Yesaya 24 tentang "Akhir Zaman - Bumi dihancurkan" Seri Nabi Besar by Febrian

20 Juli 2025 

Image by GeminiAI

Yesaya 24 tentang "Akhir zaman - Bumi dihancurkan" Seri Nabi Besar

Shaloom Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus. Dalam Kesempatan ini kita akan merenungkan bersama mengenai Nubuat akhir zaman yang bertema kehancuran Bumi. Semoga kita semua bisa mendapat berkat dari firman Tuhan tersebut. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Yesaya 24:1-23 <-- Klik di sini untuk membaca seluruh pasal

Pasal 24 dari kitab Yesaya merupakan permulaan dari bagian yang sering disebut sebagai "Apokaliptik Yesaya" (Yesaya 24–27). Di dalam pasal ini, nubuat beralih dari hukuman terhadap bangsa-bangsa tertentu, menjadi gambaran penghakiman Allah Semesta Alam atas seluruh bumi. Bumi akan dihancurkan secara menyeluruh oleh TUHAN sebagai dampak dari dosa dan pemberontakan manusia.

1. Tuhan tidak pandang bulu

Yesaya 24:1-3

Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya. Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam, seperti nasib hamba laki-laki demikianlah nasib tuannya, seperti nasib hamba perempuan demikianlah nasib nyonyanya, seperti nasib pembeli demikianlah nasib penjual, seperti nasib peminjam demikianlah nasib yang meminjamkan, seperti nasib orang yang berhutang demikianlah nasib orang yang berpiutang. Bumi akan ditanduskan setandus-tandusnya, dan akan dijarah sehabis-habisnya, sebab Tuhanlah yang mengucapkan firman ini.

Nabi Yesaya menubuatkan, bahwa TUHAN sendirilah yang akan menanduskan dan menghancurkan bumi ciptaan tangan-Nya. Tanpa terkecuali, semua manusia dari segala status - baik imam maupun rakyat, hamba maupun tuan, peminjam maupun pemberi pinjaman - akan mengalami nasib yang sama. Allah tidak pandang bulu dalam penghukuman-Nya.

2. Penyebab murka Allah

Yesaya 24:4-6

Bumi berkabung dan layu, ya, dunia merana dan layu, langit dan bumi merana bersama. Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi. Sebab itu sumpah serapah akan memakan bumi, dan penduduknya akan mendapat hukuman; sebab itu penduduk bumi akan hangus lenyap, dan manusia akan tinggal sedikit.

Firman Tuhan di atas, menggambarkan alasan utama kehancuran tersebut, yaitu bumi telah tercemar karena pelanggaran manusia terhadap hukum-hukum Allah, mereka telah mengingkari perjanjian abadi. Para teolog menafsirkan bahwa perjanjian ini merujuk pada perjanjian universal Allah dengan umat manusia, seperti perjanjian Nuh (Kejadian 9), yang dilanggar melalui kejahatan kolektif. Konsekuensinya adalah kutukan atas bumi, dengan banyak orang mati dan hanya sedikit yang tersisa.

3. Keadaan manusia yang menyedihkan di akhir zaman 

Yesaya 24:7–13

Air anggur tidak menggirangkan lagi, pohon anggur merana, dan semua orang yang bersukahati mengeluh. Kegirangan suara rebana sudah berhenti, keramaian orang-orang yang beria-ria sudah diam, dan kegirangan suara kecapi sudah berhenti. Tiada lagi orang minum anggur dengan bernyanyi, arak menjadi pahit bagi orang yang meminumnya. Kota yang kacau riuh sudah hancur, setiap rumah sudah tertutup, tidak dapat dimasuki. Orang menjerit di jalan-jalan karena tiada anggur, segala sukacita sudah lenyap, kegirangan bumi sudah hilang. Yang terdapat dalam kota hanya kerusakan, pintu gerbang telah didobrak dan runtuh. Sebab beginilah akan terjadi di atas bumi, di tengah-tengah bangsa-bangsa, yaitu seperti pada waktu orang menjolok buah zaitun, seperti pada waktu pemetikan susulan, apabila panen buah anggur sudah berakhir.

Keadaan manusia yang tersisa, sangat menyedihkan, kota-kota menjadi sunyi dan rusak, yaitu sebuah lambang kehancuran peradaban manusia yang tidak lagi memiliki kegembiraan. Tidak ada lagi sukacita duniawi, tidak ada lagi Anggur, musik, pesta - simbol-simbol kegembiraan hidup Manusia - hidup manusia menjadi hampa dan tidak lagi membawa sukacita. 

4. Pujian dinaikkan, namun kejahatan tetap ada 

Yesaya 24:14 –16

Dengan suara nyaring mereka bersorak-sorai, demi kemegahan TUHAN, mereka memekik dari sebelah barat: "Sebab itu permuliakanlah TUHAN di negeri-negeri timur, nama TUHAN, Allah Israel, di tanah-tanah pesisir laut!" Dari ujung bumi kami dengar nyanyian pujian: "Hormat bagi Yang Mahaadil!" 

Tetapi aku berkata: "Kurus merana aku, kurus merana aku. Celakalah aku! Sebab para penggarong menggarong, ya, terus-menerus mereka melakukan penggarongannya!"

Ayat-ayat di atas, digambarkan bahwa umat Allah yang tersisa itu akan menaikkan pujian kepada Allah. Dari barat mereka bersorak-sorai, dan dari Ujung Bumi terdengar pujian. 

Akan tetapi, sekalipun puji-pujian dinaikkan sedemikian indahnya, nabi Yesaya berteriak menyadarkan dirinya, "Celakalah aku", karena ternyata di sisi lain kehidupan mereka, kejahatan tetap merajalela, para penggarong tidak berhenti. Kejahatan tetap masih ada.

5. Kehancuran Bumi - kiamat 

Yesaya 24:17 - 20

Hai penduduk bumi, kamu akan dikejutkan, akan masuk pelubang dan jerat! Maka yang lari karena bunyi yang mengejutkan akan jatuh ke dalam pelubang, dan yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat. 

Sebab 

  1. tingkap-tingkap di langit akan terbuka dan akan 
  2. bergoncang dasar-dasar bumi. 
  3. Bumi remuk redam, 
  4. bumi hancur luluh 
  5. bumi goncang-gancing. 
  6. Bumi terhuyung-huyung sama sekali seperti orang mabuk dan 
  7. goyang seperti gubuk yang ditiup angin; 
dosa pemberontakannya menimpa dia dengan sangat, ia rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi.

Nabi Yesaya menggambarkan kondisi bumi secara apokaliptik: hujan deras dari langitgempa bumi dahsyat, bumi yang bergoyang-goyang seperti orang mabuk. 

Semua ini terjadi karena dosa dan pemberontakan manusia. Manusia akan rebah dan tidak bisa bangkit lagi.

6. Malaikat dan Para Penguasa dihukum 

Yesaya 24:21-22

Maka pada hari itu TUHAN akan menghukum tentara langit di langit dan raja-raja bumi di atas bumi. Mereka akan dikumpulkan bersama-sama, seperti tahanan dimasukkan dalam liang; mereka akan dimasukkan dalam penjara dan akan dihukum sesudah waktu yang lama.

Nabi Yesaya memberitakan, bahwa malaikat-malaikat dan para raja penguasa di bumi akan dihukum. Ini adalah penghakiman atas kekuatan rohani dan pemimpin dunia yang jahat. Mereka akan ditawan dan dihukum setelah “waktu yang lama”, suatu petunjuk tentang penghakiman terakhir. 

Nubuat ini sebetulnya mau menyadarkan kita manusia, bahwa malaikat dan raja besar di bumi sekalipun, tidak akan luput dari penghakiman ilahi, jadi apatah lagi kita orang biasa. Bukan kebetulan jika Anda membaca firman Tuhan ini, bertobat dan berbalik lah dari jalan yang salah. Terimalah Kristus sebagai Tuhan dan satu-satunya juru selamat Anda.

7. Allah menunjukkan kemuliaan-Nya 

Yesaya 24:23

Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan matahari terik akan mendapat malu, sebab TUHAN semesta alam akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya.

Ayat 23 menutup pasal ini dengan gambaran bahwa akan terjadi kegelapan yang meliputi gerhana Matahari dan gerhana Bulan, sekaligus mengandung arti rohani sebagai bentuk pengharapan eskatologis, yaitu TUHAN akan memerintah di Sion dan Yerusalem, dan kemuliaan-Nya akan nyata di depan para tua-tua umat-Nya. Gambaran ini mengarah kepada pemulihan dan kerajaan Allah yang kekal setelah penghukuman selesai.

Jadi secara keseluruhan pasal, Nabi Yesaya menggambarkan dengan sangat dramatis kehancuran dunia karena dosa manusia, di mana di sisi lain juga tebersit secercah harapan bagi umat yang tersisa, yang tetap setia, bahwa akan dapat menyaksikan kemuliaan TUHAN. 

Tetapi ia menjawab: "Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman. 

Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; 

tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

Daniel 12:9-10

Amin.

Komentar