusnahkan mereka? Atau apakah Ia membunuh umat-Nya seperti Ia membunuh orang yang membunuh mereka? 27:8 Dengan menghalau dan dengan mengusir mereka Engkau telah melawan mereka. Ia telah menyisihkan mereka dengan angin-Nya yang keras di waktu angin timur.

27:9 Maka beginilah akan dihapuskan kesalahan Yakub dan inilah buahnya kalau ia menjauhkan dosanya: ia akan membuat segala batu mezbah seperti batu-batu kapur yang dipecah-pecahkan, sehingga tiada lagi tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan yang tinggal berdiri. 27:10 Sebab kota yang berkubu itu terpencil, suatu tempat kediaman yang dikosongkan dan ditinggalkan seperti padang gurun; anak lembu akan makan rumput dan berbaring di situ menghabiskan dahan-dahan pohon. 27:11 Apabila ranting-rantingnya sudah kering, maka akan dipatahkan; perempuan-perempuan akan datang dan menyalakannya. Sebab inilah suatu bangsa yang tidak berakal budi, itulah sebabnya dia tidak disayangi oleh Dia yang menjadikannya dan tidak dikasihi oleh Dia yang membentuknya. 

27:12 Maka pada waktu itu TUHAN akan mengirik mulai dari sungai Efrat sampai sungai Mesir, dan kamu ini akan dikumpulkan satu demi satu, hai orang Israel! 27:13 Pada waktu itu sangkakala besar akan ditiup, dan akan datang mereka yang hilang di tanah Asyur serta mereka yang terbuang ke tanah Mesir untuk sujud menyembah kepada TUHAN di gunung yang kudus, di Yerusalem.

Bangsa Israel adalah umat pilihan Allah yang dikasihi-Nya, sehingga ia akan memulihkan mereka dan menghapuskan segala dosa dan kejahatan mereka. Namun, ada syaratnya: jika mereka menjauhkan segala dosa dan kejahatan mereka. Mari kita juga introspeksi diri kita sendiri, apakah kita akan tetap hidup dengan cara hidup yang lama, atau kita akan berubah menjadi baru sesuai dengan kehendak Allah, yaitu kudus dan berkenan kepada-Nya?

Apa yang kita lakukan yaitu melawan keinginan daging, hawa nafsu yang mengikat kita, saat ini, suatu hari nanti berbuahkan keindahan, yaitu Allah berkenan melihat kita dan bersukacita melihat kita. Itulah tujuan hidup kita yang sejati, yaitu melihat Allah bersukacita atas kita, hingga kita kembali kepada-Nya dan berkumpul bersama-Nya kelak.

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini
tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan
yang akan dinyatakan kepada kita.

Roma 8:18

Amin.

Komentar