Yesaya 25 tentang "Ucapan syukur atas kemenangan dari Allah" Seri Nabi Besar by Febrian
21 Juli 2025
Yesaya 25 tentang "Ucapan syukur atas kemenangan dari Allah" Seri Nabi Besar
Yesaya 25:1-12
Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu.
Bangsa Israel menyadari betapa baiknya Allah yang telah setia melaksanakan rancangan ajaib-Nya bagi mereka.
Di zaman sekarang ini, banyak orang yang tidak mau mengakui bahwa segala yang terjadi dalam hidupnya ada dalam rancangan Allah. Bahkan merasa, bahwa seluruh keberhasilannya itu karena hasil usahanya sendiri.
Sebab Engkau telah membuat kota itu menjadi timbunan batu, dan kota yang berkubu itu menjadi reruntuhan; puri orang luar tidak lagi menjadi kota, dan tidak dibangunkan lagi untuk selama-lamanya.
Mereka melihat bahwa pertahanan musuh sudah runtuh dan tidak bisa pulih kembali. Bangsa Israel menyadari Allah telah menjadi Juru Selamat bagi mereka.
Kita wajib sadar bahwa segala keamanan, kemerdekaan dan ketenangan dalam hidup ini, semata-mata karena ada Juru Selamat kita Yang Agung, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita dari maut, yaitu musuh terbesar umat manusia.
Oleh karena itu suatu bangsa yang kuat akan memuliakan Engkau; kota bangsa-bangsa yang gagah akan takut kepada-Mu.
Bahkan bangsa-bangsa yang merasa diri mereka kuat, akhirnya sadar bahwa ada Allah yang dahsyat yang wajib mereka muliakanlah dan agungkan. Tidak ada satu kuasa pun yang dapat bertahan di hadapan Allah.
Segala persoalan dan serangan kuasa jahat, sudah menjadi hilang kuasanya, karena Allah sudah bertindak. Jadi kita umat Allah yang mengasihi-Nya, harus menyadari bahwa tugas kita adalah memberitakan bahwa setiap orang di muka bumi ini, wajib memuliakan dan meninggikan Nama TUHAN, Allah kita.
Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin,seperti panas terik di tempat kering. Kegaduhan orang-orang luar Kaudiamkan; seperti panas terik ditiadakan oleh naungan awan, demikianlah nyanyian orang-orang yang gagah sombong ditiadakan.
Orang-orang yang merasa dirinya lemah dan tidak berdaya, mendapat tempat perlindungan, yaitu pada Allah saja. Allah akan melindungi umat-Nya dari kesesakan, bencana alam, cuaca buruk, amarah orang sombong, bahkan kejahatan orang fasik. Orang-orang yang sombong akan kehilangan kejayaannya, bagaikan panas terik yang ditutupi oleh awan.
Setiap kita yang merasa berbeban berat dan tidak berdaya lagi, datanglah kepada Allah. Tunduklah kepada-Nya, karena Ia akan mengangkat segala persoalan dan serangan kuasa jahat, yang dihilangkan kuasanya, oleh Allah. Bersabarlah dan tetaplah berharap sambil memuliakan dan meninggikan Nama TUHAN, Allah kita.
TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya.
Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa.
Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.
Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!"
Akan ada suatu pembaharuan yang disediakan oleh TUHAN Semesta Alam. Dari kesedihan dan kesengsaraan, Allah mengubah hidup umat-Nya, dengan disediakan Perjamuan dengan makanan berlimpah dan anggur tua yang menyenangkan. Semua orang yang berlindung pada Allah, akan segera melupakan segala kesusahan dan penderitaan mereka karena Allah sudah menang.
Jadikan ini suatu penghiburan dan kata-kata pemberi semangat, bagi kita semua, yaitu bahwa setiap orang yang merasa berbeban berat dan tidak berdaya lagi, percayalah itu semua akan berakhir. TUHAN, Allah kita sudah menyediakan perjamuan agung, bagi seluruh umat-Nya yang setia mempertahankan imannya kepada Allah.
Apabila Moab mengembangkan tangannya di dalamnya seperti cara perenang mengembangkannya untuk berenang, maka TUHAN akan mematahkan kecongkakkan mereka dengan segala daya upaya mereka.
Maka kubu-kubu tembokmu yang tinggi akan ditumbangkan-Nya dan dirubuhkan-Nya, dan dicampakkan-Nya ke tanah dan debu.
Ayat-ayat ini menyampaikan pesan bahwa tangan TUHAN melindungi umat-Nya yang berlindung kepada-Nya, namun menghancurkan bangsa yang sombong seperti Moab. Segala usaha manusia untuk melawan kehendak Allah, digambarkan seperti perenang yang berjuang di lumpur, akan berakhir sia-sia. Kecongkakkan dan benteng kekuatan yang dibangun sendiri akan diruntuhkan hingga ke tanah dan debu.
Hanya mereka yang merendahkan hati dan berharap pada TUHAN yang akan mengalami perlindungan dan keselamatan, sedangkan yang mengandalkan kekuatan sendiri akan dipermalukan oleh kuasa-Nya.
Kesimpulan:
Nabi Yesaya menyampaikan nubuatan yang memberikan penghiburan luar biasa bagi umat Allah di tengah dunia yang rusak dan penuh penderitaan. Ia menyuarakan pujian karena Allah tidak melupakan orang yang tertindas. Allah bukan hanya menghancurkan kota-kota yang sombong, tapi juga mempersiapkan perjamuan penghiburan bagi semua bangsa. Penghapusan maut dan air mata menjadi tanda bahwa karya penebusan Allah bersifat kekal dan sempurna.
Di tengah tekanan hidup, apakah kita masih menantikan TUHAN sebagai satu-satunya penolong? Apakah kita bersedia menaruh harapan pada rancangan-Nya yang ajaib, meskipun belum semuanya kita mengerti? Marilah kita belajar bersyukur dan menantikan Dia dalam iman yang teguh.
Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka,
dan maut tidak akan ada lagi;
tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita,
sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
Wahyu 21:4
Amin.

Komentar
Posting Komentar